Sastra
Masjid Kayu Bondan
Puisi-Puisi Supali Kasim
Oleh SUPALI KASIM
Masjid Kayu Bondan
Di Bondan ada masjid kayu. Dinding kayu,
lantai kayu, atap kayu
berabad usia tak ada yang main kayu
di sisinya, sungai Cimanuk mengajarkan
air, pasir, batuan
menyimpan rahasia waktu
dari aliran paling hulu. Kubasuh lalu kumasuki
relung paling bisu
pada gurat-guratnya kutemukan wajah. Sendiri
mengeras hujan dan kemarau
di depan masjid terhampar makam-makam
kuburkan masa lalu. Tapi sebatang pohon nagasari
menuliskan kembali
cinta yang belum padam
dari langit yang dulu berwarna hitam. Membawaku
pada mihrab penuh bintang-bintang
membuai dan terbang
mustaka di puncak yang lengang
tapi aku terjatuh, jiwa rapuh. Di masjid kayu itu
mengajak pulang bagi yang rindu
Indramayu, Februari 2026
***
Aria Dilah dari Palembang
Pada tanah yang sama, angin yang sama
tiba-tiba bunga jadi layu
rumput-rumput mengering
kupu-kupu, capung, cacing
kabarkan hitam noda
“bukankah engkau pemburu yang ragu,
mati bersama dua puluh lima nyawa”
pada catatan itu terasa kering
seakan-akan dari Negeri Palembang
hanya untuk perang
maka pada musim yang bersemi
tempat bersarang segala impian
buka kembali catatan
jernih dan terang
bunga-bunga segar kembali
rumput-rumput hijau lagi
“bukankah aku seorang pengeran
syiar membawaku berkelana ke seberang”
tanah Dermayu mengenang
tongkat telah tertancapkan
Indramayu, Mei 2026
***
Petilasan Geusan Ulun
Riuh pepohonan di bantaran
kecipak air kecoklatan
angin menusuk-nusuk
sungai Cimanuk meliuk
pusara dari masa lalu
seperti berkata
--dulu ia seorang raja bertahta--
tak ada batas pasti
asap dupa, kembang wangi, doa-doa
persembahan atau hanya kenangan
riwayat menggenang
sepanjang aliran sungai
orang-orang tepekur
--kini ia bersemayan di hati--
Indramayu, Maret 2026
***
Di Sisi Ki Tarub Penganjang
Sawah dan pekarangan
kuning padi dan hijau pohonan
antarkan semayam
perjalanan jauh dan kekal
sungai dan bantaran
aliran air dan setapak jalan
antarkan orang-orang
perjalanan haus dan lelah
di sisi Ki Tarub Penganjang
bersimpuh dalam abad-abad lalu
tentang seseorang
kibaran agama dari negeri timur
di sisi Pangeran dari Lamongan
atau Lokajaya atau Sayid Durakhman
tak ada yang pasti dalam perjalanan
ketika tertunduk, pasrahkan kehidupan
Indramayu, Januari 2006
***
Makam Ki Buyut Tuban
bentangan Tuban hingga Dermayu
kapal kayu terkayuh
laut, pesisir, dan langit abad lima belas
menuliskan riwayat cahaya
bersumber semesta. Datang dari jauh
mewariskan cahaya
hingga matahari senja
jika kemudian terkubur di tepi pantai ini
mungkin tugas telah selesai
pulang kembali Buyut Tuban
bersama gamelan Sunan Bonang
gunungan wayang kulit. Jagat kecil
dan jagat besar menyatu
pasir pesisir berpadu
Indramayu, April 2026
***
Supali Kasim, tinggal di Indramayu Jawa Barat. Buku puisi tunggalnya, Pergi ke Masa Silam Pulang ke Masa Depan (2023). Bisa dikontak di email supalikasim123@gmail.com
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
