Nahdliyin memindai kode respons cepat (QR code) untuk pembayaran zakat, infak dan sedekah secara nontunai melalui Gopay dalam peluncuran Kerja Sama Strategis Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis Digital di Jakarta, beberapa waktu lalu. | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

14 Jul 2020, 06:00 WIB

Perbankan Syariah Gencarkan Kurban Digital

Pemanfaatan teknologi digital dimaksimalkan oleh perbankan syariah yang ingin kurban.

JAKARTA – Sejumlah perbankan syariah menggencarkan kampanye kurban digital kepada nasabahnya. PT Bank BRI Syariah Tbk menawarkan kurban digital bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban di tengah pandemi. Masyarakat dapat berkurban tanpa harus keluar rumah dan membantu pedagang hewan kurban memaksimalkan penjualannya.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah, Mulyatno Rachmanto menyampaikan, pihaknya akan memaksimalkan kurban digital melalui aplikasi BRIS Online. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban secara daring.

"Caranya dengan masuk ke menu Ziswaf kemudian pilih menu kurban, masukkan nominal, dan konfirmasi," kata Mulyatno, Senin (13/7).

BRI Syariah sudah bekerja sama dengan lembaga-lembaga Ziswaf terpercaya seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan ACT sehingga masyarakat bisa memilih sendiri lembaga Ziswaf yang diinginkan. Daging kurban kemudian didistribusikan oleh lembaga-lembaga tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

Mulyatno mengatakan, kurban digital merupakan solusi beramal di tengah pandemi. Pemanfaatan teknologi digital perlu dimaksimalkan untuk hal-hal baik seperti ini, terutama mengakomodir masyarakat yang ingin beribadah.

"Kami memastikan hewan kurban berkualitas dan sudah layak dikurbankan menurut syariat Islam serta melalui kendali mutu yang amanah," katanya.

 
Baru tahun ini kita fokuskan digital. Secara program mirip, setiap tahun kita ada program kurban dengan mengajak nasabah dan lembaga yang kredibel.
BAMBANG SUTRISNO, Sekretaris Perusahaan BNI Syariah
 

Dengan adanya kurban digital, BRI Syariah juga berharap dapat memberdayakan peternak lokal untuk mandiri di tengah kondisi pandemi. Pembeli kurban diprediksi akan jauh berkurang dibandingkan tahun lalu karena terganggunya stabilitas ekonomi akibat pandemi dan sebagian masyarakat yang takut keluar rumah.

BNI Syariah juga mulai memfasilitasi kurban secara digital tahun ini. Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Bambang Sutrisno menyampaikan, setiap tahunnya BNI Syariah memiliki program kurban. Namun, tahun ini fokus perusahaan agar nasabah memanfaatkan kanal digital.

"Baru tahun ini kita fokuskan digital. Secara program mirip, setiap tahun kita ada program kurban dengan mengajak nasabah dan lembaga yang kredibel," katanya kepada Republika, Senin (13/7).

Pemanfaatan kanal digital dalam transaksi lebih memudahkan dan dapat menjaga dari potensi penularan wabah. Bambang menyampaikan, tahun ini program Qurban Progressive dari BNI Syariah bekerja sama dengan lima lembaga diantaranya Global Qurban, Daarul Quran (DaQu), Rumah Zakat (RZ), Dompet Dhuafa (DD), dan Baznas.

photo
Petugas memeriksa kesehatan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung, Jakarta, Jumat (10/7). Pemeriksaan itu dilakukan untuk menjamin kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah - (Republika/Putra M. Akbar)

Program ini, ujarnya dapat dimanfaatkan baik untuk nasabah maupun nonnasabah BNI Syariah. Transaksi atau pembayaran hewan kurban bisa dilakukan melalui beberapa kanal pembayaran yakni mobile banking, internet banking, sms banking, teller, dan ATM.

Tersedia juga pilihan mekanisme pembayaran kurban di lima lembaga yang sudah bermitra. Seperti, transfer langsung ke rekening penampungan kurban sesuai lembaga yang dipilih atau mengakses tautan tertentu yang sudah disiapkan masing-masing lembaga. Harga hewan kurban pun beragam dan tercantum bobot hewan yang bisa disesuaikan mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 20 juta. ';

×