Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers di dalam 10 Downing Street di London, Inggris, 12 Maret 2020 (diterbitkan kembali 06 April 2020). | EPA POOL
13 Jul 2020, 03:29 WIB

Doa Dunia untuk PM Inggris

Eropa diminta menunjukkan solidaritas menghadapi Covid-19

 

LONDON — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus menjalani perawatan intensif dengan bantuan oksigen sejak awal pekan ini. Hal tersebut sehubungan Covid-19 yang diidapnya makin parah beberapa hari terakhir.

 

Johnson yang berusia 55 tahun diketahui positif mengidap virus korona baru Covid-19 sejak 27 Maret lalu. Ia sempat menunjukkan gejala membaik, tetapi akhir pekan ini kondisinya kembali memburuk.

Terkini

 

Pada Ahad (5/4) malam, Johnson dibawa ke St Thomas Hospital di London. Kondisi Johnson terus memburuk selama dirawat dan akhirnya harus menjalani perawatan di ruang intensif pada Senin (6/4) malam waktu setempat.

 

“Dia (Johnson) tidak menggunakan ventilator. Perdana Menteri telah menerima beberapa bantuan oksigen dan berada di bawah, tentu saja, pengawasan ketat,” kata Menteri Kantor Kabinet Inggris Michael Gove saat diwawancara radio LBC ada Selasa (7/4).

 

photo
Po - (EPA)

 

Menurutnya, Johnson mendapatkan perawatan terbaik dari tim medis St Thomas Hospital. “Kita semua berharap bahwa dia dapat pulih secepat mungkin dan hanya itu yang sedang kita pikirkan saat ini,” ujar Gove kepada stasiun televisi BBC.

 

Gove mengungkapkan, meskipun saat ini Johnson sedang dirawat, timnya tetap bekerja bersama untuk menangani wabah Covid-19. Sebelumnya, Johnson pun telah memberi amanat kepada Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab untuk mewakilinya jika diperlukan.

 

Kendati demikian, Johnson tak melepaskan jabatan atau melimpahkan tugasnya kepada jajaran menterinya. Dia tetap memimpin upaya penanganan wabah Covid-19 di Inggris. Hingga Selasa (7/4) sore, termasuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, memiliki total 52.274 kasus Covid-19. Jumlah kematian akibat virus tersebut telah mencapai 5.373 jiwa.

 

Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh politik meyampaikan dukungan dan doa terhadap kesembuhan Perdana Menteri Inggris. Pendahulu Johnson sebagai perdana menteri, David Cameron dan Theresa May, menyampaikan pesan dukungan dan doa untuk kesembuhan Johnson.

 

photo
Po - (EPA)

 

Sementara, Kepala Negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier, yang sebelumnya juga terpapar virus dan pulih mengatakan, berempati kepada Johnson dan keluarganya. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga berdoa bagi teman baiknya setelah mendapati kabar dia dipindahkan ke unit intensif rumah sakit St Thomas.

 

Trump juga menawarkan bantuan kepada rumah sakit di London tempat Johnson dirawat intensif. Selain itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga menyampaikan pesan dukungan kepada PM Inggris. "Saya berharap dapat melihat Johnson kembali ke Downing Street No 10 segera," kata Trudeau dilansir laman the Guardian.

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, harapan baik kepada PM Inggris, keluarganya, dan rakyat Inggris pada masa sulit seperti saat ini. Dia juga berharap Johnson akan dengan cepat mengatasi cobaan ini.

 

Pemimpin Irlandia, Leo Varadkar, mencicitkan doa dan harapan kepada Johnson melalui Twitter. "Kami berharap dia cepat pulih dan cepat kembali sehat," katanya. "Orang-orang Israel berdoa untuk pemulihan yang cepat dan penuh dari teman kami,\" ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menambahkan.

 

Kanselir Jerman Angela Markel juga menyampaikan doa harapan terbaik bagi Johnson. Menurut dia, pemindahan perdana menteri Inggris ke perawatan intensif adalah berita yang sangat menyedihkan.

 

Presiden Italia Giuseppe Conte yang tengah memimpin negaranya berperang melawan Covid-19 juga berdoa dan menyampaikan harapan baik bagi kepulihan Johnson. "Pikiranku pergi ke Boris Johnson dan semua orang Inggris. Semoga pemulihan Anda cepat. Anda memiliki seluruh dukungan Pemerintah Italia dan dukungan pribadi saya," katanya.

 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga mengirimkan doa. "Cepat sembuh Boris Johnson. Memikirkanmu, keluargamu, dan semua teman UK kita di saat yang sulit ini," cicit Scott dalam akun Twitter resminya.

 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengirim pesan doa dalam akun resmi Twitter-nya untuk Johnson. "Kepada sahabat saya Boris Johnson, pikiran dan doa saya ada bersama Anda dan keluarga Anda, ketika Anda berjuang untuk pemulihan yang cepat. Orang-orang Jepang berdiri dengan orang-orang Inggris pada masa sulit ini," kata Abe.

 

Pesan dukungan juga datang dari presiden Ghana, presiden komisi Eropa, dan wali kota London, Sadiq Khan. Pemimpin persatuan Unite Len McCluskey juga mengirimkan harapan terbaiknya kepada keluarga perdana menteri. "Ini adalah penderitaan yang begitu banyak keluarga di seluruh negeri sedang mengalami," ujarnya.

 

 

Solidaritas Eropa

Eropa barat sejauh ini merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat Covid-19 di dunia. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pandemi virus korona baru Covid-19 merupakan tantangan terbesar yang dihadapi Uni Eropa (UE) sejak perhimpunan Benua Biru itu terbentuk.

 

photo
Ka - (AP POOL)

 

Dia menyerukan kerja sama yang lebih erat di antara negara anggota UE. “Ketika kita menghadapi krisis pada masa lalu, saya selalu menggarisbawahi hal-hal berikut: Jerman hanya akan berhasil dalam jangka panjang jika Eropa melakukannya dengan baik. Ini tidak pernah lebih relevan daripada hari ini,” kata Merkel dalam konferensi pers di Berlin pada Senin (6/4).

 

Dia menepis anggapan bahwa Jerman tidak menunjukkan solidaritas dengan negara anggota UE yang paling terpukul pandemi Covid-19. Merkel diketahui telah menolak usulan Italia dan Spanyol terkait utang bersama.

 

Meskipun tak menyinggung hal itu secara langsung, Merkel menyarankan agar Mekanisme Stabilitas Eropa digunakan. Hal itu dapat mendukung negara-negara paling terpukul pandemi, seperti Spanyol dan Italia, dengan jalur kredit.

 

Pada Ahad (5/4) lalu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez meminta para pemimpin UE mengembangkan rencana Marshall baru untuk Eropa. Caranya dengan menciptakan mekanisme utang bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi dan rekonstruksi di negara-negara yang terimbas pandemi Covid-19.

 

 

Spanyol, Italia, dan Jerman termasuk negara Eropa yang paling terpukul pandemi. Hingga Selasa (7/4) sore, Spanyol memiliki 136.675 kasus Covid-19 dengan 13.341 korban jiwa.

 

Kemudian, Italia menangani 132.547 kasus dengan total kematian mencapai 16.523 orang. Sementara, Jerman memiliki 103.375 pasien dengan jumlah korban meninggal jauh lebih kecil dibanding Italia dan Spanyol, yakni 1.810 jiwa. Prancis juga berada di puncak daftar negara dengan kasus terbanyak dengan 98.010 kasus dan 8.911 kematian. n 


×