News
Satgas Antimafia Bola Geledah Dua Kantor PSSI
Oleh Satgas Antimafia Bola Geledah Dua Kantor PSSI
JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menyita ribuan dokumen dalam pengge ledahan di kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Rabu (30/1). Sejumlah data kompetisi sepak bola nasional, dokumen keuangan, dan daftar perwasitan diangkut ke markas tim bentukan Mabes Polri tersebut.
Dokumen yang disita tak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan Liga 2 dan Liga 3 yang terus didalami Satgas Mafia Bola. Satgas turut menyita dokumen-dokumen Liga 1.
"Disita dua dus besar dan tiga dus kecil berisi, antara lain, 53 jenis dokumen terkait giat Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Rabu (30/1). Selain dokumen terkait kegiatan liga, Satgas Antimafia Bola menyita dokumen transaksi keuangan PSSI periode 2017-2018.
Dedi menyampaikan, penggeledahan dan penyitaan dokumen tersebut bagian dari proses penyidikan kasus pengaturan dan manipulasi pertandingan. Penggeledahan dilakukan serentak di dua tempat yang menjadi kantor PSSI.
Tempat yang pertama kali digeledah adalah kantor lama PSSI di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tempat kedua dilakukan di markas baru federasi nasional di lantai 14 FX Sudirman, Jakarta Selatan.
Di Kemang, satgas melakukan penggeledahan selama hampir lima jam sejak pukul 11.00 WIB. Persis bakda Ashar, satuan tersebut meram pungkan penggeledahan.
Penyitaan dilakukan sebagai bagian penyidikan kasus-kasus (mafia bola) yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh satgas. Sekarang sudah masuk di Liga I, kata Dedi.
Pekan lalu, satgas secara bertahap memeriksa para petinggi di PSSI. Pada Jumat (25/1), satgas memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Pemeriksaan tersebut dilakukan selama hampir 13 jam dengan bahan pemeriksaan seputar penyelenggaraan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, hingga soal struktur kepengurusan federasi.Sebelum itu, satgas memeriksa Sekjen Ratu Tisha Destria.
Saat penggeledahan, Ratu Tisha ikut mendampingi satgas.Sementara itu, Plt Ketua Umum Joko Diroyono dikabarkan sedang makan siang bersama tamu dari federasi Jepang (JFA). Namun, setelah dua jam pengge ledahan, Ratu Tisha sempat undur diri lantaran adanya konferensi pers pelepasan pelatih Bima Sakti Tukiman yang akan mengikuti program kepelatihan ke Inggris.
Ratu mengungkapkan, penggeledahan dilakukan di semua ruang kerja. Ia tak menampik satgas menyita banyak dokumen dari penggeledahan di Kemang.
Ia mengaku tak tahu dokumen apa yang disita. Saya belum tahu apa yang dicari satgas,ujar dia.
Hal yang pasti, kata Tisha, PSSI membuka diri kepada kepolisian dalam melanjutkan penyidikan kasus mafia sepak bola.Kalau memang ada barang bukti dari penggeledahan tadi, silakan. PSSI tidak akan menutup-nutupi, kata dia, di Jakarta, Rabu (30/1).
Ratu mengklaim, proses penyidikan oleh satgas tak mengganggu aktivitas dan kegiatan PSSI dalam mengurusi sepak bola. Sebab, kata dia, selama satgas bekerja, sejumlah agenda dan kegiatan utama para pengurus federasi ikut tersita. Karena yang kita inginkan, agar jangan sampai kegiatan satgas ini menjadi kontraproduktif.Apa itu? membuat PSSI terhenti melakukan pekerjaan yang sebenarnya, ujar dia menambahkan.
Sejak Satgas Antimafia Bola dibentuk pada akhir 2018, sudah ada 11 nama ditetapkan sebagai tersangka. Enam di antaranya dalam tahanan Polda Metro Jaya. Di antara para tahanan tersebut, yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng dan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto aliar Mbah Putih. Satgas juga menahan asisten direktur perwasitan Mansyur Lesaluhu dan wasit di Liga 3 Nurul Safarid.
Dua tahanan lainnya adalah mantan Komisi Wasit Asprov PSSI Jawa Tengah (Jateng) Prayitno dan Anik Anika Artikasari. Para tahanan tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda, tetapi bertalian. Yaitu, berupa aksi pengaturan dan manipulasi per tandingan di Liga 2 dan Liga 3 2018.Penyidikan di satgas saat ini juga menyasar sejumlah pertandingan di Liga 1 2018.
Penyelidikan di Liga 1 agaknya untuk menindaklanjuti keterangan tersangka pengaturan skor bernama Vigit Waluyo. Saat diperiksa Satgas Antimafia Bola di Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (24/1), ia menyebut praktik pengaturan skor juga terjadi di Liga 1.
Pengakuan Vigit itu diceritakan Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Krishna Murti seusai memeriksa Vigit. "Saat ditanyakan siapa saja yang terlibat, katanya sihhampir semua.Begitu pun match setting juga terjadi di Liga 1, termasuk di Liga 2 Indonesia untuk mengatur siapa yang juara tahun ini," kata Krishna.
Pernyataan Krishna ini adalah yang pertama kalinya Liga 1 disebut masuk dalam rangkaian mafia sepak bola Indonesia. Sebelumnya, pihak kepolisian dan Satgas Antimafia Bola menyatakan masih terfokus pada Liga 2 dan Liga 3. (dadang kurnia ed:satria kartika yudha)
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
