Karyawan menjalani rapid test dan donor darah di Jakarta Internasional Velodrom Rawamangun, Jakarta, Jumat (6/11). Pelaksanaan rapid test dan donor darah tersebut diadakan oleh pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesi | Republika/Thoudy Badai
12 Nov 2020, 03:00 WIB

Kasus Baru Covid-19 di Jabar Salip Jakarta

IDI menyebut ada peningkatan kasus Covid-19 di beberapa daerah usai libur dua pekan lalu.

JAKARTA – Pemerintah merilis ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.770 orang dalam 24 jam terakhir pada Rabu (11/11). Angka ini tak jauh berbeda dengan penambahan kasus baru pada Selasa (10/11), yakni 3.779 orang.

Menariknya, Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan kasus harian tertinggi yakni 668 kasus. Sementara DKI Jakarta yang nyaris selalu berada di posisi teratas, kini berada di urutan kedua dengan 587 kasus. Ini menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir.

Kendati penambahan kasus harian cukup stagnan, namun jumlah orang yang diperiksa dengan metode tes PCR hari ini mengalami peningkatan cukup banyak. Dilaporkan ada 37.611 orang yang diperiksa hari ini, lebih tinggi dibanding capaian kemarin, 32.020 orang.

Tingkat positif atau positivity rate harian Covid-19 justru mengalami penurunan, dari 11,8 persen pada Selasa kemarin menjadi 10,02 persen pada hari ini. Tingkat positif dihitung dengan membandingkan antara jumlah kasus baru dengan jumlah orang yang diperiksa.

Terkait

photo
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di loker saat simulasi pembukaan dan peninjauan tempat olahraga dalam ruangan di Gardenice Rink PVJ Mall, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (10/11). Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat tersebut dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 sebelum dibuka untuk umum dan digunakan sebagai tempat pemusatan latihan atlet nasional untuk mengikuti berbagai kejuaraan pada 2021 - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan penambahan pasien sembuh sebanyak 3.241 orang hari ini. Angka ini membuat jumlah kumulatif pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 378.982 orang. Sementara angka kematian dilaporkan bertambah 75 orang.

Kasus Covid-19 di beberapa daerah usai libur panjang akhir bulan lalu juga mulai menunjukkan indikasi peningkatan di beberapa daerah. Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai, kenaikan kasus diakibatkan oleh kerumunan yang terjadi di masyarakat selama liburan yang membuat virus menyebar cepat.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengaku mendapatkan data dari tim mitigasi IDI bahwa jumlah kasus Covid-19 bertambah di beberapa rumah sakit usai libur panjang dua pekan lalu. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya orang yang berobat ke fasilitas kesehatan.

“Karena saat liburan bersama, orang-orang cenderung membentuk kerumunan, menularkan virus, dan akhirnya menimbulkan kasus baru. Bahkan, kami juga mencatat banyak petugas atau tenaga kesehatan yang terinfeksi,” kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (11/11).

Tak hanya itu, Daeng juga mengaku mendapat laporan bahwa petugas kesehatan yang menangani Covid-19 dan meninggal dunia di periode ini meningkat. Artinya, kasus Covid-19 yang meningkat membuat pasien yang datang ke rumah sakit juga meningkat. Dampaknya, tenaga kesehatan yang terinfeksi virus hingga gugur juga meningkat.

photo
Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan protokol kesehatan di SMA Negeri Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Senin (9/11). SMA Negeri Tanjungkerta kembali memulai sekolah tatap muka sejak pandemi Covid-19 setelah mendapatkan izin dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan kapasitas 20 persen murid yang hadir dengan waktu hanya empat jam belajar dan mengajar serta menerapkan protokol kesehatan. - (NOVRIAN ARBI/ANTARA FOTO)

“IDI ingin menyampaikan ke pemerintah, barangkali ke depan supaya memikirkan matang-matang (membuat) kebijakan libur bersama,” katanya.

IDI mengusulkan, jika memungkinkan, kebijakan cuti dan libur bersama lebih baik ditiadakan sementara karena momen liburan terbukti menularkan virus dan menyebabkan kasus di RS bertambah. Imbasnya, petugas kesehatan yang terinfeksi virus ini pun ikut bertambah pula.  

Daeng mengingatkan, pandemi virus belum selesai. Ini terbukti dengan kasus harian yang mencapai 3.000 sampai 4.000 kasus. Daeng berharap libur yang ditiadakan untuk sementara membuat masyarakat tidak mudah terinfeksi dan beban petugas kesehatan tidak lebih berat.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak seluruh pihak bergandengan tangan mengatasi penyebaran dan penularan Covid-19. Saat ini, kata dia, tak ada cara yang lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 selain mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

“Hanya mematuhi protokol kesehatan yang saat ini bisa membantu kita tercegah dari paparan Covid-19,” kata Doni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini meminta agar proporsi dari upaya pencegahan yang harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat adalah sebanyak 80 persen. Sementara 20 persen sisanya adalah pengobatan yang dilakukan tenaga medis. Artinya, upaya mencegah harus lebih diprioritaskan.


×