Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (14/4/2020). | Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
27 Oct 2020, 04:20 WIB

Peran Wakaf Selama Pandemi

Wakaf bisa menjadi salah satu cara membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Wakaf bisa menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pada dasarnya, wakaf merupakan sedekah jariyah, yakni menyedekahkan harta untuk kepentingan umat.

Mengatasi penyebaran Covid-19, Dompet Dhuafa (DD) menginisiasi program wakaf alat kesehatan (alkes) dengan konsep patungan wakaf. Dengan demikian, berapa pun dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membeli berbagai alat kesehatan yang meliputi termometer, penyemprotan disinfektan, ventilator, alat rapid test, dan lainnya.

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Imam Rulyawan mengatakan, Dompet Dhuafa telah menempatkan dua titik rumah sakit (RS) berbasis kontainer, yaitu RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur dan RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Parung, Bogor. RS lapangan berbasis kontainer ini akan dikhususkan untuk layanan kesehatan Covid-19.

"Rumah sakit ini di fungsi kan sebagai ruang isolasi, bersifat portabel, dan ramah lingkungan," kata Imam.

Terkait

RS kontainer adalah salah satu solusi cepat dan tepat untuk membuat ruang isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di tengah terbatasnya ruang isolasi yang tersedia di Indonesia. Adanya RS kontainer ini akan menambah harapan hidup pasien Covid-19. Selain itu, diharapkan pasien dapat tertangani dengan baik sehingga angka kematian serta penularan virus korona bisa segera teratasi.

Kolaborasi untuk patungan wakaf alat kesehatan bersama instansi swasta ataupun pemerintah bersama Dompet Dhuafa sangat berarti untuk melakukan upaya mitigasi kesehatan secara bersama-sama. 

photo
Petugas mempersiapkan alat medis ventilator di RS Darurat Covid-19 Kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Ahad (22/3). - (Thoudy Badai/Republika)

Wakaf Pangan

Aksi Cepat Tanggap (ACT) memilih fokus pada ketahanan pangan. Direktur Komunikasi ACT Lukman Aziz mengatakan, ACT memiliki program wakaf lumbung pangan dan wakaf air minum. "Saham yang diwakafkan kepada lembaga dalam situasi pandemi atau new normal ini sangat terasa manfaatnya. Beras-beras didistribusikan kepada yang terdampak Covid-19," kata Lukman kepada Republika.

Awalnya banyak warga yang terkena dampak pandemi tidak bisa makan. Mereka kelaparan disebabkan usahanya kolaps, dagangan tidak laku, ojek daring tidak mendapatkan penumpang. Dalam kondisi seperti itu, mereka membutuhkan pangan.

Melalui program Humanity Care Line, beras yang bersumber dari lumbung beras wakaf disalurkan kepada yang terkena dampak. Begitu juga lumbung sumur didistribusikan langsung ke masyarakat.

"Pola kita seperti itu, sudah lebih dari satu juta penerima manfaat," katanya. Implementasi distribusi bantuan untuk korban dilakukan di Jabodetabek dan beberapa daerah lainnya. Layanan pangan gratis tersebut didistribusikan oleh 43 cabang ACT di Indonesia. Masyarakat yang membutuhkan bantuan juga bisa mengontak ACT untuk kemudian dilayani bantuan pangan ke daerah setempat.

Wakaf memang berbeda dengan program kemanusiaan ataupun bencana. Lukman berharap makin banyak stakeholder terlibat dalam wakaf karena sejatinya, menurut dia, ada tiga hal yang membawa amal mengalir walaupun manusia sudah berpulang ke sisi Allah SWT. Salah satunya amal jariyah yang merupakan gambaran dari wakaf.

Pahala dari harta yang diwakafkan akan terus mengalir. Diharapkan makin banyak hati yang tergerak melakukan wakaf. Para pemilik perusahaan, misalnya bisa tergerak hatinya menjadikan perusahaan Allah, melibatkan Allah dengan mewakafkan sebagian sahamnya sehingga ada keberkahan. "Karena sesungguhnya yang akan dimiliki hanya saham yang diwakafkan itu, terbawa ke akhirat kelak," ujarnya.

 

 

 
 
Rumah sakit ini difungsikan sebagai ruang isolasi, bersifat portabel, dan ramah lingkungan.
 
IMAM RULYAWAN, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa
 

 


Terkini

,
×