Pekerja menyelesaikan pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek, di Jakarta, Rabu (25/3). | Thoudy Badai/Republika

Ekonomi

24 Apr 2020, 02:47 WIB

Proyel LRT Adhi Karya Berlanjut 

Kemajuan pekerjaan LRT per 17 April 2020 mencapai 72 persen. 

 

 

 

JAKARTA  — PT Adhi Karya (Persero) Tbk melanjutkan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) dengan me¬ngikuti dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

 

"Dalam situasi pandemi Covid-19, kami selalu berkoordinasi dengan pemilik atau tim pengelola kegiatan (TPK) pelaksanaan pembangunan, dalam hal ini dari Kementerian Perhubungan, di mana dari arahannya, kami tetap harus melaksanakan pekerjaan di lapangan, tetapi dengan tetap melaksanakan kaidah-kaidah pencegahan Covid-19," ujar General Manager Departemen Perkeretaapian Adhi Karya Isman Widodo dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Kamis (23/4).

 

Menurut Isman, Adhi Karya mematuhi dan mengikuti batasan-batasan serta protokol yang diberikan dari pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat, kementerian-kementerian terkait, termasuk juga dari Dinas Tenaga Kerja.

 

Isman mengatakan, pelaksanaan pekerjaan yang bersifat administratif atau pertemuan dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi ataupun aplikasi-aplikasi yang bisa diterapkan untuk pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH).

 

Hampir 95 persen lebih untuk pekerja Adhi Karya, khususnya pekerja administrasi, bekerja dari rumah. Sementara, pekerja yang berada di lokasi proyek, untuk di kantor proyek juga ditetapkan pelaksanaan dengan tata cara WFH meskipun per¬sentasenya tidak sampai 95 persen karena mereka langsung berhadapan dengan pelaksanaan pekerjaan.

 

Untuk pekerjaan-pekerjaan yang langsung ditangani oleh orang, Adhi Karya melaksanakan jaga jarak dari satu pekerja dengan pekerja lainnya. "Selain itu, juga kita mengatur di mes pekerja, untuk hunian kita batasi rata-rata 50 persen. Jadi, kapasitas rumah untuk pekerja, misalnya berkapasitas bagi 30 pekerja, kita hanya menempatkan 15 orang untuk menghuni mes tersebut untuk pencegahan Covid-19," ujar Isman.

 

Terkait kemajuan pekerjaan LRT, per 17 April 2020 telah mencapai 72 persen, terdiri atas Lintas Pelayanan I yakni Cawang-Cibubur, kemudian Lintas Pelayanan II Cawang-Dukuh Atas, dan Lintas Pelayanan III Cawang-Bekasi Timur.

 

"Progres masing-masing lintas pelayanan adalah lintas pelayanan I mencapai 88 persen, kemudian lintas pelayanan II 67 persen, dan lintas pelayanan III 64 persen," ujar Isman.

photo
Petugas berjaga di sisi rel kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Stasiun Dishub Palembang, Sumsel, Selasa (31/3/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang per 1 April 2020 memberlakukan pengurangan jadwal perjalanan LRT yang semula sebanyak 54 perjalanan menjadi 26 perjalanan - (FENY SELLY/ANTARA FOTO)

Kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menjalankan penugasan pembangunan LRT Jabodebek sesuai Peraturan Presiden No 98 Tahun 2015 beserta perubahannya.

 

Pembangunan prasarana kereta api ringan atau LRT wilayah Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 22,8 triliun (termasuk pajak). LRT Jabodebek ditargetkan rampung pada Juli 2021.

 

Sepanjang triwulan I 2020, Adhi Karya meraih Rp 2,5 triliun kontrak baru (di luar pajak), dengan realisasi perolehan kontrak baru pada Maret 2020 didominasi pembangunan jaringan gas perumahan di Aceh dan Sumatra Utara (Rp 142,1 miliar) dan pembangunan simpang susun di Sragen, Jawa Tengah (Rp 129,4 miliar). 

 

Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho menjelaskan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Maret 2020 meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 94 persen, properti sebesar 5 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

 

"Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 26 persen, jalan dan jembatan sebesar 7 persen, serta proyek Infrastruktur lainnya, seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 67 persen," katanya.

 

Tahun 2019 menandai realisasi operasional Lintas Rel Terpadu atau Light Rail Transit (LRT) sebagai wajah baru Jakarta. Untuk mewujudkannya, diperlukan investasi sekitar Rp 6,8 triliun.

 

Proyek ini merupakan garapan PT LRT Jakarta bekerja sama dengan Pemprov DKI sejak 2014. Untuk dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 70 persen, BUMN sebesar 19 persen, sementara swasta atau lainnya sebesar 11 persen.

 

Kereta seharga Rp 18 miliar per gerbong adalah yang pertama di Jakarta dan Jawa yang menggunakan sistem third rail. Dengan sistem yang dimaksud, aliran listrik disalurkan melalui rel ketiga yang terhubung ke bagian bawah kereta. Tidak ada rangkaian kabel yang menjuntai merusak estetika kota.

 

Third rail berbeda dengan overhead line atau listrik aliran atas seperti yang dipakai commuterline serta Mass Rapid Transit (MRT)Jakarta yang ditandai bentangan kabel panjang di atas lintasan kereta. Rangkaian gerbong LRT memiliki lebar gandar 1.435 mm yang biasa disebut standard gauge sebagai aturan baku di perkeretaapian berkelas dunia.

 

Secara fisik, gerbong LRT Jakarta tidak memiliki perbedaan signifikan dengan KRL, di antaranya kursi penumpang yang disusun berhadapan, satu unit layar digital informasi perjalanan, fasilitas disabilitas, hingga mesin pendingin kabin yang sejuk.

 

Kursinya berbahan stainless steel dilapis antikarat galvanis sengaja dipilih atas pertimbangan jarak tempuh penumpang yang relatif pendek. Kursi tanpa balutan busa menjadi strategi operator dalam meminimalisasi biaya perawatan.


×