Buruh mengumpulkan gabah yang baru dipanen di persawahan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu (2/5/). | BUDI CANDRA SETYA/ANTARA FOTO

Nasional

14 May 2020, 02:00 WIB

Lahan Sawah Baru Disiapkan

Pemerintah butuh sekitar 300 ribu petani baru.

JAKARTA –- Pemerintah mematangkan rencana pembukaan lahan sawah baru di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebagian dari luas lahan yang disiapkan merupakan lahan gambut yang akan ditanami bibit padi Inpara (Inbrida Padi Rawa). Varietas itu diyakini sanggup tumbuh dengan baik di lahan gambut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, potensi pengembangan sawah baru di Kalteng bisa mencapai 255 ribu hektare (ha). Namun, luas lahan yang paling siap saat ini baru 164.598 ha. Dari lahan potensial itu, 85.456 ha sudah memiliki jaringan irigasi. Sementara, 79.142 ha sisanya merupakan potensi ekstensifikasi atau perluasan kemampuan tanam dari lahan produktif saat ini.

“Dari 85 ribu ha tadi, 57.195 ha yang sudah dilakukan penanaman padi selama ini oleh transmigran dan keluarganya,” kata Airlangga, Rabu (13/5).

Presiden Jokowi sebelumnya memerintahkan jajarannya untuk merealisasikan lumbung padi baru di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pembukaan lahan sawah baru ini untuk mengantisipasi kekeringan panjang.

Kalimantan Tengah dipilih sebagai lokasi lumbung padi baru bukan tanpa alasan. Airlangga menyebutkan, penentuan lokasi itu mengikuti masukan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebutkan bahwa curah hujan di Pulau Kalimantan masih cukup tinggi sampai November mendatang. Pada saat yang sama, Pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia dihadapkan pada risiko kekeringan.

photo
Buruh tani menanam padi saat musim tanam di Sidoarum, Sleman, Yogyakarta, Kamis (7/5). - (Wihdan Hidayat/ Republika)

“Curah hujan sampai November masih cukup, masih sekitar 200 mm dan juga kebutuhan air relatif ada. Sehingga, Kementan dan BUMN, PUPR, dan yang lain konsentrasi untuk menyiapkan infrastruktur lumbung pangan di Kalimantan Tengah, di Pulang Pisau,” kata Airlangga.

Rencana pembukaan lahan persawahan baru ini bukan tanpa tantangan. Penambahan lahan sawah di Kalimantan Tengah otomatis perlu dibarengi penambahan jumlah petani. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, idealnya dibutuhkan dua hingga tiga orang petani untuk menggarap 1 ha lahan sawah. “Kalau 200 ribu (hektare), berarti 300 ribu orang harus dimukimkan di sana,” ujar Syahrul seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.

Syahrul mengatakan, menyiapkan petani sebanyak itu bukan perkara mudah. Program serupa pada masa lalu pernah dilakukan dengan mendatangkan ribuan petani. Namun, nyatanya kebanyakan dari petani yang didatangkan hanya sanggup menggarap satu musim tanam.

“Belajar dari kegagalan yang lalu kita kurang petani di situ. Jadi, setelah selesai serbuan tanam, satu musim ditinggalkan. Lahan jadi tertinggal lagi,” kata dia.

Mentan pun berharap pemerintah saat ini bisa belajar dari pengalaman pada masa lalu untuk bisa mendatangkan petani yang siap bekerja dan menetap dalam jangka waktu yang lama. Apalagi, kata Syahrul, penanganan sawah di atas lahan gambut tidak sama dengan penggarapan sawah dataran rendah seperti di Jawa.

“Penanganan di lahan rawa adalah penanganan ekstra-power, maksudnya tidak seperti lahan sawah di Jawa, atau lahan di dataran rendah dan gunung, dia butuh perhatian khusus,” ujar dia. Syahrul menyatakan, akan segera melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk mengecek langsung kesiapan lahan.


×