Ilustrasi BJB | Republika/Adhi Wicaksono

Ekonomi

13 Nov 2020, 04:03 WIB

BJB Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

BJB telah menyalurkan kredit PEN senilai Rp 5,3 triliun dari target sebelumnya senilai Rp 5 triliun.

 

 

JAKARTA – Bank BJB berupaya mendorong upaya percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satunya dilakukan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat.

Pemimpin Divisi Kredit UMKM Bank BJB Denny Mulyadi mengatakan, perusahaan dipercaya menerima dana program PEN senilai Rp 2,5 triliun atau nominal alokasi dana terbesar yang diberikan Kementerian Keuangan kepada bank pembangunan daerah (BPD).

“Kami menargetkan penyaluran PEN senilai Rp 5 triliun yang disalurkan kepada kredit UMKM, kredit komersial, kredit korporasi, KPR, dan kredit konsumer,” ujarnya dalam acara webinar bersama Republika, Kamis (12/11).

Tercatat per 18 Oktober 2020, BJB telah menyalurkan kredit PEN senilai Rp 5,3 triliun dari target sebelumnya senilai Rp 5 triliun. Penyerapan kredit PEN disalurkan ke lima sektor ekonomi, antara lain sektor konstruksi sebesar 25 persen atau senilai Rp 1,3 triliun, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 25 persen atau senilai Rp 1,3 triliun, dan kredit industri pengolahan sebesar 15 persen atau senilai Rp 794 miliar.

Kemudian, kredit perantara keuangan sebesar 13 persen atau senilai Rp 678 miliar, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 10 persen atau Rp 514 miliar, dan kredit sektor gabungan lainnya sebesar 12 persen atau Rp 662 miliar.

“Sektor pertanian naik paling besar, antara lain beras, jagung, hortikultura seperti cabai, dan buah-buahan. Kenaikan ini karena para petani atau peternak mendapatkan akses permodalan dengan lancar,” ucapnya.

Dari sisi pemberdayaan UMKM, lanjut Denny, perusahaan berupaya mendorong UMKM naik kelas. Perusahaan memiliki level pertumbuhan UMKM, dimulai dari unbankable, bankable, bankable aset tetap, dan komersial. “Kami rutin memberikan pelatihan dan pendampingan bagi wirausaha, bincang bisnis, atau temu bisnis,” ucapnya.

Dari sisi level pertumbuhan permodalan, Denny menjelaskan, pelaku UMKM bisa mengikuti program BJB Mesra, KUR Mikro, KUR Kecil, KUKM, dan Kredit Komersial. “Kami juga memiliki program Desa Digital—masyarakat desa tapi memiliki penghasilan kota, didorong ke arah digital meskipun tinggal di desa,” ujarnya. Melalui program itu, para sarjana di desa mengelola marketplace melalui BUMDes.

Ke depan, perusahaan berupaya melakukan kerja sama pembiayaan kepada pelaku usaha UMKM dengan mitra bisnis BJB yang bertindak sebagai offtaker. Pola kemitraan ini bertujuan memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM untuk kebutuhan finansial usahanya.

Saat ini, BJB memiliki ruang lingkup program kemitraan antara lain pembiayaan dan peningkatan skala usaha bagi sektor perdagangan dan ritel, sektor pertanian, dan sektor peternakan.

“BJB dapat juga menyalurkan pembiayaan tersebut dengan sehat dan berkualitas,” ucapnya. ';

×