News
Wabah DBD Meluas
Telah terjadi 11.224 kasus DBD di 34 provinsi.
Oleh Wabah DBD Meluas
JAKARTA -- Wabah demam berdarah dengue (DBD) meluas ke berbagai wilayah.Jumlah daerah yang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) pun terus bertambah.
Direktur Pencegahan dan Pengen dalian Penyakit Tular Vektor dan Zoo notik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, ada empat daerah yang sudah KLB DBD per Jumat (25/1). Keempat daerah itu adalah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah; Kabupaten Manggarai dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur; serta Provinsi Sulawesi Utara.
"Empat daerah itu telah menyatakan KLB dengan W1 (laporan wabah--Red)," kata Nadia kepada Republika, Ahad (27/1).Dari ke empat daerah tersebut, Kupang yang teranyar menetapkan KLB. KLB ditetapkan Pemerintah Kota Kupang pada Kamis (24/1) setelah melonjaknya jumlah penderita DBD.
Nadia menjelaskan, status KLB di suatu daerah ditetapkan melalui kajian, yaitu adanya kecepatan per tambahan serta penyebaran kasus ba ru DBD dalam periode bulan ter tentu yang menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibandingkan rata- rata per bulan pada tahun sebe lumnya.Pada daerah yang sudah terjadi KLB, penanganan perawatan wajib dilakukan di rumah sakit.
Pemerintah daerah juga harus memobilisasi semua sumber daya kesehatan yang ada, termasuk untuk menampung pasien di rumah sakit.Sementara, Kemenkes mendistri busikan bantuan obat-obatan yang diperlukan.Berdasarkan catatan Kemenkes, telah terjadi 11.224 kasus DBD di 34 provinsi pada 1-25 Januari 2019.Sepan jang periode tersebut, 110 penderita DBD meninggal dunia.Nadia mengatakan, provinsi yang memiliki tren tinggi kasus suspect DBD adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Lampung.
Menurut Nadia, penyakit DBD masih menjadi ancaman karena belum tingginya kesadaran masyara kat menjaga lingkungan. Di saat musim hujan seperti saat ini, kata dia, kebersihan lingkungan wajib dijaga agar wabah DBD tak meluas.
"Virus dengue ada di sekitar kita.Apalagi, musim hujan adalah saat nyamuk berkembang biak, sehingga pertambahan nyamuk sangat cepat karena banyak genangan air," katanya.
Untuk mencegah meluasnya wabah DBD, Kemenkes telah mengirim surat edaran kepada semua gubernur. Surat itu berisikan tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD, menggerakkan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus, dan mengaktifkan pokja DBD di setiap kabupaten/kota.
Nadia mengatakan, pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan gerakan satu rumah satu jumantik, me lakukan penyuluhan ke masyarakat, memberikan obat pembunuh jentik nyamuk, hingga memeriksa tempat-tempat penam pungan air di lingkungan masing-masing.
Korban bertambah
Jumlah korban penderita DBD bertambah di berbagai daerah.Di Kupang, NTT, jumlah penderita terus meningkat sejak Kamis (24/1) hingga pemerintah setempat menetapkan status KLB.
Kabid Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih mengatakan, sampai dengan Sabtu (26/1), jumlah korban telah mencapai 157 orang yang tersebar di 40 dari 51 kelurahan.Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan pada Jumat (25/1) yang tercatat 134 kasus.
Sampai saat ini, kata dia, tak ada korban jiwa akibat DBD karena setiap pasien langsung ditangani dengan baik oleh setiap rumah sakit di Kota Kupang.Hal ini karena Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore menginstruk sikan setiap RS memberikan prioritas pela yanan kepada penderita demam berdarah dengue.
Dari sisi pencegahan, tim kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama puskemas turun ke masyarakat untuk menabur bubuk abate di tempat penampungan air milik warga.
Di Provinsi Gorontalo, kasus DBD mulai terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara.Padahal, kasus DBD belum ditemukan di kabupaten tersebut pada awal tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gorontalo Utara Yamin Lihawa mengatakan, DBD mulai menyerang pada akhir bulan ini dan jumlah penderitanya cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir."Sejak kurun waktu sepekan ini, peningkatan kasus mulai terjadi.
Virus dengue di Kabupaten Pur wakarta, Jawa Barat, telah merenggut nyawa anak berusia tujuh tahun. Korban bernama Faza Rifatul Hadanah meninggal dunia pada Kamis (24/1)malam meskipun telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Muhammad Zubaedi membenarkan ada pasien DBD yang meninggal dunia.
"Kasus DBD awal 2019 ini memang ada peningkatan," ujar Zubaedi kepada Republika, Ahad.(antara ed:satria kartika yudha)
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
