Ekonomi
Rendahnya Konsumsi Air Minum Jadi Tantangan Kesehatan Keluarga
Masih banyak masyarakat yang belum memenuhi kebutuhan cairan harian.
JAKARTA – Akses terhadap air minum yang aman masih menjadi tantangan di Indonesia, di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga. Edukasi mengenai hidrasi dinilai perlu diperkuat karena berkaitan langsung dengan tumbuh kembang anak dan risiko penyakit.
Data Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga menunjukkan sebagian besar rumah tangga masih mengonsumsi air yang berisiko terkontaminasi. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan fasilitas kesehatan, memperluas program edukasi kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan platform parenting dan rumah sakit, program edukasi kesehatan keluarga mulai digencarkan di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan Aqua bersama The Asian Parents melalui kegiatan edukasi di RS Mitra Keluarga Bintaro pada April 2026.
Program ini menghadirkan edukasi langsung terkait pentingnya memilih air minum yang aman serta membangun kebiasaan hidrasi yang tepat dalam keluarga.
Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Mitra Keluarga Bintaro dr. Adelina Haryono mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memenuhi kebutuhan cairan harian. “Banyak yang merasa sudah cukup minum, padahal faktanya masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan cairan. Tercatat sekitar 1 dari 5 anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa masih belum cukup minum air,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan cairan berbeda-beda, namun secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2 hingga 1,5 liter per hari, sementara orang dewasa sekitar 1,8 hingga 2 liter per hari.
Dari sisi kualitas, tantangan lain muncul dari keamanan sumber air. dr. Tria Rosemiarti menyebut konsumsi air yang tidak aman dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk risiko stunting pada anak. “Anak yang rutin terpapar air minum yang tidak aman dan mengandung kontaminasi mikrobiologis air meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali,” ujarnya.
Edukasi juga menekankan peran keluarga dalam membentuk kebiasaan konsumsi air. Kebiasaan sederhana seperti menyediakan akses air minum yang mudah dan rutin minum dinilai menjadi langkah awal membangun pola hidup sehat.
Marketing Manager Aqua Fella Falencia mengatakan, program ini pihaknya mencoba mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya hidrasi sehat. “Dengan menggandeng tenaga ahli dan komunitas, kami berharap dapat mendorong perubahan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga Indonesia.”
Melalui pendekatan kolaboratif antara industri, tenaga medis, dan komunitas, program edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidrasi sehat sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam jangka panjang.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
