Puisi Ikaros Itu | Daan Yahya/Republika

Sastra

Ikaros Itu

Puisi-puisi Faris Al Faisal

Oleh FARIS AL FAISAL

Ragam Kedua Sebuah Puisi 

 

Kegelapan itu adalah cahaya sempurna. Ia dikirim

malaikat dalam suatu perjalanan suci. Hitam serupa malam

menaiki tangga dan mukjizat. Ayat-ayat

 

Dan sabda. 

     1. Naskah

     2. Catatan

     3. Lembar

     4. Pelepah dan kulit

     5. Batu pipih

Ditulisi puisi.

 

Dari India ke Arab. Mengalir dari sungai 

merangkak naik ke gurun. Lalu beterangan ke benua

ditiup wahyu sang Nabi.  

 

Pohon kurma dan buah zaitun 

Berhala dengan sesembahan

Biarlah menguji ketabahan. Mendengus angin 

Menyapu wajah dengan debu dan pasir.

Hilang duka ketika fajar menjelang

Senyum jingga batu Kakbah melimpahi bibir unta

Menimba mata air padang pasir 

 

2025

***

 

Ikaros Itu 

 

Di Kreta, adakah kebebasan 

bagi Ikaros itu 

 

Dan sayap dari Daidalos adalah sebuah jawaban

ke langit biru

ke mana keinginan hendak dituju

 

Matahari membakar bulu angsa

meleleh lilin 

seandainya tak terlalu dekat

 

Ikaros, hari ini kutatap

sebuah cerita lama dan makna 

 

2025

***

 

Puisi 12 

 

Satu: 

Tangis adalah permulaan hidup

Bayi dengan daun-daun mata mungil

Jadi bebunga dunia

 

Dua:

Dengan merangkak

Kaki dan tangan batu topang

Sebuah perjuangan 

 

Tiga:

Berjalanlah pada pagi hari

Memungut embun 

Meneguk cahaya kesucian  

 

Empat: 

Seterang aksara matahari  

Membaca bahasa ayat dan sabda 

Memutihkan mata hati

 

Lima:

Dahi yang mengalir sungai

Tangan-tangan berurat dan berakar

Menjelma warna-wani bunga 

 

Enam:

Mata bisa pedih dan luka

Menggelinding bola salju mata

Reruntuhan cinta 

 

Tujuh:

Pada tembok dan dinding hati

Dilukiskan segala cita

Ke sana tujuan dilabuhkan 

 

Delapan:

Kalender telah berganti

Ribuan hari telah dilewati

Inilah perjalanan

 

Sembilan:

Jarum jam tergelincir

Kokok ayam selalu menjaga

Orang-orang yang lelap 

 

Sepuluh: 

Inilah senja yang indah

Secangkir teh meninggalkan senyum

Pada harapan yang manis 

 

Sebelas:  

Malam dan hujan

Jiwa-jiwa yang menggigil

Memeluk sang Nabi 

 

Dua Belas:

Pada akhirnya

Orang-orang berteduh di bawah bulan

Mencari jalan pulang

 

2025

***

 

Kantor Berita 

 

Nenek yang masih muda itu bertanya

kepada pegawai kantor—ia bersiap 

podcast—yang sudah datang sepagi itu,

apa ini kantor berita? 

 

Aku pengen denger kematian koruptor

yang hidup, tak mati-mati  

 

2025

***

 

Dari Balkon Hotel

 

Aku tak menyangka bisa bangun pagi

duduk di balkon terbaik, instant coffee

bermain di cangkir keramik

membakar dingin logam

     dan titik embun

 

     Pandangan luas ke depan 

menatap lurus ke laut

terhubung ke masa lalu,

berjalan ke teluk, air kebiruan

sebuah momen 

yang kau tinggalkan

 

Sebelum hilang kabut

sebelum mencair keheningan

aku berdiri

menyongsong desir angin dan udara baru 

 

2025

***

 

Faris Al Faisal,  penyair dan pendiri Rumah Puisi di Indramayu. Ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu (LBSD) dan Komisi Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu.

 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat