Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (14/4/2020). UMKM tersebut berharap produk buatannya itu dapat diuji coba oleh Kementerian Kesehatan, sehingga bisa diproduksi massal untuk menangani pasien C | Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Nasional

30 Apr 2020, 02:00 WIB

Bersama Lindungi UMKM

Sebanyak 23 juta UMKM mendapatkan program pembiayaan modal kerja.

 

JAKARTA -- Program perlindungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digulirkan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Gerakan ini membuktikan solidaritas masyarakat Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, terutama terhadap kebertahanan UMKM sebagai salah satu penopang sektor ekonomi.

Dalam rapat terbatas program mitigasi dampak Covid-19 di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menyiapkan skema besar perlindungan dan pemulihan ekonomi. Salah satu fokus perlindungan ekonomi dalam kebijakan pemerintah, yakni melindungi UMKM dengan beberapa kebijakan. Pertama, program untuk pelaku UMKM yang masuk kategori miskin dan kelompok rentan yang terdampak dari pandemi ini. 

“Kita harus memastikan bahwa mereka ini masuk sebagai bagian dari penerima bansos, baik itu PKH, paket sembako, bansos tunai, BLT desa, maupun pembebasan pengurangan tarif listrik dan kartu prakerja,” kata Jokowi, Rabu (29/4).

Kedua, skema program insentif perpajakan bagi pelaku UMKM yang omzetnya masih di bawah Rp 4,8 miliar per tahun. Insentif ini diberikan dengan menurunkan tarif PPh final untuk UMKM dari 0,5 persen menjadi 0 persen selama enam bulan dari April hingga September 2020. Ketiga, yakni program relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM dengan berbagai skema program. 

photo
Pekerja memproduksi tahu di sentra UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) kelurahan Brojolan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Menurut perajin tahu sejak mewabahnya Covid-19 beberapa waktu lalu, produksi tahu menurun drastis hingga 50 persen, yaitu dari lima kuintal kedelai per hari saat ini hanya sekitar 2,5 kuintal per hari - (ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO)

Presiden juga meminta agar program penundaan angsuran dan subsidi bunga diperluas lagi untuk usaha mikro penerima bantuan usaha dari pemerintah daerah. Skema selanjutnya, program mengenai perluasan pembiayaan UMKM berupa stimulus bantuan modal kerja. Program bantuan modal kerja ini akan menyasar pada 23 juta UMKM yang belum pernah mendapatkan pembiayaan, baik dari lembaga keuangan maupun sistem perbankan.

Sementara, sebanyak 41 juta UMKM sudah tersambung dengan lembaga pembiayaan ataupun perbankan. “Karena itu, 23 juta UMKM ini harus mendapatkan program perluasan pembiayaan modal kerja,” kata dia.

 
Harapannya, UMKM bisa tetap tumbuh bertahan menjalankan usahanya.
 
 

Bantuan modal kerja ini dapat disalurkan baik melalui perluasan program KUR bagi pelaku UMKM yang bisa mengakses perbankan. Terakhir, Presiden meminta kementerian/lembaga BUMN dan juga pemerintah daerah agar menjadi bantalan bagi usaha UMKM saat memasuki tahap pemulihan awal pascapandemi korona. “Misalnya, BUMN atau BUMD menjadi off taker bagi hasil produksi para pelaku UMKM, baik itu di bidang pertanian, perikanan, kuliner, sampai di industri rumah tangga,” ujar Jokowi menegaskan.

Presiden juga meminta agar realokasi anggaran pemda diarahkan pada program-program stimulus ekonomi yang menyentuh sektor UMKM tersebut. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, bantuan modal kerja bagi pelaku UMKM agar mereka mampu menjalankan kembali usahanya. “Karena, tadi selain relaksasi pinjaman, kan kita ada kemudahan tambahan modal kerja baru. Jadi, ini nanti bisa mengaktivasi kembali kegiatan usaha UMKM ketika mereka peluang usahanya ada,” kata Teten, Rabu.

Gerakan swasta

Selain dari pemerintah, gerakan melindungi UMKM ini juga menjamur dari sektor swasta. Alfamart dan Alfamidi menggratiskan biaya sewa tenant bagi mitra UMKM yang berjualan di depan gerai mereka. Pembebasan biaya sewa berlaku untuk periode April sampai Mei 2020.

"Kami sadar pandemi ini berdampak ke banyak aspek, terutama kepada UMKM yang mengalami tantangan semakin keras. Untuk itu, inisiatif kami adalah memberi pembebasan biaya sewa kepada tenant di depan gerai," tutur Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin, Rabu (29/4).

Solihin menjelaskan, total mitra UMKM Alfamart dan Alfamidi saat ini lebih dari 12 ribu mitra dengan jenis usaha yang beragam. Selama priode dua bulan tersebut, nilai sewa yang dibebaskan mencapai lebih dari Rp 15 miliar. Solihin berharap inisiatif ini setidaknya bisa meringankan beban mitra UMKM.

photo
Warga mengemasi permen jahe industri rumahan di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/4). Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut mengaku sejak mewabahnya Covid-19 produksi permen jahe yang dijual Rp26 ribu per kilogramnya mengalami penurunan dari sebelumnya satu kuintal permen per hari kini hanya setengah kuintal karena penutupan pasar tradisional di sejumlah daerah serta kebijakan social distancing - (ANTARA FOTO)

Sebelumnya, lembaga filantropi Dompet Dhuafa (DD) bersama Oke Oce bekerja sama memberikan modal usaha bagi pengusaha mikro. Soft launching Pembiayaan Usaha Mikro dilakukan DD dan Oke Oce melalui aplikasi daring, Zoom, pada Senin (27/4) kemarin. Ketua Umum Ok Oce Indonesia, Iim Rusyamsi, mengatakan, pembiayaan ini berasal dari wakaf bersama Dompet Dhuafa.

Beberapa sektor yang akan diutamakan untuk dibantu, yakni kuliner dan fesyen. Ok Oce memiliki 110 Komunitas Penggerak yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap Komunitas Penggerak membina 10 ribu hingga 20 ribu UMKM. "Harapannya, di dalam wabah Covid-19, UMKM bisa tetap tumbuh bertahan menjalankan usahanya," kata Iim. 


×