Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019). | ANTARA

Nusantara

13 Jun 2020, 12:19 WIB

Pembangunan Jalur Sepeda Ditunda

Jalur sepeda ditunda karena anggarannya untuk penanganan Covid-19.

SERANG -- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membangun jalur khusus sepeda di sembilan ruas jalan pada 2020, diputuskan diundur hingga 2021. Keputusan itu dilakukan karena anggaran proyek tersebut digeser untuk penanganan pandemi Covid-19 di ibu kota Provinsi Banten tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Serang, Maman Luthfi, menjelaskan, penundaan pembangunan jalur khusus sepeda dilakukan sebagai imbas penyebaan virus korona. Menurut dia, jika tidak ada pandemi Covid-19, jalur sepeda itu sudah mulai dibangun pada bulan ini.

Sembilan rute itu, meliputi Jalan Ki Mas Jong--SDL, Jalan Brigjen KH Sam'un--SMA Mardiyuana, Jalan Veteran, Jalan Jenderal Ahmad Yani--SMAN 1, Jalan Abdul Latif--SDN Rau, Jalan KH Sochari, Jalan Ciwaru-SD Pancamarga, Jalan Abdul Hadi, serta Jalan Yusuf Martadilaga--SDN 20 Kota Serang.

"Rencana pembangunan jalurnya tahun ini, cuma masalahnya semua anggaran terkait 2020 kan digeser untuk penanganan Covid-19. Tahun depan kita usahakan lagi, kita jadikan program prioritas dinas untuk masyarakat," kata Maman di Kota Serang, Jumat (12/6).

Dia menjelaskan, jalur sepeda seharusnya dimulai pengerjaan fisiknya mulai triwulan pertama 2020. Pemasangan rambu dilakukan lebih dulu, sebelum sembilan rute itu diberi tanda.

Namun, karena pandemi menyergap Indonesia sejak Maret lalu, akhirnya proyek tersebut belum dieksekusi. "Mundur banget memang, tapi ini kan juga karena mengikuti instruksi pemerintah pusat untuk fokus penanganan Covid-19," ucap Maman.

 
Jalur sepeda itu sebenarnya digadang-gadang bisa menjadi solusi untuk penataan pedagang kaki lima.
 
 

Dia menjelaskan, program itu sebenarnya digadang-gadang bisa menjadi solusi untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di badan jalan. Termasuk parkir liar, khusunya di pusat kota, menurut Maman, juga bisa diselesaikan jika jalur sepeda selesai dibangun. Namun, kata dia, wabah virus korona yang tak disangka-sangka datang, sehingga program unggulan tersebut baru bisa dikerjakan pada tahun depan.

"Sekarang untuk menanggulangi parkir liar atau PKL di badan jalan kita lakukan penertiban keliling secara persuasif karena di masa pandemi ini diarahkan agar tidak ada penindakan," kata Maman.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri mengatakan, pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 memang tidak terelakkan. Dia menyebut, pengunduran program yang sebenarnya dirasa penting bagi publik, harus direlakan demi mengutamakan penanganan virus korona.

Hasan menjelaskan, Pemkot Serang tidak bisa menolak untuk merealokasi anggaran demi penanganan Covid-19 lantaran merupakan instruksi pusat. "Banyak anggaran yang harusnya buat publik, infrastruktur, dan lainnya jadi diarahkan untuk layanan kesehatan, jaring pengaman sosial, sampai recovery ekonomi," kata politikus PKS itu.

Hasan mengakui, program jalur sepeda adalah salah satu rencana penting pemkot dalam menata kota dan memberikan fasilitas bagi publik. Langkah itu juga sekaligus ingin menghilangkan PKL dan parkir liar di bahu jalan. Hanya saja, ia menyarankan agar sekarang penertiban tetap dilakukan, tetapi dengan cara persuasif. Pasalnya, dalam keadaan ekonomi sulit seperti sekarang, PKL yang berjualan barang pasti juga terimbas pandemi Covid-19.

"Kalau PKL kan memang masyarakat itu mencari fasilitas untuk kehidupan ekonomi mereka, jadi untuk sekarang bisa merelokasi PKL ke tempat strategis atau dibuatkan sentra jajanan," ujarnya.


×