Teknisi di pabrikan otomotif Dongfeng Honda di Wuhan, Cina bekerja sambil mengenakan masker pelindung di tengah wabah Covid-19, 28 Maret 2020. | CHINATOPIX

Otomotif

01 May 2020, 22:43 WIB

Otomotif Global Bersiap untuk Pulih

Sejumlah pabrikan otomotif mulai mengaktifkan kembali fasilitas produksi.

 

Pandemi Covid-19 di beberapa belahan dunia berangsur mulai reda. Sejumlah aktivitas bisnis pun perlahan kembali normal, termasuk di antaranya industri otomotif yang sempat melakukan penangguhan produksi di sejumlah negara, termasuk di Tanah Air.

Dilansir dari Car Advice pada Selasa (28/4), sejumlah jenama yang mulai mengaktifkan kembali fasilitas produksinya adalah Volkswagen, Renault, Toyota, Jaguar Land Rover, dan Mercedes-Benz. Dari semua brand itu, pabrikan pertama yang memastikan untuk kembali beroperasi adalah Volkswagen (VW).

Pabrikan Jerman ini resmi membuka kembali pabriknya pada 20 April di Zickau, Jerman dan Bratislava, Slovakia. Selain itu, hampir semua fasiltias produksi VW di Cina juga telah kembali beroperasi. Chief Operating Officer Volkswagen Group, Ralf Brandstaetter, mengatakan, reaktivasi fasilitas produksi ini dilakukan secara bertahap di seluruh fasilitas produksi yang sempat mengalami penangguhan karena Covid-19.

Setelah melakukan reaktivasi di Jerman, Cina, dan Slovakia, selanjutnya VW juga kembali aktif berproduksi di Spanyol, Portugal, dan Rusia pada 27 April. Sedangkan fasilitas produksinya di Meksiko, Argentina, dan Afrika Selatan baru akan beroperasi pada Mei mendatang.

Sementara itu, Mercedes Benz juga tengah bersiap untuk kembali membuka tiga fasilitas produksi di Jerman. Setelah itu, Mercedes akan kembali melakukan kegiatan produksi pada dua pabrik lainnya.

Kemudian, jenama Toyota pun telah kembali membuka pabrik di Prancis yang digunakan untuk memproduksi Yaris. Pabrikan Jepang itu telah resmi melakukan kegiatan operasinya di Prancis pada 21 April. Namun, pada tahap awal, Toyota masih memangkas kapasitas produksinya. Hal ini dilakukan demi tetap menjaga kesehatan dan keselamatan para pegawai.

Tak hanya itu, pada 22 April, Nissan pun mulai melakukan persiapan untuk mengaktifkan kembali fasilitas produksi di Inggris. Langkah persiapan itu dilakukan lewat skema uji coba protokol keselamtan yang akan diterapkan.

Dilansir dari Autocar, uji coba ini dilakukan dengan hanya melibatkan sekitar satu persen dari total pegawai atau sekitar 50 orang. Dari sini, uji coba akan dievaluasi, sehingga protokol itu nantinya akan dapat berjalan dengan baik saat proses produksi mulai kembali berjalan.

photo
Teknisi di pabrikan otomotif Volkswagen bekerja di saat pandemi Covid-19 menerpa wilayah Eropa, Februari 2020. - (AP)

 

AS menyusul

Mayoritas fasilitas produksi yang mulai kembali diaktifkan merupakan fasilitas yang berada di Cina dan Eropa. Sedangkan sejumlah fasilitas yang berada di Amerika Serikat (AS) saat ini belum dapat dibuka lantaran masih adanya pembatasan aktivitas.

Oleh karena itu, brand yang memiliki pabrik di AS masih menghentikan proses produksi hingga akhir April atau awal Mei. Beberapa pabrikan yang masih menangguhkan produksi di AS, di antaranya adalah Honda, Toyota, Hyundai, dan Nissan.

Meski demikian, pemerintah AS memberikan izin bagi beberapa pabrikan, seperti General Motors dan Ford untuk membuka fasilitas produksinya. Mengingat, jenama-jenama itu tengah berkontribusi dalam pembuatan ventilator untuk para pasien korona. Produksi itu dilakukan dengan melakukan peng alihan fungsi fasilitas produksi yang ada.

Sejauh ini, jenama yang telah memastikan untuk melakukan reaktivasi fasilitas produksi di AS adalah Subaru. Rencananya, pabrikan Jepang itu akan kembali membuka pabriknya di Indiana pada 11 Mei 2020.

Momen-momen rekativasi ini pun tampaknya jadi peluang yang sangat dinantikan oleh banyak pabrikan. Mengingat, pandemi ini telah memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap roda bisnis mereka.

Tak heran, selama pendemi, diler berhenti beroperasi dan masyarakat pun lebih fokus pada kesehatan dan keperluan pokok yang lebih urgen. Kondisi ini pun membuat penjualan mobil anjlok di awal 2020. Jaguar Land Rover mencatat, kondisi ini telah membuat penjualan mobil pada tiga bulan pertama 2020 anjlok hingga 30 persen secara year on year.

Kondisi itu pun terjadi secara nasional di Korea Selatan dan India. Pada Januari dan Februari tahun ini, penjualan mobil di Korea Selatan merosot sekitar 27 persen. Sedangkan India, total produksi kendaraan penumpang pada Maret pun turun hingga 38 persen.


×