Warga menggunakan masker di pasar tradisional di Jakarta. | AP

Jakarta

14 Apr 2020, 01:55 WIB

Relawan Dilibatkan Produksi 225 Ribu Masker 

 

JAKARTA -- Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) dan Energi DKI Jakarta mulai memproduksi sebanyak 225 ribu masker kain. Ratusan ribu lembar masker tersebut diproduksi oleh Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) lima wilayah di Jakarta dan Pusat Pelatihan Keterampilan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo.

Kepala Disnakertrans dan Energi DKI, Andri Yansyah, mengatakan, pembuatan masker kain itu melibatkan para relawan yang merupakan alumni dan peserta pelatihan Kejuruan Tata Busana di PPKD dan PPKPI. Andi menuturkan, pembuatan masker kain merupakan tindak lanjut dari Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Corona Virus Disease (Covid-19).

"Setiap relawan membuat 75 masker kain setiap harinya. Kami berkoordinasi dengan BPBD untuk pendistribusiannya. Begitu ada komando, kita langsung bergerak membagikan masker gratis ini kepada masyarakat," ujar Andri di Jakarta, Senin (13/4).

Dia menjelaskan, masker kain diproduksi sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, mulai dari bahan, pola, atau modelnya yang terdiri atas dua lapis kain katun. "Bagian tengahnya sengaja diberi lubang atau ruang agar penggunanya dapat memasukkan bahan tambahan, seperti tisu," kata Andri menerangkan.

Di tengah masker dua lapis kain, menurut Andri, disediakan tempat menyelipkain tisu guna mencegah penularan virus korona lewat droplet (partikel air liur). Dia menyarankan, pengguna masker yang di tengahnya diberi tisu bisa menggunakannya setiap tiga sampai empat jam, dan setelah itu dicuci. 

Andri menyebut, masker produksi relawan itu nantinya ditempatkan di Balai Kota DKI, kemudian dibagikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI. "Ketika ada komando dari BPBD kirim, kita langsung bergerak. Karena, yang mendistribusikan ke masyarakat itu adalah mereka," tuturnya.

Kepala PPKD Jakarta Timur (Jaktim) Ahmad Sotar Harahap mengatakan, pihaknya mendapat bantuan 20 relawan dalam memproduksi masker kain. Dia menyatakan, para relawan merupakan peserta latihan PPKD Jaktim yang sudah memiliki keterampilan dan saat ini diperbantukan untuk memperlancar produksi masker secara massal. "Artinya, bila tidak ada kendala, selama 25 hari itu bisa dihasilkan 62.500 masker untuk warga Jakarta. Kami juga hanya siapkan 20 relawan agar tetap bisa menjaga sosial distancing," ujar Sotar.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menganjurkan kepada warga menggunakan masker kain daripada masker medis atau bedah di tengah jumlah masker yang terbatas. Menurut Anies, sebaiknya masker bedah digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien positif korona. Sementara, masker kain digunakan masyarakat karena dapat diproduksi secara massal.

Anies menjamin, fungsi masker kain sebenarnya sama bergunanya dengan masker bedah, yang juga mampu mengurangi potensi terpapar virus korona. "Selama menggunakan jenis masker kain minimal dua lapis. Kemudian, dicuci secara rutin agar bisa digunakan tiap hari," kata Anies.

Ketua II Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DKI Catur Laswanto mengatakan, masyarakat tidak seharusnya menggunakan masker bedah atau N95 yang sejatinya ditujukan untuk petugas medis. Apalagi, di tengah keterbatasan masker bedah membuat prioritas sebaiknya diperuntukkan bagi dokter ataupun perawat. "Untuk mengatasi kelangkaan masker, gunakanlah masker kain yang bisa dibuat sendiri dan yang kini mulai diproduksi massal untuk masyarakat umum," katanya. n 


×