Sidi Hasan berpose dengan sepeda yang ia gunakan mengantar barang-barang di Pamplona, Spanyol, pekan lalu. | AP

X-Kisah

Sepeda Jadi Favorit Pascakarantina

Oleh DWINA AGUSTIN

Setengah jalan telah dilalui Juan Pasamar untuk menuju tempat bekerja. Secara tiba-tiba, polisi memberhentikan perjalanannya bersepeda karena dinilai melanggar aturan lockdown virus korona di Spanyol dengan berolahraga di tampat umum.

"Anda punya mobil, bukan? Mengapa Anda tidak menggunakannya?" kata petugas keamanan kepada Pasamar.

Pasamar adalah salah satu warga Spanyol yang memutuskan untuk menggunakan sepeda dalam perjalanan pulang-pergi ke kantor di luar Zaragoza. Dia akhirnya harus menyewa pengacara agar bisa meyakinkan polisi bahwa ia tak melanggar larangan pemerintah dengan bersepeda selama lockdown.

Ketika negara-negara berusaha mengembalikan ekonomi setelah kehancuran akibat pandemi virus korona, penggunaan sepeda menjadi cara untuk menghindari berdesakan di kereta dan bus. Kondisi ini menghidupkan lagi aktivitas menggoes mulai dari Jerman hingga Peru.

Pemimpin Federasi Sepeda Eropa, Morton Kabell, menyatakan, transisi ke lingkungan perkotaan yang lebih ramah sepeda diperlukan jika ingin kota kembali berfungsi. "Banyak orang akan takut naik angkutan umum, tetapi kita harus kembali bekerja suatu hari nanti. Sangat sedikit kota yang dapat menangani lebih banyak lalu lintas mobil," katanya.

Selain jalur sepeda yang dipisahkan oleh trotoar, Kabell mendukung subsidi sepeda listrik. Upaya ini dapat mendorong para pengendara yang memiliki perjalanan lebih lama atau berbukit bisa terbantu.

 
Anda punya mobil, bukan? Mengapa Anda tidak menggunakannya.
 
 

Pemanfaatan sepeda ini merujuk ke Kopenhagen, ibu kota Denmark, dan Belanda. Separuh dari pengendara harian di wilayah tersebut adalah pengendara sepeda sedangkan Belanda memiliki jaringan jalur sepeda yang luas.

Namun, negara-negara di seluruh dunia mengejar dengan kecepatan yang berbeda. Pemerintah Prancis meminta aktivis bersepeda Pierre Serne untuk menyusun rencana dengan hasil rekomendasi jalur sepeda yang dipisahkan dari kendaraan lain dengan perkiraan biaya 50 ribu euro per kilometer.

Rencana ini juga telah diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. Untuk saat ini, Prancis mengatakan, akan menyubsidi pengendara hingga 50 e  embuat warga menyiapkan sepeda untuk digunakan setelah lockdown berakhir pada 11 Mei.

Sementara, di Berlin, Jerman, Dewan Friedrichshain-Kreuzberg telah menandai beberapa ruas jalan dengan garis-garis kuning. Upaya ini untuk mengambil ruang dari jalur mobil. Infrastruktur sepeda ini dibangun dengan sistem urbanisme taktis, perubahan berbiaya rendah yang secara teknis sederhana, dan dapat dikembalikan lagi ke fungsi semula.

photo
Seorang warga bepergian dengan sepeda di Paris, Prancis. - (AP)

Inisiatif serupa bermunculan di tempat lain. Pejabat di Lima, Peru, Barcelona di Spanyol, dan Milan di Italia mempercepat rencana untuk memperluas jalur sepeda dengan mengambil jalur mobil atau tempat parkir saat ini.

Ketua kelompok advokasi ConBici Spanyol, Laura Vergara, menyatakan, sebelumnya, sepeda menjadi perdebatan sebagai transportasi ramah lingkungan. Namun, dengan terjadi pandemi, sepeda membantu memperbaiki dampak ekonomi yang sebelumnya mandek karena arus perjalanan terhenti.

Menteri Lingkungan Spanyol, Hidup Teresa Ribera, mengatakan, perubahan harus mengatasi perlawanan yang berasal dari kebiasaan dan konsepsi yang sudah mapan. Dia telah meminta wali kota untuk memperluas cakupan jalur sepeda, mengurangi batas kecepatan mobil, dan menyediakan tempat parkir sepeda. "Kita dapat dan kita harus memanfaatkan dorongan ini untuk maju menuju paradigma baru mobilitas berkelanjutan," kata Ribera. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat