Objek wisata Baturraden | Wikipedia
27 Jul 2020, 12:07 WIB

Objek Wisata Baturraden Kembali dibuka

Harga tiket mengalami kenaikan dari sebelum adanya wabah Covid-19.

BANYUMAS -- Objek wisata Lokawisata Baturraden yang merupakan objek wisata merupakan milik Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menerima pengunjung. Pembukaan kembali objek wisata ini berlangsung mulai akhir pekan, Sabtu (25/7) lalu.

Meski demikian, harga tiket mengalami kenaikan dari sebelum adanya wabah Covid-19. "Tarif masuk Lokawisata Baturraden memang mengalami kenaikan. Yang tadinya hanya Rp 14 ribu per orang naik menjadi Rp 20 ribu pada hari biasa dan Rp 25 ribu pada Sabtu dan Ahad," jelas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, Ahad (26/7).

Dia menyebutkan, kenaikan tarif objek wisata Lokawisata Baturraden tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2020, tentang Retribusi Jasa Usaha Pariwisata. "Dalam Perda tersebut juga diatur mengenai pengelolaan objek wisata pada masa terjadi wabah," katanya.

Menurutnya, pihaknya mengambil kebijakan kenaikan tarif juga dilandasi beberapa pertimbangan. Antara lain, dibandingkan dengan objek wisata lain, tiket masuk objek wisata Lokawisata Baturaden sebelumnya, merupakan yang paling murah. "Sebelum wabah, tidak ada objek wisata di Banyumas yang harga tiketnya di bawah Rp 20 ribu," katanya.

Terkait

Lebih dari itu dia berharap, adanya penyesuaian tarif, diharapkan bisa mengejar target PAD dari sektor wisata yang ditetapkan Pemkab. Untuk itu, kuota pengunjung yang sebelumnya ditetapkan 500 orang hari untuk menjaga jarak antar pengunjung, dinaikkan menjadi 1.000 orang per hari. Dengan perubahan ini, aplikasi penjualan tiket masuk lokawisata juga dilakukan perubahan.

"Yang semula, bila pemesan tiket pada satu hari mencapai 500 orang aplikasi langsung tutup, maka dinaikkan menjadi 1.000 orang," katanya.

Asis menyebutkan, pada hari pertama pembukaan Lokawisata Baturraden Sabtu (25/7), hanya ada 226 orang yang memesan tiket dengan menggunakan aplikasi. Dari jumlah pemesan sebanyak itu, yang benar-benar berkunjung ke objek wisata hanya 193 orang. "Mudah-mudahan, pada hari-hari mendatang, jumlah pengunjung akan meningkat lagi," katanya.

 
Adanya penyesuaian tarif diharapkan bisa mengejar target PAD dari sektor wisata
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani
 

66 destinasi wisata Sleman diuji coba normal baru 

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memverifikasi uji coba kegiatan kepariwisataan secara terbatas untuk persiapan destinasi dan usaha jasa pariwisata (UJP) pada adaptasi kebiasaan baru usai pandemi.

Kepala Dispar Sleman, Sudarningsih mengatakan, tujuan dari verifikasi ini tidak lain memastikan dilaksanakannya protokol kesehatan Covid-19. Tidak cuma terlaksana secara baik, tapi benar di daerah-daerah destinasi UJP.

Sehingga, kata Ning, sektor pariwisata tetap mampu menguatkan perekonomian tanpa timbulkan permasalahan baru terkait penyebaran Covid-19 di Sleman. Ia mengungkapkan, verifikasi uji coba sudah dilakukan ke 66 destinasi dan UJP.

"Dari permohonan yang sudah masuk sejumlah 66 destinasi dan UJP, sudah dilakukan verifikasi sebanyak empat kali (dalam dua pekan)," kata Ning, akhir pekan lalu.

Permohonan itu terdiri dari 16 permohonan dari destinasi, empat dari area bermain, dua dari hotel, empat dari restoran, sembilan tempat karaoke, dua tempat spa, dua klub malam, dua MICE, dan angkutan wisata sebanyak 25 permohonan.

Verifikasi dilakukan tim gabungan dari Dispar, Satpol PP, Dinkes dan Bagian Perekonomian Setda Sleman. Sedangkan, indikator diperiksa meliputi penyiapan SDM, sarana dan prasarana, serta pelayanan terkait protokol kesehatan Covid-19.

"Secara umum, pengelola dan pengusaha memiliki komitmen yang kuat dalam menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan Covid- 19 untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pengunjung," ujar Ning.


×