Hikmah Republika Hari ini | Republika
21 Oct 2020, 08:33 WIB

Muslim dan Adaptasi Kebiasaan Baru

Seorang Muslim harus berusaha maksimal, baru kemudian bertawakal.

OLEH EDE SURYA DARMAWAN

Umat Islam telah Allah takdirkan sebagai pewaris risalah ilahiyah yang lengkap dan berkesinambungan. Risalah sejak Nabi dan Rasul pertama dan seterusnya hingga disempurnakan dan diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. (QS al-A’la: 14-19).

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir QS al-A’la ayat 14, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman)" sebagai berikut: orang-orang berimaan yang menyucikan dirinya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah SWT dengan mengikuti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Tadabbur dari tafsir QS al-A’la ayat 14-19 menunjukkan bahwa Allah SWT benar-benar telah memberikan kemuliaan dan keberuntungan kepada umat Islam yang meninggikan syariat-Nya dan berusahan menyucikan diri, menegakkan shalat, dan tidak terperdaya tipuan dunia yang fana. 

Terkait

Dalam penerapan risalah Islam, Allah SWT turunkan secara bertahap yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam praktik nyata. Para sahabat pun menerimanya dengan tunduk patuh dan penuh semangat.

Penerimaan sahabat dalam melaksanakan perintah Allah SWT memang menjadi ciri khas. Bagaimana kisah para sahabat Nabi SAW yang meninggalkan khamar ketika Allah SWT mengharamkannya. Demikian pula dengan kesigapan para Muslimah dalam menjalankan perintah untuk mengenakan jilbab.

Saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19. Hingga kini belum ditemukan obat yang dapat membunuh virus Covid-19, begitu juga vaksin untuk mencegahnya.

Maka satu-satunya cara paling efektif menghadapi virus ini adalah melakukan upaya pencegahan sehingga tidak tertular atau menularkan. Menerapkan dengan sigap semua protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, memakai masker, hingga menjaga imunitas tubuh.

Perilaku pencegahan ini merupakan adaptasi terhadap kebiasaan baru atau AKB. Menilik balik catatan sejarah tentang bagaimana sikap dan perilaku para sahabat Nabi SAW di atas, maka mesti bersegera melaksanakan protokol kesehatan yang berbuah pada kebaikan diri dan orang sekitar.

Karena lebih baik menggunakan masker yang jelas manfaatnya daripada nekat tanpa masker dengan alasan tawakal kepada Allah. Hal itu tidak dicontohkan Rasulullah dan para sahabat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengatakan kepada sahabat: "Ikatlah untamu, baru kemudian engkau bertawakal kepada Allah.”

Perjuangan melawan virus Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Layaknya peperangan pada zaman Rasulullah dan para sahabat saat itu, mereka selalu memakai baju zirah (baju besi) sebagai bentuk kesiapan dan kesiagaan menghadapi serangan musuh. Rasulullah dan para sahabat tidak tawakal buta dengan menyerahkan nasibnya pada kata tawakal tanpa usaha maksimal. Mereka berusaha maksimal baru kemudian bertawakal.

Sebagai umat yang mengikuti jalan hidup Rasulullah dan para sahabat, marilah kita lawan virus Covid-19 dengan usaha maksimal dalam bentuk perilaku lebih bersih, lebih sehat, dan lebih taat terhadap protokol kesehatan. Kita aman dari ancaman virus Covid-19, tapi tetap produktif. n


,
×