Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo. | AP/Charly Triballeau/Pool AFP
26 Oct 2020, 05:00 WIB

Kunjungan Pompeo untuk Perkuat Aliansi

Kunjungan Pompeo untuk memukul mundur pengaruh ekonomi dan militer Cina di kawasan.

NEW DELHI -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan menggelar lawatan ke beberapa negara Asia, salah satunya Indonesia mulai pekan ini. Tur Pompeo ini diprediksi untuk menggalang persekutuan melawan Cina.

Kunjungan Pompeo ke India, Sri Lanka, dan Maladewa tampaknya untuk memukul mundur pengaruh ekonomi dan militer Cina di kawasan. Sri Lanka dan Maladewa menjadi dua negara Samudra Hindia yang kesulitan membayar utang infrastruktur dari Negeri Tirai Bambu.

Tepat sebelum pemungutan suara pemilihan presiden AS, Pompeo akan mengakhiri tur tersebut di Indonesia dengan wilayah geografis terjepit di Laut Cina Selatan yang tengah disengketakan Cina dan negara-negara lainnya Asia Tenggara.

"Kami menantikan memperkuat hubungan yang sangat penting dengan teman-teman dan mitra-mitra kami. Menekankan komitmen kami yang dalam terhadap Indo-Pasifik dan memajukan visi kemitraan dan kemakmuran jangka panjang di kawasan," kata Wakil Asisten Sekretaris Utama Badan Urusan Asia Selatan dan Tengah Departemen Luar Negeri AS, Dean Thompson, Sabtu (24/10).

Terkait

 
photo
Menlu AS Mike Pompeo (kanan) saat menemui Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di Tokyo pada 6 Oktober lalu. - (AP/Charly Triballeau/Pool AFP)

Sebelumnya, Washington memperkuat diplomatik terhadap Cina. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga menjadikan sikap tegas terhadap Beijing sebagai tema utama kebijakan luar negerinya.

Pompeo memimpin rapat dengan menteri dari India, Jepang, dan Australia yang digelar bulan ini di Tokyo. Kerja sama empat negara yang disebut the Quad itu dapat dianggap sebagai bagian penting perlawanan mereka terhadap Cina di Indo-Pasifik.

"Hal ini lebih pada urusan kebijakan luar negeri dibandingkan politik dalam negeri," kata pakar keamanan maritim dari Center for Strategic and International Studies, Greg Poling.

Menurutnya, retorika anti-Cina Pompeo sebagian besar mengenai pemilihan umum, tapi langkah Departemen Luar Negeri memperluas tekanan dengan memperkuat the Quad, memperketat hubungan dengan Taiwan, meningkatkan perhatian pada Laut China Selatan dan lainnya, lebih didorong pada kebijakan profesional sebagai politisi.

Bulan depan, India akan menjadi tuan rumah Malabar, sebuah latihan perang angkatan laut terbesar tahun ini. Latihan anggota the Quad itu mengundang kecaman dari Cina.

photo
Para menlu negara peserta latihan Quad mengapit Perdana Menteri Jepang Yoshihie Suga di Tokyo, 6 Oktober lalu. - (EPA-EFE/Nicolas Datiche)

Keputusan India terlibat dalam rapat ini, terjadi setelah negara itu bentrok dengan Negeri Tirai Bambu di perbatasan. Kedua negara mengerahkan puluhan ribu tentara dan persenjataan canggih setelah gesekan pada bulan Juli lalu.

Beijing membantah melakukan intrusi ke bagian wilayah India. Mereka mengatakan krisis di perbatasan dipicu langkah New Delhi membangun jalan dan infrastruktur lain di wilayah yang disengketakan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhou Lijian, mengatakan AS melakukan perundungan dengan memaksa negara-negara lain memilih pihak dalam perselisihan dengan Cina. Tapi, upaya seperti itu tidak akan berhasil. 

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper juga akan bergabung dengan Pompeo dalam tur tersebut. Pemerintah India mengatakan mereka mungkin akan menandatangani kesepakatan dengan AS.

Kesepakatan tersebut akan memberikan India akses data satelit AS yang sensitif. Data tersebut juga akan membantu India meningkatkan tingkat ketepatan tembakan rudal dan drone mereka. "Ada potensi besar dalam kerja sama pertahanan kami," kata pejabat pemerintah India.

Kunjungan Pompeo ke Sri Lanka akan menjadi kunjungan pertama Menteri Luar Negeri AS ke negara itu setelah lebih dari satu dekade. Thompson mengatakan Pompeo akan menyarankan Colombo untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Cina.

Thompson mengatakan, Cina memang telah berinvestasi miliar dolar AS di Sri Lanka dalam bentuk pembangunan pelabuhan dan jalan tol. Tapi, membuat Sri Lanka berhutang dalam jumlah yang sangat besar. "Kami meminta Sri Lanka membuat keputusan sulit tapi keputusan yang dibutuhkan untuk mengamankan kemerdekaan ekonomi untuk kesejahteraan jangka panjang," ujarnya. 


,
×