Petugas melakukan pengasapan (fogging) di Perumahan Makmur Jaya, Drangong, Serang, Banten, Rabu (13/5/2020). Pemprov Banten menginstruksikan kedelapan Pemerintahan Kabupatan/Kota yang ada untuk bersiaga menghadapi peningkatan kasus demam berdarah yang kin | ASEP FATHULRAHMAN/ANTARA FOTO

Tajuk

06 Jul 2020, 05:00 WIB

Waspada DBD Saat Pandemi

Seperti korona, penambahan kasus baru dan kematian akibat DBD terus bertambah.

Indonesia masih berupaya untuk melawan Covid-19 yang telah menyebar di hampir seluruh wilayah di Tanah Air. Tercatat, hingga Sabtu (4/7) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 bertambah sebanyak 1.447 orang. Dengan begitu, total kasus positif Covid-19 menjadi 62.142.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 651 pasien orang. Artinya, total kasus sembuh secara akumulatif sebanyak 28.219 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal dunia bertambah 53 orang. Total akumulasi pasien meninggal karena Covid-19 mencapai 3.089 orang.

Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia memang masih tinggi. Karena itu, tak heran jika pemerintah dan seluruh masyarakat masih memberikan perhatian penuh untuk mengatasi penyebaran virus yang saat ini telah menjadi pandemi.

Selagi fokus masyarakat dan pemerintah terpusat ke korona, penyakit lain ternyata ikut mengancam. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pun mengingatkan mengenai ancaman tersebut dan meminta masyarakat untuk waspada.

 
Yang perlu diperhatikan adalah, seperti korona, penambahan kasus baru dan kematian akibat DBD terus bertambah.
 
 

Satu penyakit yang biasa terjadi menjelang puncak pertengahan tahun seperti saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan, kasus DBD di Indonesia dari pekan pertama hingga ke-27 pada tahun ini telah mencapai lebih dari 70 ribu kasus yang tersebar di berbagai daerah. 

Dari angka itu, jumlah kematian akibat DBD pun hampir mencapai 500 orang. Yang perlu diperhatikan adalah, seperti korona, penambahan kasus baru dan kematian akibat DBD terus bertambah. Karena itu, meski di tengah pandemi Covid-19, pemerintah pun meminta masyarakat agar tetap mewaspadai DBD.

Penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk ini perlu juga mendapat perhatian lantaran wilayah penyebarannya. Ternyata, banyak kasus DBD yang ditemukan di wilayah dengan kasus Covid-19 yang tinggi pula. Seperti Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Karena itu, fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi Covid-19 juga berisiko terinfeksi DBD. 

Untuk itu, kita harus dapat mengenali gejala-gejala DBD. Gejala yang paling umum, yaitu demam tinggi hingga 40 derajat Celcius disertai tubuh yang menggigil dan berkeringat. Selain itu, orang yang menderita DBD juga akan merasakan gejala lainnya seperti sakit kepala, nyeri tulang, nyeri otot, mual, muncul bintik di kulit, hingga pendarahan pada hidung dan gusi.  

Seperti penyakit-penyakit lainnya, cara terbaik mengatasi DBD adalah dengan mencegah penyebarannya. Ini dapat dilakukan jika masyarakat bersama-sama dengan lingkungannya menjaga kebersihan wilayah tinggal. Yang utama adalah kebersihan rumah, seperti dengan membersihkan saluran air dan tempat penyimpanan air. Dengan begitu, jentik nyamuk penyebar virus DBD dapat dimatikan dan dampak bahaya penyakit ini dapat dikurangi.

Kita semua harus menyadari bahwa saat ini merupakan masa yang sulit, khususnya jika terkait dengan kesehatan. Sangat penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Karenanya, tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan untuk tetap sehat pun harus menjadi prioritas. 


×