Layar menampilkan perwakilan KPU Provinsi, Kota dan Kabupaten ketika mengikuti acara penyerahan data pemilih pemula tambahan sekaligus acara launching pemilihan serentak tahun 2020 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (18/6). | Prayogi/Republika
20 Jun 2020, 07:00 WIB

Pilkada dan Transformasi Ekonomi

Rakyat perlu mengetahui transformasi ekonomi para calon kepala daerah di pilkada.

BADRI MUNIR SUKOCO, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga

Bulan lalu (4 Mei 2020), Presiden Joko Widodo menunda pelaksanaan pilkada serentak dari September ke Desember 2020. Meski Perppu No 7 Tahun 2020 telah ditandatangani, dimungkinkan penundaan pilkada lagi, bergantung situasi pandemi Covid-19.

Pilkada ini strategis bagi Indonesia lima tahun ke depan, khususnya dalam menunjang pencapaian visi Kabinet Indonesia Maju untuk lepas dari middle income trap.

Salah satu fokus program kerjanya, mentransformasi ekonomi Indonesia. Berubah dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi manufaktur dan jasa modern yang berdaya saing dan bernilai tambah tinggi.

Terkait

 
Pertanyaannya, bagaimana calon kepala daerah mampu mentransformasi ekonomi daerahnya?
 
 

Selama ini, sebagian besar isu yang diangkat calon kepala daerah masih berkutat figur yang diusung beserta partai pengusungnya. Adapun visi dan program kerja relatif tidak berbeda signifikan dari pejawat ataupun isu populis yang diusung sebelumnya.

Bila itu terjadi lagi, tugas Kabinet Indonesia Maju semakin berat. Sebab, pilkada serentak akan diikuti 270 daerah (49,27 persen dari total 548 daerah), dengan perincian sembilan provinsi (26,47 persen), 37 kota (37,76 persen), dan 224 kabupaten (53,85 persen).

Pertanyaannya, bagaimana calon kepala daerah mampu mentransformasi ekonomi daerahnya?

Kota rujukan

Salah satu kota yang saat ini menjadi rujukan transformasi ekonomi adalah Pittsburgh, AS. Sejak akhir 1800-an, kota ini terkenal sebagai kota baja. Terdapat kurang lebih 300 pabrik baja.

Banyak pengusaha besar awal abad ke-20 yang lahir, salah satunya Andrew Carnegie, salah satu filantropis pendiri Carnegie Mellon University (CMU). Ketika deindustrialisasi terjadi pada 1970-1980-an, kota ini kehilangan daya tariknya untuk ditinggali.

Namun, sejak akhir 1990-an, kota ini memulai transformasi ekonomi dengan mengandalkan sektor pendidikan dengan motor CMU dan University of Pittsburgh (Pitt) yang memiliki riset dasar dan terapan yang hebat. Andalan lainnya, kesehatan dan teknologi tinggi.

Saat ini, ada enam perusahaan Fortune 500 di Pittsburgh, lebih dari 1.600 perusahaan teknologi tinggi, termasuk Google dan GlaxoSmithKline yang sebagian besar diinkubasi CMU.

Saat ini, Pittsburgh memiliki pekerjaan terkait STEM sekitar 80 ribu posisi, jauh lebih tinggi dibandingkan kota lain. University of Pittsburgh Medical Center menyerap tenaga kerja terbesar, yakni 55 ribu orang dengan pendapatan sekitar Rp 150 triliun.

Adapun Pitt, memiliki pegawai 10.700 orang dengan anggaran operasional  berkisar Rp 30 triliun tahun 2020. Inilah yang menjadikan pendapatan per kapita Pittsburgh sejak 2010, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional AS.

Perlu disadari, pemerintah daerah tak memiliki seluruh sumber daya untuk mentransformasi ekonominya. Tidak hanya memiliki perguruan tinggi kelas dunia, tetapi juga keterlibatan beragam pelaku dalam ekosistem ekonomi daerah sangat penting.

Dalam jurnal Long Range Planning, Talmar dkk (2020) mengajukan ecosystem pie model (EPM). Model ini terdiri atas empat dimensi, yaitu resources (R), activities (A), value-added (VA), dan value capture (VC).

 
Perlu disadari, pemerintah daerah tak memiliki seluruh sumber daya untuk mentransformasi ekonominya. 
 
 

Misalnya, ekosistem medical tourism Penang, salah satu kota yang berhasil mentransformasi ekonominya sejak 2000-an. Menurut data Malaysian Healthcare Travel Council, lebih dari 50 persen pasien mancanegara (1,2 juta orang pada 2018) berasal dari Indonesia.

Pada 2017, nilai layanan kesehatan itu sekitar Rp 4,14 triliun. Dari keseluruhan pasien Indonesia, 60 persennya memilih Penang sebagai tempat berobat dengan pertimbangan layanan kesehatan berkualitas, tetapi terjangkau.

Dalam membangun ekosistem ini, perlu keterlibatan perguruan tinggi (PT) yang menyediakan trained specialist.

Dalam hal ini, R yang dimiliki PT adalah pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan. Ini terfasilitasi oleh Universitas Sains Malaysia (USM) di Penang. Lalu, A yang dilakukan adalah riset dan melatih dokter spesialis ataupun perawat berkelas dunia.  

USM dan universitas lain di Penang juga menawarkan VA dengan menyediakan riset dan treatments terkini pada penyakit-penyakit yang disembuhkan. Adapun penghasilan dari lisensi riset dan teknologi yang digunakan merupakan VC yang didapat.

Bagaimana peran pemerintah kota? Yakni, R yang dimiliki berupa hak perizinan layanan publik dan menyediakan dana subsidi dari pajak daerah. Lalu, A yang dilakukan di antaranya menyinergikan pelaku yang berperan dalam pengembangan medical tourism

 
Sudah waktunya, rakyat tidak hanya diberikan pilihan yang cuma menonjolkan figur para calon kepala daerah atau partai pengusungnya.
 
 

Adapun VA, melalui peraturan daerah memberikan insentif berupa bebas pajak selama tiga tahun. Sedangkan VC yang didapatkan berupa meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah, pendapatan per kapita, dan indeks kepuasan penduduk kota akan meningkat.

Momen krusial

Pilkada serentak tahun 2020 ini sangat krusial. Hampir 50 persen kepala daerah berganti atau meneruskan jabatannya sesuai pilihan rakyatnya.

Sudah waktunya, rakyat tidak hanya diberikan pilihan yang cuma menonjolkan figur para calon kepala daerah atau partai pengusungnya, tetapi juga transformasi ekonomi apa yang dibawa agar kesejahteraan penduduknya semakin meningkat.

Calon kepala daerah bisa menggunakan kerangka EPM untuk merencanakan transformasi ekonomi dan mengorkestrasinya saat terpilih nanti. Mereka bisa mulai memperkenalkan industri strategis apa yang kelak dibangun jika terpilih. n


×