Elly | Republika
16 May 2020, 06:51 WIB

Elly Bangkitkan Imunitas UMKM

Sebanyak 70 persen UMKM binaannya terdampak Covid-19.



Usaha mikro, kecil, dan me nengah (UMKM) memang sedang diterpa badai. Meski demikian, Elly (46 tahun) masih meyakini daya tahan ekonomi rakyat itu. Dia pun tak tinggal diam dan tetap memperjuangkannya. Terlebih, saat pandemi Covid-19 melanda dan menyerang sektor ekonomi bangsa.

Sudah sejak lama Elly menyadari peran UMKM sebagai penyangga ekonomi negara. Terjangan krisis ekonomi di 1998-1999 yang melanda Indonesia menjadikan UMKM seba gai tulang punggung bergeraknya per ekonomian dari nadir ke titik zenith. Ketertarikan Elly dimulai ketika dia terjun ke dalam sebuah Program Nasional Pem berdayaan Mandiri (PNPM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2014.

photo
Elly - (Republika)



Dari empat sektor pemberdayaan mandiri, terdapat program pemberdayaan ekono mi. Elly dipercaya menjadi pendamping serta trainerdi bidang ekonomi. Ada dana bergulir kepada kelompok masyarakat yang dibina (dari program tersebut), jadi kita bina mereka dengan usaha-usaha yang mereka miliki, kata Elly saat dihubungi Republika, Selasa (12/5).

Seiring berjalannya waktu, minatnya untuk berkontribusi dalam pembinaan sektor UMKM makin tumbuh. Elly kemudian bergabung dengan program One Kecamatan, One Center of Entepreneurship (OK OCE) Pemprov DKI Jakarta. Dia pun dipercaya menjadi coachuntuk mitra-mitra UMKM se- DKI Jakarta.

Tak berhenti sampai di situ, aktivitas Elly dalam membina UMKM juga mengarah kepada program mandiri alias non-pemerintah. Elly menilai, UMKM yang memang berskala kecil memiliki kekuatan jaringan untuk saling menopang. Dia pun menyarankan kepada seluruh UMKM binaannya agar selalu mendahulukan bisnis secara berjejaring.

photo
Elly - (Republika)



Menurut dia, sebanyak 70 persen UMKM binaannya terdampak Covid-19. Usaha mereka jatuh. Namun begitu, 30 persen lainnya mampu bangkit berkat spirit keber samaan. Menurut dia, jejaring satu sama lain saling membantu. Kalau ada satu UMKM yang memiliki modal lebih besar dibanding UMKM lainnya, saya sarankan agar yang kecil ini segera bergabung. Ya jadi reseller, bantu jual, atau promosikan, kata dia.

Di sisi lain, UMKM juga dinilai tak boleh fokus kepada satu barang tertentu untuk dijual di saat situasi ekonomi sedang tak menentu seperti sekarang. Terlebih terdapat pola belanja dan konsumsi masyarakat yang berubah akibat Covid-19. Misalnya, kata dia, ketika awal kasus Covid-19 merebak di Indonesia, pihaknya menyarankan agar sektor UMKM dapat memproduksi produk-produk kesehatan yang saat itu mulai langka ditemui di pasaran. Antara lain produksi masker hingga sabun kesehatan.

Apabila terdapat suatu UMKM yang tak memiliki kemampuan serta modal yang cukup untuk memproduksi produk yang dibutuhkan konsumen, dia meminta mereka bergerak. Tanpa memproduksi saja misalnya, UMKM mampu berkolaborasi dengan UMKM pemilik modal atau produsen pertama. Jadi, bentuk kolaborasinya bisa apapun, dan itu meski hanya untung Rp 1.000- Rp 2.000 juga lumayan, kata dia.

 
Suara Elly
(Republika)
 



Wabah Covid-19 diakuinya memang musibah yang sangat berat dan di luar pre diksi. Namun, bukan berarti UMKM harus terus pesimistis tanpa mau berinovasi sama sekali. Dia percaya, di balik musibah Covid-19 yang melanda Indonesia, Allah telah menyisipkan hikmah di baliknya. Terbukti, kata dia, ada UMKM baru binaannya yang mempunyai keahlian memproduksi sabun kesehatan. Artinya kan ini hikmah. Ada suatu hal baru yang ia miliki, syukur-syukur setelah Covid- 19 bisa digunakan untuk memproduksi dagangan," kata dia.

Sejak mengenal dan berjibaku dalam lingkup UMKM, Elly memperhatikan bahwa kon tribusi sektor tersebut bukanlah hal yang sebelah mata. Ia pun selalu mengimbau kepada setiap UMKM binaannya untuk tetap optimistis dan menghindari berkeluh kesah. Baginya, berjiwa UMKM merupakan praktik, dedikasi, serta peranan karya dan kontribusi untuk bangsa dan negara. Dia pun berharap seluruh UMKM di Indonesia mampu bangkit dan kembali menunjukkan tajinya.

Terkait

photo
Elly - (Republika)




"Artinya kan ini hikmah. Ada suatu hal baru yang ia miliki, syukursyukur setelah Covid-19 bisa digunakan untuk memproduksi dagangan."

Profil
Nama lengkap: Elly
Tempat, tanggal, lahir: Kalimantan, 16 November 1973
Riwayat organisasi:
* Pengurus OK OCE Melawai Indonesia, pelatih pembuatan sabun cair dalam bisnis plan (2016),
* Pendamping masyarakat di PNPM Kementerian PUPR (2014-2017), pengelola stock di Panin Life (2012-2014), marketing mabel jati (2003-2006),
* Akuntan sejak (1993-2003),
* Bendahara di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), bendahara di Yayasan Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga), Ketua Yayasan Bina Muallaf Muttawin.


×