Petugas berjalan di antara mobil yang akan diekspor di dermaga IPC Car Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor kendaraan secara utuh (completely buil | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
28 Sep 2020, 11:33 WIB

Penjualan Otomotif Mulai Naik

Kenaikan penjualan otomotif sejalan dengan pemulihan ekonomi yang perlahan bergerak positif.

 

JAKARTA -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan penjualan di industri otomotif mulai mengalami kenaikan. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menilai, kenaikan penjualan sejalan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang juga perlahan menunjukkan pergerakan positif.

Meskipun menunjukkan adanya peningkatan, Jongkie menuturkan, kenaikan penjualan otomotif terbilang belum masif. Belum ada peningkatan yang signifikan. "Mulai naik, tetapi masih jauh dari keadaan normal sebelum pandemi Covid-19,"kata Jongkie kepada Republika, Ahad (27/9).

Jongkie mengatakan, dalam catatan Gaikindo, penjualan dari pabrikan ke diler atau wholesales pada Juli 2020 mencapai 25.283 unit dan pada Agustus 2020 menjadi 37.291 unit. Angka tersebut memperlihatkan adanya peningkatan penjualan sekitar 47,5 persen.

Terkait

Sementara, penjualan ritel nasional pada Juli 2020 mencapai 35.799 unit dan pada Agustus 2020 menjadi 37.655 unit. Angka tersebut menunjukkan peningkatan mencapai 5,2 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan periode sama pada 2019, belum memperlihatkan peningkatan. Penjualan dari pabrikan ke diler pada Agustus 2020 dibandingkan periode sama 2019 masih minus 59 persen dari 90.908 unit menjadi 37.291 unit.

Sementara, penjualan ritel nasional pada Agustus 2020 masih belum ada peningkatan dibandingkan periode sama 2019 atau turun 58 persen. Pada Agustus 2019 penjualan ritel nasional mencapai 89.596 ribu, tapi pada Agustus 2020 hanya 37.655 unit.

Ia mengatakan, Gaikindo juga sudah merevisi target penjualan pada semester I 2020. Target penjualan direvisi menjadi 600 ribu unit pada semester I 2020 dari semula mencapai 1,05 juta unit.

 
Gaikindo juga sudah merevisi target penjualan pada semester I 2020. 
 
 

Pemerintah menyatakan akan terus berupaya memaksimalkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Dalam waktu dekat, pemerintah bakal melakukan finalisasi terhadap perluasan program dan menindaklanjuti usulan program baru PEN. Khususnya program yang mampu menopang kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Realokasi anggaran ke program lain yang tingkat penyerapannya lebih lancar juga akan terus didorong.

Rencana itu disampaikan dalam sesi panel rapat koordinasi pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta kementerian/lembaga (K/L) pada Jumat (25/9). Rapat dilakukan di kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau.

Dalam rapat itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, penggunaan anggaran terus diarahkan agar tepat sasaran, efektif, dan efisien. Pemerintah juga membahas agar dalam melaksanakan tugas tidak terjebak dalam peraturan yang menyulitkan kinerja kementerian.

"Jangan takut mengeksekusi program selama proses penganggaran telah sesuai prosedur dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Sabtu (26/9).

Salah satu topik yang dibahas adalah vaksin. Airlangga menuturkan, pemerintah sedang menyelesaikan Roadmap Rencana Nasional dan Rancangan Peraturan Presiden mengenai pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kementerian Kesehatan menargetkan pengadaan vaksin akan sesuai target waktu pada akhir 2020 sudah tersedia dan mulai didistribusikan pada awal 2021.

Pemilihan kepala daerah (pilkada) juga menjadi isu yang dibahas. Airlangga menggarisbawahi, pilkada merupakan momentum emas untuk mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 dan mengatasi dampak ekonomi dan sosial.

Airlangga mengatakan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengimbau agar kampanye yang dilakukan oleh calon kepala daerah tetap terkait dengan upaya penanganan Covid- 19. "Dan, bagaimana kepala daerah menangani pandemi di daerahnya," ujar Airlangga.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, fokus pada sektor kesehatan menjadi kunci utama dalam perbaikan perekonomian pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah, kata Bhima, tak bisa memprioritaskan pemulihan ekonomi tanpa mendahulukan aspek kesehatan.

"Negara seperti Cina dan Vietnam menunjukkan, kalau mau ekonomi tumbuh positif, fokus paling utama ialah kesehatan. Itu harga mati," kata Bhima, kemarin.

Bhima mengatakan, Cina sempat mengalami pertumbuhan ekonomi minus 6,8 persen pada kuartal I, tapi mampu kembali positif 3,2 persen pada kuartal II. Pun dengan Vietnam yang mengalami pertumbuhan positif 0,3 persen pada kuartal II setelah sempat mengalami minus pada kuartal I. "Kita masih terus minus. Ini harus jadi pelajaran," kata Bhima.

Bhima menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung masih mengalami perlambatan karena terbatasnya mobilitas masyarakat akibat kebijakan PSBB. Kondisi ini membuat akses ke perkantoran, pusat perbelanjaan, maupun sektor transportasi belum pulih.

Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih melambat tak lepas dari upaya pemerintah yang berencana mengeluarkan kebijakan pajak nol persen untuk kendaraan bermotor.

FAKTA ANGKA

37.655 unit

Penjualan ritel otomotif nasional per Agustus 2020.Angka ini tumbuh tipis dari penjualan pada Juni yang sebesar 35.799 unit.


×