Petugas medis membawa alat pelindung diri guna menangani pasien Covid-19 di Ekuador. | AP

Internasional

13 Apr 2020, 02:00 WIB

Pasien yang Terinfensi Kembali Diselidiki

 

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang menyelidiki laporan tentang pasien yang kembali positif Covid-19 setelah pulih dan siap dipulangkan dari rumah sakit. Sejumlah pasien yang kembali terinfeksi ini terdapat di Korea Selatan (Korsel).

"Kami mengetahui laporan-laporan ini tentang individu yang telah dites negatif untuk Covid-19 menggunakan pengujian PCR (polymerase chain reaction) dan kemudian setelah beberapa hari pengujian positif lagi," kata WHO dalam sebuah keterangan yang dikirim ke Reuters, Ahad (12/4).

 

WHO mengungkapkan, terus menjalin kontak dengan para ahli klinisnya serta berupaya keras memperoleh informasi lebih lanjut tentang kasus-kasus tersebut. "Penting untuk memastikan bahwa ketika sampel dikumpulkan untuk pengujian pada pasien yang dicurigai, prosedur dipatuhi dengan benar," ucapnya.

 

Menurut pedoman WHO tentang manajemen krisis, seorang pasien Covid-19 dapat dipulangkan dari rumah sakit setelah menerima dua kali berturut-turut hasil tes negatif setidaknya dalan 24 jam terpisah. Berdasarkan studi saat ini, ada periode sekitar dua pekan antara timbulnya gejala dan pemulihan klinis pasien Covid-19 ringan. "Kami menyadari bahwa beberapa pasien positif PCR setelah mereka pulih secara klinis. Tapi, kami membutuhkan pengumpulan sampel sistematis dari pasien yang pulih untuk lebih memahami berapa lama mereka melepaskan virus hidup," kata WHO.

 

photo
Petugas menurunkan jenazah pasien Covid-19 di Brooklyn, New York, akhir pekan lalu. - (EPA)

 

Pada Jumat (10/4) lalu terdapat 91 pasien Covid-19 di Korsel yang kembali positif setelah dinyatakan pulih. Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel Jeong Eun-kyeong memperkirakan, virus-virus ini mengatifkan dirinya kembali.

Otoritas kesehatan Korsel juga masih belum mengetahui secara jelas mengapa hal itu terjadi. Saat ini, penyelidikan epidemiologi sedang dilakukan.

Korsel selama ini banyak dipuji dunia setelah dianggap sukses menghentikan penyebaran virus korona dengan tingkat kematian yang jauh lebih rendah dari rata-rata global. Langkah-langkah, seperti pelaporan secara transparan, pengujian massal, penerapan jarak sosial, dan pelacakan kontak secara luas menjadi kunci kesuksesan Negeri Gingseng itu.

Namun, saat ini, besarnya kemungkinan infeksi ulang pasien Covid-19 juga terus menjadi perhatian. Karena, banyak negara berharap bahwa populasi orang yang telah terinfeksi akan mampu mengembangkan kekebalan yang cukup untuk mencegah gelombang baru pandemi.

Pada Ahad (12/4) berdasarkan data dari Worldometers, sekitar 7.368 pasien di Korea Selatan telah dilaporkan pulih. Total kasus infeksi di negara itu kini menjadi 10.512 dengan 214 angka kematian. 

AS Catat Kematian Tertinggi

Amerika Serikat (AS) mencatat angka kematian tertinggi akibat virus korona tipe baru atau Covid-19 tertinggi di dunia melampaui Italia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Johns Hopkins University, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Negeri Paman Sam tersebut mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

 

photo
Petugas menggunakan alat berat guna menggali parit di Hart Island, New York. Lokasi tersebut akan digunakan mengubur pasien Covid-19 yang meninggal. - (EPA)

 

Pada Ahad (12/4) pagi Italia melaporkan 19.468 kematian akibat virus korona, sementara AS memiliki 20.608 kematian. Hingga saat ini, AS mencatat 529.951 kasus infeksi virus korona yang telah dikonfirmasi.

 

Sejumlah negara bagian Amerika pun terus meningkatkan upaya untuk mencegah penyebaran virus korona, terutama New York yang merupakan episentrum dari penyebaran virus tersebut. New York mencatat jumlah kasus infeksi virus korona lebih dari 180 ribu.

 

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, angka kematian di negara bagian tersebut mulai stabil. Dalam 24 jam terakhir terdapat 783 kematian baru. Cuomo mencatat, jumlah tersebut cenderung sama dengan kasus kematian dalam beberapa hari terakhir. "Itu bukan yang tertinggi sepanjang masa dan Anda dapat melihat bahwa jumlahnya agak stabil, tetapi stabil pada tingkat yang mengerikan," kata Cuomo.

 

Sementara itu, 24 penghuni panti jompo Indiana dan 14 lainnya di Iowa meninggal dunia akibat virus korona. Kasus kematian lainnya juga terjadi di Chicago. Hampir 300 narapidana di Cook County Jail telah terinfeksi virus korona dan dua di antaranya meninggal dunia.

Pandemi virus korona telah menjadi tekanan bagi Presiden Trump, terutama menjelang pemilihan presiden AS 2020. Sedikitnya 16 juta pekerjaan hilang dalam beberapa pekan terakhir karena pembatasan pergerakan sosial telah melumpuhkan perekonomian negara.

 

Perdebatan mengenai bantuan keuangan lanjutan untuk pandemi Covid-19 juga terus terjadi di Kongres. Demokrat mengajukan proposal sebesar 250 miliar dolar AS untuk membantu usaha kecil, memberikan dana tambahan bagi rumah sakit, dan pemerintah daerah.

 

Namun, proposal tersebut ditolak oleh Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas House of Representative Kevin McCarthy yang merupakan petinggi Republik. Dalam sebuah pernyataan, keduanya mengatakan, usulan tersebut dapat memblokir dana penyelamatan pekerjaan. n


×