Menteri BUMN Erick Thohir. | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Ekonomi

BUMN Jamin Kredit UMKM

Penyaluran kredit khusus untuk segmen UMKM akan diarahkan ke sektor produktif,

 

JAKARTA -- Pemerintah meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi segmen usaha mikro, kerja, dan menengah (UMKM) untuk memulihkan perekonomian nasional. Pemerintah memberikan penyertaan modal negara (PMN) Rp 6 triliun kepada dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penjamin kredit, yakni PT Askrindo (Persero) dan PT Jamkrindo (Persero).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, PMN disalurkan agar Askrindo dan Jamkrindo memiliki modal untuk menutupi risiko kredit macet bagi UMKM yang meminjam sampai dengan Rp 10 miliar. "Jadi, premi penjaminan kreditnya dibayar oleh pemerintah," kata Sri dalam Peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM di Jakarta, Selasa (7/7).

Sri menggambarkan, penjaminan modal kerja melalui BUMN menyempurnakan paket komplet yang diberikan pemerintah untuk UMKM. Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan restrukturisasi kredit hingga enam bulan, subsidi bunga kredit hingga pajak UMKM yang ditanggung pemerintah senilai Rp 2,4 triliun.

Teranyar, pemerintah menempatkan dana di perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) hingga Rp 30 triliun. Sri mengatakan, pemerintah akan memberikan penjaminan kredit modal kerja UMKM hingga mencapai Rp 100 triliun sampai tahun depan.

Program ini diharapkan mampu mendorong seluruh UMKM yang diperkirakan mencapai Rp 60 juta untuk tetap produktif. Tidak hanya yang di bawah perbankan, juga lembaga pembiayaan lain, seperti PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sampai bank wakaf.

Berbagai stimulus diharapkan mampu mendorong ekonomi kuartal ketiga tidak berada di zona kontraksi seperti yang diperkirakan terjadi pada kuartal kedua. Sri memastikan, pemerintah terus memantau perkembangan dari implementasi stimulus ke UMKM, terutama terkait kredit modal kerja.

 
Berbagai stimulus diharapkan mampu mendorong ekonomi kuartal ketiga tidak berada di zona kontraksi.
 
 

"Setiap hari, Presiden (Joko Widodo) akan melihat angka ini karena ingin ekonomi segera bangkit," ujarnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penjaminan kredit modal kerja bertujuan menurunkan risiko kredit bagi para pengusaha UMKM pada masa pandemi Covid-19 dan mendorong penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) dari perbankan kepada pelaku UMKM. "Untuk mencapai tujuan tersebut, BUMN memiliki peran dan tugas masing-masing," kata Erick.

Pertama, BUMN sebagai penyalur kredit modal kerja (KMK) melalui Himbara (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk) serta anak-anak usaha Himbara seperti BRI Agro. Kedua, BUMN sebagai pemberi penjaminan modal kerja melalui Jamkrindo dan Askrindo serta PT RIU sebagai lembaga reasuransi.

Erick menjelaskan, penyaluran kredit modal kerja dan program penjaminan dilakukan sesuai dengan skema PMK 71/2020, kolaborasi antara pemerintah dan BUMN (Bank Himbara, Jamkrindo, Askrindo, dan PT RIU) sebagai enabler.

Dalam konteks penempatan uang negara pada bank umum sesuai PMK 70/2020, kata Erick, penempatan uang negara merupakan bagian dari pengelolaan kelebihan kas dan bertujuan untuk mendukung pemulihan sektor riil dalam menghadapi pandemi Covid-19 sehingga dapat disalurkan kepada UMKM.

Bank Mandiri telah menyusun pipeline penyaluran dengan alokasi sebesar Rp 20 triliun untuk segmen UMKM dan sebesar Rp 10 triliun pada segmen wholesale. Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, penyaluran kredit khusus untuk segmen UMKM akan diarahkan ke sektor-sektor produktif, antara lain, pertanian, perkebunan, jasa dan perdagangan, industri pengolahan, pariwisata, serta sektor lain yang memberikan dampak pada ketahanan pangan.

Direktur Bisnis Kecil, Ritel, dan Menengah BRI Priyastomo mengatakan, kerja sama dengan Askrindo dan Jamkrindo ini merupakan tindak lanjut dari mandat pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi. Pemerintah mencoba menggerakkan kembali UMKM yang terkena dampak pandemi sehingga debitur UMKM bisa bertahan atau kembali beraktivitas.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto menambahkan, plafon kredit modal kerja yang dapat dijamin pada program sebesar Rp 10 miliar dengan tenor pinjaman hingga tiga tahun. Menurut dia, ada banyak manfaat dari penjaminan kredit modal kerja UMKM dalam program PEN.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat