Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan pelaksanaan normal baru, di Summarecon Mal Bekasi, Selasa (26/5). | Dok Istana Kepresidenan

Ekonomi

Normal Baru di Mal

Jumlah pengunjung di mal dan pusat perbelanjaan akan dibatasi.

Pemerintah sedang mematangkan penerapan prosedur new normal atau normal baru. Secara sederhana, prosedur ini mewajibkan seluruh masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Tak hanya itu, daerah-daerah yang masuk ke dalam zona hijau berpeluang membuka kembali pusat-pusat perekonomian dengan sejumlah syarat. Syarat yang harus dipenuhi adalah penerapan protokol baru di bawah prosedur kenormalan baru. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, salah satu protokol baru yang harus dipenuhi tempat usaha bila nanti kembali buka adalah pembatasan jumlah pengunjung. Misalnya, sebuah pusat perbelanjaan atau mal yang sebelumnya mampu menampung 10 ribu pengunjung, akan dikurangi menjadi 5.000 pengunjung saja.

"Bagaimana tahunya sudah 5.000 orang? Nanti satpam-satpam di depan akan menghitung. Kalau sudah lewat maka yang di atas 5.000 antre dulu di luar, di sebuah tempat. Nanti orang sudah keluar, dia masuk," ujar pria yang akrab disapai Emil seusai mendampingi Presiden Jokowi meninjau persiapan prosedur normal baru di Summarecon Mal Bekasi, Selasa (26/5).

Tak hanya bagi pusat perbelanjaan, pembatasan jumlah pengunjung juga diberlakukan untuk restoran dan toko-toko skala kecil. Seperti yang berlaku di pusat perbelanjaan skala besar, setiap tempat usaha harus memangkas kapasitas pengunjung yang masuk atau dilayani.

Selain pembatasan jumlah, protokol baru nantinya mewajibkan seluruh pengunjung mengenakan masker dan sarung tangan. Khusus untuk sarung tangan, diperuntukkan pengunjung yang berbelanja di supermarket atau aktivitas lain yang mengharuskan memegang belanjaan.  

"Kenapa? Orang pegang-pegang nanti di tempat usaha kan. Beli shampo enggak jadi, datang pengunjung lain, pegang lagi. Nanti mungkin ada potensi penularan. Jadi itulah adaptasi baru yang akan kita lakukan di tempat ini," ujar Emil.

 

photo
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan pelaksanaan normal baru, di Summarecon Mal Bekasi, Selasa (26/5). - (Dok Istana Kepresidenan)

Pemerintah membagi laju penularan Covid-19 di setiap daerah ke dalam lima zona. Terparah adalah zona hitam, diikuti zona merah, kuning, biru, dan terendah adalah zona hijau. Di Jawa Barat, ujar Emil, masih ada tiga kabupaten/kota berstatus zona merah, 19 daerah zona kuning, dan lima daerah zona biru.

"Belum ada zona hijau. Tapi kalau dipersempit -zooke dalam kelurahan, level zona merah banyak yang sudah menjadi hijau. Summarecon Mal Bekasi ini masuk kelurahan zona hijau," ujar Emil. Dengan begitu, maka kelurahan yang berstatus zona hijau punya peluang masuk ke adaptasi baru dengan tetap menjalankan protokol baru.

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga meluruskan kabar yang beredar bahwa Summarecon Mal Bekasi mulai dibuka untuk umum menyusul adanya kunjungan Presiden Joko Widodo. Emil menegaskan, kehadiran Presiden untuk melakukan simulasi normal baru, bukan untuk membuka mal. 

"Jadi ini adaptasi persiapan. Jadi, tolong berita hari ini bukan membuka mal seperti yang beredar. Ini Presiden melakukan simulasi jika nanti mal-nya sudah mulai bisa dibuka, itu proses simulasinya seperti apa," kata Emil. 

Mengenai adanya pengunjung yang ikut hadir di dalam mal, Emil menjelaskan, sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan, gerai makanan pokok dan obat-obatan tetap diizinkan beroperasi. Hal itulah yang disinyalir membuat ada pengunjung saat kunjungan Jokowi hari ini. 

Pengelola Summarecon Mal Bekasi pun sudah mengklarifikasi melalui media sosialnya. Dalam unggahan di instagram, pengelola menegaskan bahwa SMB masih tutup. Pengelola menyebut sedang menyiapkan protokol kenormalan baru sebelum dibuka resmi pada 8 Juni mendatang.

 

Arahan Jokowi

Presiden Jokowi pada Selasa (26/5) mendatangi dua lokasi untuk meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di tengah pandemi Covid-19. Setelah melakukan peninjauan di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jokowi meninjau Summarecon Mal Bekasi. Jokowi tiba di lokasi pukul 13.50 WIB dan langsung masuk meninjau area pujasera yang berada di dalam mal.

Didampingi Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden melihat-lihat dan memastikan kondisi di lapangan sebelum kebijakan kenormalan baru diterapkan. 

Dalam keterangannya seusai melakukan peninjauan sekitar 15 menit, Jokowi memerintahkan TNI dan Polri untuk menerjukan aparat di setiap titik keramaian masyarakat. Pengerahan aparat keamanan ini ditujukan untuk memastikan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, seperti budaya menjaga jarak, penggunaan masker, dan ketersediaan fasilitas cuci tangan di ruang publik.

"Kita ingin tetap produktif tapi aman dari Covid-19. Produktif dan aman Covid-19. Ini yang kita inginkan. Tetapi dalam menuju tatanan baru, kita juga melihat angka-angka dan fakta-fakta di lapangan," ujar Presiden usai peninjauan, Selasa (26/5).

Presiden memastikan penerapan kenormalan baru akan tunduk pada kajian epidemiologi terkait penularan Covid-19. Jokowi pun merujuk kepada angka R0, yang dalam kajian epidemiologi memberikan interpretasi mengenai seberapa parah proses penularan suatu penyakit.

Bila R0 di atas angka 1, maka infection rate-nya masih tinggi. Bila R0 kurang dari 1, maka infection rate-nya terbilang rendah.

"Angka-angka sebagaimana kurva R0 seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1. Sudah bagus. Kita harapkan ke walikota dan gubernur agar di Jabar, di Bekasi khususnya, terus ditekan agar R0 di bawah 1," ujar Jokowi.

Presiden menekankan bahwa pengerahan aparat TNI dan Polri diharapkan bisa mendisiplinkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. Aparat akan memastikan apakah masyarakat mengenakan masker di ruang publik, menjaga jarak, dan mencuci tangan bila diperlukan.

"Juga menghindarkan orang dari kerumunan atau saling berdesakan. Ini yang ingin kita pastikan. Sehingga hari ini sudah dimulai TNI Polri menggelar pasukan dan aparatnya di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota," ujar presiden. 

Keempat provinsi yang menjadi percontohan dalam persiapan penerapan normal baru adalah DKI Jakarta, Gorontalo, Sumatra Barat, dan Jawa Barat. "Kita ingin sekali lagi bisa masuk ke normal baru. Masuk ke tatanan baru dan kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul sebuah kedisiplinan yang kuat sehingga R0 bisa terus kita tekan di bawah 1," kata Jokowi.

 

 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat