Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
29 Sep 2020, 05:00 WIB

Pemerintah Klaim Tren Covid-19 Melandai

Airlangga Hartarto mengatakan, tren penambahan kasus harian mulai terlihat melandai di beberapa wilayah.

JAKARTA – Pemerintah mengeklaim kasus harian Covid-19 menunjukkan penurunan. Berkurangnya kasus harian disebut tak lepas dari penunjukan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan oleh Presiden Joko Widodo pada dua pekan lalu untuk memimpin penanganan Covid-19 di 10 provinsi prioritas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, tren penambahan kasus harian mulai terlihat melandai di beberapa wilayah. “Sudah ada perbaikan sehingga dari segi kapasitas pelayanan sudah lebih baik," ujar Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (28/9).

Pada Senin (28/9), ada 3.509 kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini turun dibanding kasus harian pada Ahad (27/9) yang berjumlah 3.874 kasus. Angka ini pun lebih rendah dibandingkan pada Sabtu (26/9) sebanyak 4.494 kasus. Kemudian pada Jumat (25/9) ada 4.823 kasus, Kamis (24/9) sebanyak 4.634 kasus, Rabu (23/9) 4.465 kasus, dan pada Selasa (22/9) sebanyak 4.071 kasus.

Melihat pertambahan kasus positif pada sepekan terakhir, masih menunjukkan adanya fluktuasi kasus harian. Namun, jumlah spesimen dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Dengan kata lain, orang yang dites semakin sedikit.

Terkait

photo
Tren penambahan kasus per hari selama September 2020. - (covid19.go.id)

Pada Senin (28/9), jumlah spesimen yang dites 32.189, Ahad (27/9) sebanyak 37.272, dan Sabtu (26/9) ada 48.836 spesimen yang diuji usap. Dalam tiga hari terakhir, jumlah spesimen yang dites menunjukkan penurunan lebih dari 10 ribu.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, tren perbaikan penanganan Covid-19 dilihat dari penurunan jumlah kasus aktif secara nasional. Pada 6 September lalu, jumlah kasus aktif Covid-19 nasional tercatat 24,5 persen. Angka ini sempat naik pada pekan berikutnya, per 13 September, menjadi 25 persen.

Namun, lanjut Doni, pada dua pekan berurutan setelahnya, yakni pada 20 September dan 27 September jumlah kasus aktif dilaporkan menurun menjadi 23,6 persen dan 22,5 persen. Satgas merangkum, penurunan angka kasus aktif dalam sepekan terakhir paling banyak disumbang Provinsi Sumatra Utara, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Keempat wilayah tersebut mengalami penurunan kasus aktif cukup signifikan.

Doni melanjutkan, perbaikan juga terlihat pada peningkatan porsi kasus sembuh dalam satu bulan terakhir. Pada 6 September, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sebesar 71,4 persen. Angka tersebut merangkak naik menjadi 73,85 persen pada 27 September.

Angka kematian juga dilaporkan terus menurun, dari 4,1 persen pada 6 September menjadi 3,8 persen pada 27 September. Kendati begitu, angka kematian nasional masih lebih tinggi dari rata-rata kasus kematian dunia sebesar 3,02 persen.

“Intervensi yang telah dilakukan pemerintah, Bapak Presiden menugaskan Pak Luhut, hampir setiap hari beliau memimpin rapat koordinasi untuk sinergikan seluruh komponen. Seluruh kementerian lembaga, termasuk pelibatan pakar-pakar di bidang epidemiologi, kesehatan masyarakat, ahli obat,” ujar Doni.

photo
Tren penambahan kematian per hari selama September 2020. - (covid19.go.id)

Kesepuluh provinsi yang diketahui mendapat status prioritas dalam penanganan Covid-19 yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Aceh.

Doni menambahkan, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat 6 persen dari seluruh pasien yang dirawat di RS darurat Wisma Atlet Kemayoran berasal dari klaster keluarga. Artinya, pasien tersebut terpapar infeksi virus korona dari orang-orang terdekat di lingkungan keluarga.

Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa orang-orang terdekat bukan jaminan aman dari Covid-19. Bisa saja salah satu anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah tanpa sengaja membawa virus ke dalam rumah dan menularkannya kepada anggota keluarga lain yang sejak awal pandemi cukup patuh untuk tetap diam di rumah.

“Saya ulangi lagi yang menulari adalah orang-orang terdekat yang ada di sekitar kita. Sehingga kita satu sama lainnya harus saling menjaga, harus saling melindungi, saling mengingatkan untuk patuh kepada protokol kesehatan,” kata Doni.


,
×