Kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pabrikan diuji membuktikan keampuhan strateginya menghadapi new normal. | SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

Otomotif

11 Jun 2020, 19:08 WIB

Bekal Pabrikan Hadapi New Normal

Pabrikan diuji membuktikan keampuhan strateginya menghadapi new normal.

 

Secara bertahap, sejumlah daerah mulai menjadikan bulan ini sebagai masa transisi menuju kelazim an baru atau new normal. Kebijakan itu tentu disambut baik oleh dunia industri, tak terkecuali industri otomotif.

Untuk mengakomodasi hal itu, pabrikan otomotif pun tengah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satu pabrikan yang telah bersiap adalah Suzuki Indonesia. Dalam menyambut tatanan baru, Suzuki kini bersiap menghadirkan produk yang pas di pasaran.

Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel mengatakan, masa transisi perlu disikapi dengan bijak, sehingga kegiatan masyarakat dapat berjalan, namun tetap memperhatikan faktor kesehatan.

"Kondisi ini tentu menghadirkan ceruk pasar bagi industri otomotif. Mobil memang bukan kebutuhan yang jadi prioritas dalam masa seperti ini, tetapi pasti ada juga yang membutuhkan mobil untuk menunjang keperluan sehari-hari," kata Harrold dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot), pekan lalu.

photo
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. Pabrikan diuji membuktikan keampuhan strateginya menghadapi new normal - (SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO)

Suzuki melihat, kelaziman baru mungkin akan membuat publik yang benar-benar memperhatikan kesehatan berusaha untuk menekan penggunaan transportasi umum. Agar dapat tetap melakukan mobilisasi, mereka akan beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Oleh karena itu, Suzuki mencoba untuk mengakomodasi ceruk pasar tersebut. "Kita melakukan kajian soal produk apa yang paling pas untuk mengisi ceruk pasar. Tentu produk yang disajikan juga harus sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat," ujarnya.

Meski ia belum memastikan jenis apa yang akan diluncurkan, tetapi produk itu memang yang sudah direncanakan di pasar Indonesia. Artinya, semua produk yang direncanakan tetap akan dipasarkan di Indonesia, namun hanya mengalami perubahan timing sesuai dengan kondisi pasar.

Ia menjelaskan, pandemi ini telah memicu semangat Suzuki untuk menghadirkan produk yang paling pas di waktu yang tepat. Oleh karena itu, kebijakan ini pun diiringi dengan peninjauan strategi setiap bulan lewat focus group discussion dan survei.

Diharapkan, lewat seluruh strategi itu, Suzuki dapat menghadirkan produk yang pas serta dalam program pemasaran yang paling sesuai. Dengan begitu, Harrold optimistis pasar nantinya akan segera tumbuh seiring dengan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang terjangkau, aman, dan fungsional.

4W Marketing Director SIS, Donny Saputra, mengatakan, saat ini Suzuki tengah menyiapkan produk baru, dan akan diperkenalkan pada saat yang tepat. "Kehadiran produk atau varian baru ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan stimulan bagi pasar otomotif Tanah Air," kata Donny kepada Republika, Selasa (9/6).

Kembali pada soal strategi produk, hal ini pun menjadi salah satu strategi yang juga akan diterapkan oleh Honda. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan, peluncuran produk baru merupakan salah satu strategi jitu dalam mendongkrak pasar.

"Namun, dalam setiap kondisi, termasuk dalam new normal, peluncuran produk baru selalu melihat situasi pasar dan kebutuhan konsumen," kata Billy.

 
Dalam new normal, peluncuran produk baru selalu melihat situasi pasar dan kebutuhan konsumen.
YUSAK BILLY, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor
 

Ia menekankan, ada sejumlah faktor yang menentukan peluncuran produk Honda. Selain melihat sejumlah instrumen pasar yang berkaitan dengan kondisi new normal, Honda juga sangat memperhatikan instrumen lain untuk menentukan produk atau model apa yang akan diluncurkan.

"Hingga saat ini, Honda masih terus melakukan kajian soal model dan timing peluncuran produk terbaru. Sehingga nantinya dapat menjadi sebuah produk yang tepat dan hadir di saat yang tepat," ujarnya.

Di satu sisi, Billy mengamini bahwa salah satu potensi pasar yang nantinya terbentuk adalah adanya peralihan dari transportasi umum menjadi menggunakan kendaraan pribadi atas alasan kesehatan. Oleh karena itu, Honda berkomitmen untuk terus mengadirkan produk dan layanan yang paling pas untuk konsumen dalam kondisi apa pun.

Melihat strategi yang dilakukan oleh sejumlah pabrikan ini, pengamat otomotif, Bebin Juan, menilai, jenis produk memang salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam mendongkrak pasar. Namun, pandemi ini merupakan kondisi yang menantang, sehingga pabrikan juga diuji untuk dapat membuktikan keampuhan strateginya. "Setiap pandemi kondisinya selalu berbeda. Sehingga, sulit untuk memprediksi bagaimana respons pasar atas tawaran produk baru," kata Bebin.

Namun, lanjut dia, rencana peluncuran produk baru ini tentu juga akan memberikan opsi yang kian beragam bagi konsumen. Meskipun, menarik untuk dinanti bagaimana hasil terobosan itu nantinya, apakah mampu memberikan stimulus secara signifikan terhadap pasar?


×