Sejumlah kambing melewati jalanan yang sepi di Llandudno, Wales Utara, Selasa (31/3). | Pete Byrne/PA via AP

Internasional

Kambing Hutan Kuasai Jalan Llandudno

 

LONDON -- Saat manusia berlindung di dalam rumah untuk menghindari penyebaran virus korona, kambing gunung mengambil kendali jalanan. Hewan tersebut berkeliaran di jalan-jalan Llandudno, sebuah kota di Wales Utara, Inggris.

Produser video untuk Manchester Evening News, Andrew Stuart, telah mengunggah video para petualang berbulu ini di akun Twitter. Gambaran keberadaan hewan liar itu mendadak viral dengan menarik ratusan ribu penonton.

"Dan saya pikir karena sangat sepi dan hampir tidak ada orang di sekitar untuk menakuti mereka atau apa pun bahwa mereka tidak peduli dan makan apa pun yang mereka bisa," ujar Stuart.

Stuart mengatakan, kambing biasanya hidup dengan lingkungan mereka sendiri, di taman hutan lindung Llandudno. Namun, dengan berkurangnya aktivitas manusia dan kendaraan karena lockdown, mereka turun ke jalan menjelajah lebih jauh ke kota tepi laut.

"Tidak ada seorang pun di sekitar saat ini gara-gara karantina sehingga mereka mengambil peluang mereka dan pergi sejauh yang mereka bisa. Dan mereka akan makin jauh ke kota," kata Stuart.

photo
Sejumlah kambing melewati jalanan yang sepi di Llandudno, Wales Utara, Selasa (31/3). - (Pete Byrne/PA via AP)

Video-video Stuart menunjukkan kambing mengunyah pagar tanaman dan pepohonan yang rapi di halaman depan rumah warga. Hewan bertanduk itu berkeliaran santai di jalan-jalan yang kosong seolah-olah mereka pemilik tempat itu.

"Salah satu video di Twitter saya menunjukkan bahwa mereka berada di jalan sempit dan saya di sisi lain dan mereka takut pada saya. Mereka menjauh dari saya. Jadi, mereka masih takut pada orang," kata Stuart. n reuters/dwina agustin ed: yeyen rostiyani

Warga Lansia Terabaikan Tes Covid-19

Sementara itu, warga lanjut usia satu per satu masuk ruang isolasi di Eropa akibat terpapar virus korona. Mereka adalah kelompok dengan kategori paling rentan sakit yang berakhir fatal.

Namun, pemerintah di negara-negara yang paling terpukul di Eropa, seperti Italia, Spanyol, dan Prancis, justru tidak rutin menguji ada tidaknya virus korona terhadap warga lansia sakit di panti jompo. Mereka akhirnya meninggal di sana, termasuk yang mengalami gejala penyakit.

Kasus di ketiga negara itu sekitar sepertiga dari kasus pandemi global yang terkonfirmasi. Kurangnya pengujian menyebabkan ratusan, berpotensi ribuan korban tidak terhitung ketika otoritas kesehatan mencoba melacak arus penyebaran.

Prancis, misalnya, memiliki kasus dua penghuni panti jompo yang dinyatakan positif. Maka setiap penghuni lain yang jatuh sakit dan akhirnya meninggal dianggap menderita penyakit yang sama tanpa benar-benar diuji atau dihitung di antara jumlah korban nasional.

Prancis pun sebelumnya melarang pengunjung ke panti jompo pada 11 Maret. Kini pemerintah meminta yayasan penglola panti jompo untuk mengambil tindakan yang bahkan lebih ketat akhir pekan lalu.

"Saya meminta pengelola untuk mengisolasi penghuni di kamar mereka," ujar Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran.

Sementara, sebuah studi oleh Institut Kesehatan Nasional Italia meneliti jumlah lansia di panti jompo yang meninggal akibat infeksi virus korona. Di wilayah yang paling terpukul di Lombardy, setengah dari semua penghuni panti jompo yang meninggal sejak 1 Februari kebanyakan mereka dinyatakan menderita flu, meski memiliki gejala seperti Covid-19.

Sekitar 1 dari 10 panti jompo Italia mengatakan, mereka berjuang untuk memasukkan penghuni ke rumah sakit. Hanya satu dari empat panti yang memiliki kesempatan mengisolasi mereka yang dites positif terkena virus. n ap/dwina agustin ed: yeyen

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat