Para penyintas Covid-19. | Zabur Karuru/ANTARA FOTO
18 Nov 2020, 09:00 WIB

Eks Pasien Covid-19 Bangun Komunitas

Penyintas Covid-19 membangun kesadaran pentingnya menerapkan protokol hidup sehat.

EVA RIANTI

Teriakan berbunyi “Yes I’m Done” seolah menggetarkan ruang berkumpul publik di Taman Kota 2 BSD, Tangerang Selatan, pada akhir pekan lalu. Moto yang menggema itu bersumber dari ratusan orang eks pasien Covid-19 yang tergabung dalam Forum Rumah Lawan Covid-19 (FRLC).

Sejak pukul 07.00 WIB, satu per satu dari mereka hadir menyambangi pusat acara ‘Reuni dan Senam Bersama Keluarga Besar Rumah Lawan Covid-19 Tangsel’ itu. Acara diawali dengan senam pagi, diiringi dengan musik yang membangkitkan semangat. Dilanjutkan dengan agenda reunian, yang turut dihadiri oleh Wali Kota Tangsel.

Rata-rata dari mereka yang hadir dalam acara tersebut tampak berusia paruh baya. Sementara itu, latar belakang profesinya beragam, mulai dari polisi, TNI, tenaga kesehatan, hingga pegawai swasta. Mereka terlihat bugar, sehat, dan ceria, tentu itu menjadi pemandangan yang tampaknya kontras dengan kondisi mereka saat masa-masa dinyatakan terpapar Covid-19.

Terkait

Nyatanya, pengalaman mereka menjadi pasien Covid-19 di FRLC tidak semenyedihkan yang dibayangkan. Seorang eks pasien Covid-19 yang juga merupakan Koordinator FRLC Willy Amosa menuturkan, kondisi terpuruk yang bercampur rasa sedih dan putus asa sebenarnya dirasakan olehnya dan ratusan pasien Covid-19 lainnya. Namun, budaya kekeluargaan yang terbangun di tempat karantina itu, kata dia, mengalihkan segala rupa rasa duka yang melanda.

“Budaya yang dibangun lebih kepada kepedulian. Kami berangkat dari kasus yang berbeda-beda. Ada kasus seorang ibu harus masuk ruang isolasi bersamaan di hari suaminya meninggal. Ada seorang bapak sudah tua sekali, bebarengan istrinya dirawat di RS, tiap hari menangis. Kita saling memotivasi sehingga berhasil sehat kembali,” tutur Willy kepada Republika.

photo
Petugas medis menscreening warga saat proses simulasi uji coba vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/10). Pemerintah Kota Depok menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam rangka kesiapan pemberian layanan vaksinasi Covid-19 - (Prayogi/Republika)

Willy mengatakan, saat melakukan isolasi di FRLC, banyak hal yang dipelajari olehnya, terutama soal membangun kebersamaan dan optimistis untuk sembuh. Berangkat dari kesamaan nasib menjadi pasien Covid-19, secara perlahan mereka membangun hubungan untuk saling menguatkan. Lambat laun, FRLC yang telah dibangun sejak April 2020 itu kini dikenal sebagai tempat isolasi yang menerapkan nilai-nilai kekeluargaan.

Tak heran, setelah mereka sudah ‘lulus’ dari tempat itu, tercipta komunitas eks pasien Covid-19 FRLC yang saat ini terlihat gaungnya di masyarakat dalam menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan. “Karena ada tradisi kekeluargaan, makanya inisiasi alumni dikumpulkan sebagai kekuatan memberikan informasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Kita terjun langsung ke masyarakat menyosialisasikan protokol kesehatan, juga mengadakan webinar,” ujar dia.

Ke depannya, dia berujar, FRLC akan menjadi rekan bagi pemerintah kota Tangerang Selatan dalam memasifkan kampanye penerapan protokol kesehatan. “Kita akan beriringan dengan RLC dan Dinkes sebagai mitra untuk bersosialisasi,” kata dia.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, rasa bangganya terhadap kemunculan FRLC. Dia mengapresiasi FRLC yang dinilai akan sangat membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, sosialisasi prokes yang dilakukan oleh para alumni pasien Covid-19 itu bisa lebih ampuh diterima warganya.

“Terima kasih bapak ibu sehat. Terima kasih bapak ibu sembuh. Karena bagi saya, beban tanggung jawab saya sebagai Wali Kota kalau ada satu pun yang meninggal,” kata Airin.

Hingga saat ini tingkat kematian Covid-19 di Tangsel bergerak di angka 4,6 persen. Sementara itu, tingkat kesembuhan sekitar 84,5 persen. “Bahkan angka kesembuhan pernah 89 persen, tapi angka kematian 4,6 persen itu bukan suatu hal yang kecil. Tapi, bagaimana kita sangat berharap tidak ada lagi orang yang meninggal karena Covid-19,” kata dia.

Airin menegaskan, sambil menunggu vaksin, dia meminta kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia optimistis, dengan bantuan sosialisasi dari FRLC, penerapan prokes di Tangsel bisa lebih masif.


×