Nasional
bjb Kredit Guna Bakti, Topang Bisnis Catha Srana ASN Kabupaten Sumedang
Menikmati cita rasa Sunda autentik di tengah suasana pedesaan.
Menikmati hidangan khas Sunda sambil merasakan sejuknya suasana pedesaan menjadi pengalaman yang ditawarkan Catha Srana, sebuah kafe yang berada di Dusun Lebaknaga, Desa Sekarwangi, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.
Mengusung konsep hidden gem di tengah persawahan, Catha Srana tidak sekadar menawarkan tempat makan. Kafe ini menghadirkan perpaduan kuliner Sunda autentik dengan suasana alam yang tenang dan asri.
Di balik berkembangnya Catha Srana, terdapat sosok Agus Candra (35 tahun), seorang aparatur sipil negara (ASN) yang sehari-hari bertugas di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang sebagai pranata komputer. Di luar pekerjaannya sebagai ASN, Agus melihat potensi lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi ruang kuliner sekaligus tempat rekreasi yang dekat dengan suasana pedesaan.
Bagi Agus, menjadi ASN bukan berarti menutup peluang untuk berwirausaha. Menurutnya, kegiatan usaha dapat menjadi aktivitas produktif selama tetap dijalankan secara profesional dan tidak mengganggu tanggung jawabnya sebagai abdi negara.
Terlebih, usaha yang dikembangkannya juga turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Agus terus mengembangkan Catha Srana agar tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan.
Kuliner Sunda Autentik, Diolah Secara Dadakan
Agus Candra mengatakan, salah satu keunggulan Catha Sarana terletak pada menu masakan Sunda yang diolah secara dadakan, sehingga cita rasa dan kesegarannya tetap terjaga.
“Kelebihan kami karena mengusung konsep masakan Sunda, dan masakan Sundanya memang autentik. Spesialnya di kita semuanya serba dadakan, dari liwet, ayam, sampai ikannya,” ujar Agus.
Beragam menu tersedia, mulai dari ayam bakar, ayam goreng, ikan bakar, ikan goreng, pencok, hingga aneka sajian khas Sunda lainnya. Pengunjung juga dapat menikmati makanan dengan harga mulai Rp27 ribu per porsi.
Salah satu menu yang menjadi favorit sekaligus signature Catha Sarana adalah Paket Liwet 1 Meter. Dengan harga mulai Rp 350 ribu untuk 10 orang, paket tersebut cocok dinikmati bersama keluarga maupun rombongan.
Catha Srana juga menawarkan berbagai aktivitas bagi pengunjung. Selain gazebo dan area makan yang nyaman, tersedia pula kolam renang yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Fasilitas tersebut sengaja dihadirkan agar anak-anak memiliki aktivitas tambahan saat orang tua menikmati waktu makan bersama. “Biasanya ketika keluarga datang untuk makan bersama, anak-anak tidak ada aktivitas lain. Jadinya kita menyediakan aktivitas untuk berenang,” kata Agus.
Tidak hanya makan dan berenang, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman camping di tengah suasana persawahan. Area Catha Srana dapat dimanfaatkan untuk kegiatan camping maupun berbagai acara lainnya dengan konsep yang lebih dekat dengan alam.
Menggabungkan Kuliner, Wisata, dan Pertanian
Berada di tengah persawahan menjadi bagian penting dari konsep yang dibangun Catha Srana. Suasana yang dalam istilah Sunda disebut niis atau sejuk dan menenangkan, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Ke depan, Catha Srana diproyeksikan berkembang menjadi kawasan wisata yang memadukan kuliner dengan aktivitas pertanian.
“Kita ingin ke depannya membangun kafe wisata, memadukan wisata dan pertanian yang ada di sekitar. Jadi pengunjung bisa melihat secara langsung proses pertanian sambil berwisata dan makan di kafe,” ungkap Agus.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi Catha Sarana untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berorientasi pada kuliner, tetapi juga memperkenalkan kehidupan pedesaan serta aktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Berawal dari Warisan Keluarga
Catha Sarana mulai dibangun pada Agustus 2024. Usaha ini berawal dari sebuah tempat kopi yang diwariskan keluarga kepada Agus. Melihat potensi lokasi serta peluang ekonomi yang ada, Agus kemudian mengembangkan tempat tersebut menjadi usaha kuliner dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Awalnya saya diserahkan warisan sedikit dari keluarga berupa tempat kopi. Dilihat dari sisi ekonominya, saya harus menambahkan. Ke depannya saya punya rencana membuat tempat makan yang bisa langsung melihat suasana persawahan dan perkebunan,” tuturnya.
Dalam proses pengembangan usaha tersebut, bjb Kredit Guna Bakti turut menopang kebutuhan pengembangan bisnis Catha Srana. Dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari langkah Agus dalam mengembangkan usaha sekaligus mewujudkan konsep tempat kuliner dan wisata yang telah direncanakannya.
Bagi Agus, pengembangan Catha Srana bukan semata-mata membangun bisnis. Lebih dari itu, ia ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner khas Sunda, berkumpul bersama keluarga, sekaligus merasakan suasana pedesaan yang masih asri.
Dengan mengandalkan kuliner Sunda autentik, proses pengolahan makanan secara dadakan, panorama persawahan, serta berbagai fasilitas rekreasi keluarga, Catha Srana hadir sebagai salah satu alternatif destinasi kuliner dan rekreasi di Kabupaten Sumedang.
Customer Catha Srana di antaranya berasal dari Sumedang, Indramayu, Bandung hingga Jakarta. Bagi calon konsumen yang hendak berkunjung langsung atau booking dapat menghubungi ke nomor 083 1772 9876 . ‘’Saya sengaja memberlakukan harga yang kompetitif, dan kualitas terbaik,’’ tutur Agus
Perjalanan bisnis Agus Candra tidak terlepas dari peran bank bjb. Modal awal bisnisnya ditopang oleh bank bjb. Dari sekian bank yang sempat diliriknya untuk menjadi mitra, Agus lebih memilih bank bjb. Alasanya, produk pinjaman bank bjb memiliki bunga yang sangat kompetitif dan proses pengajuannya mudah.
Pinjaman dari bank bjb digunakan untuk kegiatan produktif, sekalipun menggunakan skema kredit konsumer, yakni bjb KGB (Kredit Guna Bhakti). Proposal pinjaman Agus diproses oleh Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank bjb Tanjungkerta Kabupaten Sumedang.
bjb KGB merupakan skema kredit yang disiapkan bagi pegawai yang berpenghasilan tetap. Dalam mendapatkan bjb KGB, Agus cukup mengagunkan surat keputusan pangangkatannya sebagai ASN. Prosesnya tidak berbelit-belit. Hanya dalam hitungan hari, Agus langsung menerima uang pinjaman dari bank bjb. Uang pinjaman itu masuk ke rekening bank bjb milik Agus.
"Terima kasih bank bjb, akhirnya bisnis saya bisa tumbuh dan berkembang," ujarnya.
bank bjb senantiasa berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Informasi lebih lanjut mengenai bjb dapat diperoleh dengan mengunjungi kantor cabang bank bjb terdekat, atau melalui call center bjb Call 14049 atau kunjungi website resmi bank bjb www.bankbjb.co.id.
Advertorial
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
