Sejumlah perawat melaksanakan aksi simbolis pada Hari Perawat Internasional untuk menghormati kolega yang telah meninggal karena virus korona di Esplanada dos Ministerios, Brasilia, Brasil, Selasa, (12/5). Sekitar 100 perawat mengenakan mantel putih, post | EPA-EFE/Joedson Alves

Nasional

16 May 2020, 02:00 WIB

Perawat Minta Kebijakan Lebih Tegas

Perawat menilai kebijakan yang diambil terkait Covid-19 terkesan berubah-ubah.

 

JAKARTA –- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meminta pemerintah lebih tegas dalam mengambil kebijakan terkait penanganan Covid-19. Mereka menilai, sejauh ini kebijakan yang diambil terkesan berubah-ubah dan membingungkan masyarakat. “Tentu, kami kecewa karena kami ingin wabah ini segera berakhir,” kata Ketua Tim Penanganan Covid-19 PPNI Jajat Sudrajat kepada Republika, di Jakarta, Jumat (15/5).

Hal tersebut disampaikan Jajat berkenaan dengan kepadatan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (14/5) lalu. Kepadatan terjadi setelah pemerintah memperbolehkan moda transportasi udara di bandara tersebut kembali beroperasi.

Kepadatan akibat antrean tersebut sangat berisiko dan berpotensi dalam penyebaran serta penularan virus Covid-19. Secara keseluruhan, Jajat menilai, pemerintah tidak memiliki langkah yang tegas dan jelas untuk menghadapi Covid-19. Seharusnya, pemerintah bisa tegas dan jelas pada setiap kebijakan yang dibuat. “Jangan membingungkan masyarakat, terutama tenaga kesehatan,” kata anggota Departemen Organisasi PPNI ini.

Dalam kebijakannya, Presiden Jokowi sempat melarang warga untuk mudik. Seiring waktu, pemerintah kemudian memberikan izin operasi bagi berbagai transportasi untuk mengangkut penumpang ke luar daerah dengan catatan harus menaati protokol kesehatan.

Belakangan, Polda Metro Jaya juga mengizinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan untuk bersilaturahim atau mudik lokal saat Lebaran. Namun, mereka mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ada.

photo
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat (rapid test)Covid-19 terhadap sejumlah pedagang di Pasar Botania 2, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (15/5). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di sejumlah pasar tradisional. - (M N Kanwa/ANTARA FOTO)

Antrean penumpang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (14/5) pagi. Sebuah foto yang menampilkan penumpukan antrean calon penumpang tanpa mengindahkan jaga jarak sosial kala pandemi Covid-19 beredar viral di media sosial. “Antrean calon penumpang pesawat di posko pemeriksaan dokumen perjalanan terletak di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 04.00 WIB,” ujar Senior Manager Branch Communications and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga, pada Kamis (14/5).

Terkait insiden itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerima laporan adanya maskapai yang tidak menerapkan Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pelanggaran tersebut terkait ketidakpatuhan terhadap penerapan jaga jarak fisik.

“Begitu juga dengan melebihi kapasitas tempat duduk yang telah ditetapkan dalam peraturan yang berlaku. Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Novie, Kamis (15/5).

Sembuh signifikan

Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Per Jumat (15/5), jumlah kasus sembuh mencatatkan rekor terbanyak dengan jumlah 285 orang sehingga secara kumulatif pasien yang ‘menang’ melawan Covid-19 mencapai 3.803 orang.

“Kasus sembuh bertambah 285 orang sehingga menjadi 3.803 orang. Kasus meninggal ada 33 orang sehingga totalnya menjadi 1.076 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto saat konferensi pers, Jumat (15/5).

photo
Petugas medis mendata warga yang akan mengikuti tes swab di Kayuringin Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/5). - (Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO)

Jumlah kasus positif masih mengalami penambahan sebanyak 490 orang. Namun, angka ini menunjukkan tren penurunan dalam tiga hari terakhir. Pada Rabu (13/5), penambahan pasien positif sebanyak 689 orang, sedangkan pada Kamis (14/5) sejumlah 568 orang. Dengan demikian, total kasus tercatat mencapai 16.496 orang.

Yurianto mengatakan, tak ada satu provinsi pun di Indonesia yang terbebas dari Covid-19. Virus korona meluas hingga 383 kabupaten/kota di 34 provinsi. “Artinya, sudah hampir sebagian besar kabupaten kota kita sudah terdampak,” kata dia.

Sementara itu, akumulasi kasus orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 262.919 orang dan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 34.360 orang. Yuri menegaskan, bertambahnya kasus tersebut menunjukkan masih adanya kontak dengan kasus positif tanpa gejala.

Karena itu, Yurianto kembali menekankan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. 

 


×