KH Didin Hafidhuddin mengutip hadits bahwa bersedekah dapat menjauhkan kita dari musibah. | Republika/Rakhmawaty La

Laporan Utama

KH Didin Hafidhuddin: Sedekah Menolak Musibah

Mudah-mudahan dengan bersedekah dan berinfak dijauhkan dari marabahaya.

Salah satu ibadah yang utama pada bulan suci Ramadhan adalah bersedekah. Terlebih, di tengah pandemi Covid-19, sedekah yang disalurkan sangat bermanfaat, khususnya bagi warga yang ekonominya terdampak akibat wabah. Wartawan Republika, Andrian Saputra, mewawancarai mantan ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KH Didin Hafidhuddin mengenai keutamaan bersedekah saat Ramadhan dan di tengah wabah pandemi.

 

Di tengah wabah ini, makin banyak masyarakat yang bersedekah lewat platform daring. Bagaimana pengaruhnya dalam penanggulangan wabah korona?

Teknologi itu memang harus digunakan untuk memudahkan kita melakukan kegiatan ibadah. Kalau kita sudah bisa memanfaatkan teknologi, memudahkan itu akan lebih banyak orang-orang yang melakukan (sedekah), dia tidak harus datang, misalnya, ke badan amil zakat atau tempat tempat lainnya, seperti masjid. Namun, dengan teknologi cukup dia transfer, misalnya, apa yang akan dia lakukan.

Inilah makna dengan adanya teknologi. Dan kita memang diperintahkan umat Islam ini harus memanfaatkan teknologi untuk kepentingan ibadah, kepentingan dakwah. Kita tidak boleh malah menjadi budak teknologi dalam pengertian teknologi yang menyuruh kita melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dalam kehidupan. Justru dengan ini kita bisa memanfaatkan teknologi.

Sekarang ceramah, dakwah, dengan Zoom online itu juga keragaman, bahkan lebih luas dan hadirnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan datang langsung. Memang ada kekurangan dan kelebihan. Misalnya, salah satu kekurangannya kalau tidak datang langsung ke ceramah mungkin aspek psikologi, aspek penguatan ruh, tapi dalam kondisi seperti ini itu sudah baik.

photo
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia KH Didin Hafidhuddin. Sedekah dan infak dapat menjauhkan kita dari musibah. - (Republika/ Wihdan)

Bagaimana tuntunan Islam tentang membantu meringankan beban saudaranya, terutama yang terdampak wabah saat ini?

Salah satu tujuan puasa adalah melatih kepekaan sosial atau kesalehan sosial. Kita lapar dan haus siang hari kita merasakan berat, tapi lapar kita kan lapar yang sengaja karena ibadah, haus kita yang disengaja karena ibadah. Namun, mereka yang kelaparan tidak punya penghasilan pendapatan bahkan menjadi orang miskin, apalagi tiba-tiba menjadi orang miskin, sebagai contoh para pekerja harian yang setiap hari harus keluar kalau sekarang sudah dilarang keluar itu kan masalah besar bagi mereka.

Mereka keluar kan untuk memenuhi kebutuhan mereka hari itu. Jadi, kalau misalnya sekarang dilarang keluar mereka tidak punya untuk memenuhi kebutuhan hajatnya untuk diri dan keluarganya.

Maka, orang Islam yang berpuasa diperintahkan berinfak, besedekah. Perhatikan lingkungan, perhatikan tetangga. Maka, perlu ada gerakan memperhatikan tetangga, misalnya masjid punya data jamaah mungkin di antara jamaah yang berdekatan dengan masjid ada yang penghasilannya pas-pasan. Nah itu memperhatikan tetangga adalah sebagian dari keimanan.

 
Memperhatikan tetangga adalah sebagian dari keimanan.
 
 

Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia harus memuliakan tetangga." Dalam pengertian memuliakan mereka itu memperhatikan mereka jangan sampai mereka kelaparan. Bahkan, dalam hadis dikatakan, "Barang siapa tertidur karena kekenyangan sementara tetangganya tidak bisa tidur karena kelaparan, lalu dia biarkan padahal dia tahu maka bukan termasuk umatku."

Jadi, sekali lagi harus kita perhatikan orang orang yang membutuhkan, apalagi saat musibah Covid-19 ini. Apalagi, sekarang bulan Ramadhan, bulan yang harus dipergunakan semaksimal mungkin untuk bersedekah untuk berinfak.

Seperti apa keutamaan bersedekah saat Ramadhan?

Sedekah dalam bulan Ramadhan itu luar biasa. Digambarkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah itu sangat pemurah, selalu bersedekah, dan pada Ramadhan bagai angin yang kencang saking mudahnya bersedekah.

Oleh karena itu, harus kita ikuti. Karena sedekah di bulan puasa luar biasa pahalanya sampai Nabi memberikan ilustrasi barang siapa memberikan sedekah untuk keperluan takjil seorang yang puasa maka pahalanya seperti orang yang berpuasa.

Bayangkan oleh kita, misalnya begini, saya kebiasaan memberi seratus boks kepada orang untuk berbuka makan, misalnya. Berarti seratus boks yang diberikan kepada orang itu pahalanya sama seperti yang diberikan. Luar biasa keutamannya.

Maka, kita lihat tahun-tahun lalu di Makkah, di Madinah, bahkan di masjid-masjid besar orang berlomba memberikan takjil. Istiqlal misalnya, bisa ribuan. Masjid al-Azhar, masjid Sunda Kelapa, at-Tin, dan masjid besar lainnya, itu selalu. Karena di samping diperlukan juga karena pahalanya luar biasa, itu sebabnya Ramadhan sering dikatakan syahrus shadaqah atau syahrus infaq.

Maka, manfaatkanlah untuk berbagi sesama, apalagi pada mereka yang terkena dampak langsung atau tidak langsung dari Covid-19. Yang langsung itu yang positif (terinfeksi) yang tidak langsung itu yang terkena aspek ekonominya, kita harus perhatikan.

Apakah seseorang akan terhindar dari marabahaya termasuk wabah korona?

Mudah-mudahan dengan kita bersedekah dan berinfak itu dijauhkan dari berbagai macam marabahaya. Karena memang Nabi mengatakan, "Asshadaqah tatfaul bala, sedekah itu akan menjauhkan kita, menolak kita dari berbagai musibah. Bukan berarti kebal ya, bukan. Tetapi kalaupun ada musibah pada diri kita itu ujungnya baik. Dihapuskan dosa, diangkatkan derajat, apalagi kalau sabar. Jadi, pengertian menolak musibah itu kalaupun sampai terjadi maka musibah itu ujungnya kebaikan. Itu maksud asshodaqoh tatfaul bala itu akan menjauhkan dari berbagai musibah termsuk korona. Maka, tak usah ragu-ragu untuk bersedekah pada bulan Ramadhan.

photo
Menpan RB Syafruddin (tengah) bersama Ketua Pertimbangan Islamic Book Fair 2019 KH Didin Hafidhuddin (kedua kiri), dan Ketua Panitia IBF 2019 Anies Baswedan (kedua kanan) berfoto bersama usai membuka IBF ke-18 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (27/2/2019). KH Didin mengutip hadits bahwa bersedekah bisa menolak musibah. - (Republika/ Wihdan)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat