Polisi menghentikan bus saat penerapan pelarangan mudik di Jalur Pantura (ilustrasi) | Republika/Putra M. Akbar

Jawa Tengah

06 May 2020, 09:25 WIB

Penjagaan di Perbatasan Banyumas Diperketat

Seluruhnya ada empat pos penyekatan yang didirikan di jalur masuk Banyumas.

BANYUMAS -- Petugas di Pos Perbatasan wilayah Banyumas dengan kabupaten lain, makin memperketat penjagaan. Petugas dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan, makin memperkuat pemerikasan terhadap siapa pun yang masuk ke wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

Termasuk di sejumlah ruas jalan tikus, saat ini juga disekat agar orang yang masuk wilayah Banyumas tidak bisa begitu saja dapat melintas. "Penjagaan kita lakukan selama 24 jam sehari. Setiap kendaraan yang melintas akan dilakukan pemeriksaan, sehingga tidak ada penumpang yang lolos tanpa pemeriksaan. Setiap penumpang juga diukur suhu tubuhnya dan kendaraan disemprot disinfektan," jelas Kepala Dishub Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Selasa (5/5).

Ia menyebutkan, seluruhnya ada empat pos penyekatan yang didirikan di jalur masuk Banyumas. Antara lain di wilayah Kecamatan Tambak yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, Sokaraja yang berbatasan dengan Purbalingga, Wangon untuk memeriksa arus kendaraan masuk dari Bandung, dan Ajibarang untuk memeriksa arus lalu lintas dari Jakarta.

Dengan dukungan Polresta Banyumas, imbuhnya, Dishub melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas tingkat kecamatan dan desa untuk memonitor jalur tikus atau jalur alternatif yang bisa dipakai pemudik masuk ke Banyumas.

"Kami minta mereka untuk melarang mobil travel atau mobil dari luar kota melewati jalur tikus, dan diminta putar balik untuk masuk, melalui posko perbatasan yang dijaga oleh petugas gabungan agar terpantau," katanya.

Dalam pemeriksaan petugas di perbatasan, semua penumpang kendaraan akan ditanya dari mana dan hendak kemana. "Bila mereka berasal dari daerah PSBB, akan langsung dibawa ke tempat karantina di GOR Satria," ujar dia.

 
Setiap kendaraan yang melintas akan dilakukan pemeriksaan, sehingga tidak ada penumpang yang lolos tanpa pemeriksaan
KEPALA DISHUB KABUPATEN BANYUMAS, AGUS NUR HADIE
 

Terpisah, menindaklanjuti adanya larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, akibat pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) IV tidak menyiapkan SPBU modular, di sepanjang ruas Tol Trans Jawa di wilayah Jawa Tengah.

Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah mengungkapkan, adanya larangan mudik pada Lebaran tahun ini karena situasi pandemi Covid-19, membuat Pertamina MOR IV juga tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalur Tol Trans Jawa, seperti tahun sebelumnya.

"Meskipun tidak membuka layanan SPBU modular seperti tahun lalu, kami tetap menyiapkan tiga unit Pertashop yang akan disiagakan di jalur tol Trans Jawa jika dibutuhkan atau dalam keadaan darurat," ungkapnya, di Semarang.

Menurut Johan, Pertashop yang di siap kan tersebut memiliki kapasitas masing-masing sebesar 3.000 liter. "Jika memang permintaannya meningkat, Pertashop tersebut masih dapat ditambah lagi kapasitasnya dengan menggunakan mobil tangki BBM," jelasnya.

Untuk ketersediaan BBM di wilayah Kerja Pertamina MOR IV, Johan menegaskan, saat ini dalam posisi ketahanan stok yang cukup guna mengoptimalkan layanan kebutuhan BBM oleh masyarakat.

Pertamina MOR IV juga tetap menyiagakan satuan tugas (satgas) Ramadhan serta Idul Fitri 1441 Hijriyah, guna memastikan distribusi BBM dan elpiji kebutuhan masyarakat di wilayah Jateng dan DIY tetap terjaga.

Kendati di tengah situasi pandemi Covid-19, Pertamina MOR IV tetap mengaktifkan Satgas Ramadhan Idul Fitri 1441 Hijriyah dan Covid-19 (Rafico), yang telah dimulai pada awal Mei 2020, sebagai upaya monitoring situasi penyaluran BBM dan elpiji di wilayah Jateng dan DIY.


×