Petugas Dinas Kesehatan memeriksa keberadaan jentik nyamuk pada tandon air di kawasan endemik wabah demam berdarah dengue (DBD) di Desa Wonocatur, Kediri, Jawa Timur, Selasa (29/1). Inspeksi mendadak di pemukiman warga tersebut sebagai sosialisasi mencega | Prasetia Fauzani | Antara

News

Wapres Minta Warga Aktif Cegah DBD

Sebanyak tiga orang meninggal akibat DBD di Sumsel.

Oleh Wapres Minta Warga Aktif Cegah DBD

JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat aktif melakukan upaya preventif terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal itu disampaikan JK menyusul merebaknya penyakit DBD di berbagai daerah.

"Ya, tentu pertama pencegahan dan juga masyarakat, bukan hanya pemerintah, masyarakat harus mence gah genangan-genangan air di selokan. Karena, di situ sumbernya, tempat-tempat yang rawan, sampah- sampah," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Selasa (29/1).

Menurut Wapres, pemerintah dalam hal ini harus memastikan fasilitas pengobatan bagi pasien DBD.
Karena itu, ia menilai sudah seharusnya masyarakat mendapatkan pelayanan pengobatan yang maksimal.

JK juga mengakui, penderita DBD saat ini terus bertambah, bahkan cucu dan adiknya juga tidak luput terjangkit penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes aegyptitersebut. "Pemerintah tentu menyiapkan fasilitas pengobatannya, apa pun yang terjadi. Termasuk cucu saya, cucu saya juga kena. Cucu adik kena juga, jadi ini tidak pilih-pilih," kata Jusuf Kalla.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis sedikitnya 112 jiwa meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue mulai awal Januari 2019 hingga Senin (28/1).

 

 
"Kemudian, yang meninggal dunia sebanyak 112 jiwa dan provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspectdengue adalah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung".
Wakil Presiden RI
 

 


Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan, sejauh ini sebanyak 372 kabupaten dari 33 provinsi telah melaporkan terjadinya kasus penularan DBD. Jumlah kasus DBD sejak 1 hingga 28 Januari 2019 sebanyak 11.293 orang.

"Kemudian, yang meninggal dunia sebanyak 112 jiwa dan provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspectdengue adalah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung," ujar dia kepada Republika, Selasa.

Data terbaru dari Dinkes Jawa Timur dan Dinkes Jawa Barat menam bah jumlah pasien meninggal tersebut menjadi 124 jiwa. Anung menambahkan, daerah yang telah me nyatakan kejadian luar biasa (KLB) dengan W1 atau laporan peningkatan wabah yaitu di Kabupaten Kapuas, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, dan Sulut.

Ia menyebut Kemenkes telah memberikan surat edaran kepada semua gubernur tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD. "Kami juga meminta masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk 3M plus," kata dia. Pihaknya juga mengaktifkan kelompok kerja DBD di kabupaten/kota.

Sementara itu, tiga warga Sumatra Selatan dilaporkan meninggal dunia akibat DBD. Sebanyak 395 kasus DBD di catat Dinkes setempat sepanjang Januari ini.

Kepala Dinkes Provinsi Sumatra Selatan Lesty Nuraini mengatakan, tiga warga itu bertempat tinggal di Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Meski kasus DBD sudah banyak, pemerintah belum menetapkan status KLB, kata dia.

photo
Darurat Demam Berdarah(Kemenkes/Dinkes Jatim/Dinkes Jabar: )


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Fery Yanuar mengatakan, meningkatnya kasus DBD itu tidak hanya dikarenakan siklus musim, tetapi juga lingkung an. Menurut dia, jenis penyakit ini akan sangat mudah tersebar di ling kungan kotor yang tergenang.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan, meski kasus penularan terbanyak di daerahnya, Jatim belum menetapkan KLB. Jatim belum bisa menetapkan KLB karena tidak semua kabupaten/kota kondisinya separah itu," ujar Kohar di Surabaya, Selasa. Sejak awal tahun ini hingga 28 Januari, di Jatim tercatat ada sebanyak 2.660 kasus DBD.

Kohar mengatakan, penetapan KLB hanya dilakukan di kabu paten/kota yang peningkatan penderita DBD-nya signifikan, seperti di Ponorogo. Di Ponorogo, sudah ada tiga pasien DBD yang dinyatakan meninggal dunia selama 2019.

Artinya, akan ada gerakan yang lebih masif untuk mengatasi keadaan.Nanti Jatim akan melihat," kata Kohar. (dadang kurnia/antara ed:fitriyan)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat