Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menggunakan senjata TNI dalam baku tembak pada Senin (26/10). | Dok TPNPB
29 Nov 2020, 09:16 WIB

Polri Usut Oknum Penjual Senjata ke Separatis

TPNPB-OPM mengakui, pihaknya telah lama membeli senjata dari aparat.

JAKARTA -- Polri berkomitmen menindak tegas oknum polisi yang terlibat dalam perdagangan senjata api (senpi) dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan, Polda Papua masih mendalami dalang di balik penjualan senjata tersebut. 

"Kapolri berkomitmen untuk mengusut tuntas dan tindakan tegas bagi siapa pun yang terlibat, baik itu anggota Polri atau masyarakat akan kita tindak tegas. Kasus masih penyidikan Polda Papua, kita tunggu bagaimana hasilnya," kata Awi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/10).

Pada Kamis (21/10) lalu, tim gabungan TNI-Polri menangkap oknum Brimob, Bripka JH, di Nabire karena diduga menjual senjata api jenis M-16 dan M4 kepada KKSB. Sebanyak dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4 diamankan dari tangan pelaku. Diduga, KKSB akan menggunakan senjata tersebut untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di Papua. 

Awi menjelaskan, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta aparat mendalami kasus itu secara tuntas, dari siapa dalangnya, pengendalinya, sampai siapa yang menerima senjata ilegal tersebut. "Jadi, kita tuntaskan kasus ini. Kapolri sangat tegas soal ini," ucap Awi.

Terkait

Kepala Polda Papua Irjen Paulus Waterpauw pada Jumat (22/10) mengatakan, Bripka JH ditahan di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja. Selain JH, ada dua warga sipil yang diamankan terkait kasus itu, salah satunya mantan anggota TNI yang diamankan di Sulawesi Selatan.

photo
Pasukan TPNPB-OPM menunjukkan peluru-peluru, telepon genggam, dan pakaian tempur yang mereka klaim direbut dari sejumlah posko TNI-Polri di Kabupaten Nduga, pertengahan Mei 2020. - (Istimewa/TPNPB-OPM)

Ia menjelaskan, kasus itu terungkap setelah tim gabungan TNI-Polri melakukan penyelidikan terkait maraknya aksi penembakan oleh KKSB di beberapa lokasi di Papua. "Kami sempat kesulitan mengungkapnya karena cukup rapi dan senpi yang dijual dipasok melalui udara (pesawat) dengan dokumen resmi," ujar Waterpauw.

Warga yang menjadi perantara kegiatan tersebut mengakui, jual beli senpi sudah terjadi enam kali. Dalam kasus terakhir, kata dia, dua senpi tersebut akan dijual kepada KKSB di Intan Jaya. "Penyelidikan masih berlangsung, nanti kalau sudah lengkap akan disampaikan," kata dia. 

Klaim OPM 

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui, pihaknya telah lama membeli senjata dari aparat. Senjata mereka diklaim didatangkan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Hercules. "Saya datangkan pakai Hercules dari Jakarta. Kami beli," ungkap Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom kepada Republika, kemarin.

Menurut dia, jual beli senjata itu selama ini dirahasiakan. Namun, karena orang yang biasa menyuplainya sudah meninggal dunia, dia kini berani membongkarnya. "Rahasia itu mulai sekarang terbongkar. Itu yang sekarang saya sampaikan," kata dia.

Sebby juga mengaku prihatin dengan tertangkapnya Bripka JH cs. Ia menyebut JH adalah manusia biasa yang berperasaan. Bahkan, ia mengeklaim aksi pengkhianatan JH dilakukan karena melihat perjuangan mereka. "Mereka pasti punya pikiran, kita jual senjata saja, TPNPB lawan TNI-Polri," kata dia. n antara ed: ilham tirta 


,
×