Petugas dinkes kabupaten Tangerang memeriksa suhu tubuh. | Republika

Bodetabek

21 Mar 2020, 02:37 WIB

Cegah Korona, Kabupaten Tangerang Layani Warga Lewat Medsos

Pelayanan lewat medsos agar tidak lagi menjalin kontak fisik dengan petugas di kantor Disdukcapil.

 

TANGERANG -- Aparat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang, Banten, mengalihkan pelayanan admistrasi kependudukan (adminduk) melalui media sosial (medsos) demi mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang Syafrudin mengatakan, kebijakan itu berlaku bagi seluruh warga agar tidak lagi menjalin kontak fisik dengan petugas di kantor Disdukcapil.

"Ini berlaku bagi warga yang sangat membutuhkan dokumen kependudukan, seperti mengurus BPJS ke rumah sakit, maka dapat digunakan melalui Whatsapp (WA) atau SMS (pesan singkat)," kata Syafrudin di Kabupaten Tangerang, kemarin.

Dia mengatakan, warga dapat mengakses melalui ponsel di nomor +62812-1831-9931 saat jam pendaftaran mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi penumpukan antrean di kantor yang terletak di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang di Kecamatan Tigaraksa.

Syafrudin merasa perlu menjelaskan informasi tersebut sehubungan dengan beredarnya kabar pejabat disdukcapil sempat mengeluarkan imbauan kepada warga untuk menunda sementara waktu mengurus dokumen adminduk. Meski begitu, kata dia, sebenarnya penundaan pengurusan adminduk, meliputi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akta lahir, maupun akta lainnya mengacu pada arahan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Karena itu, Syafrudin akhirnya mengeluarkan surat edaran Disdukcapil No. 470/324-DKPS tanggal 17 Maret 2020. Surat edaran tersebut menindaklanjuti surat Bupati Tangerang No. 443.2/1015-.um/111/2020 tanggal 15 Maret 2020, perihal imbauan antisipasi penyebaran Covid-19. Meski begitu, kata dia, warga dapat mengurus dokumen kependudukan untuk dua atau tiga pekan ke depan, atau sampai dengan kondisi virus dapat ditanggulangi secara menyeluruh dalam skala nasional.

Menurut Syafrudin, bentuk pelayanan melalui WA dan SMS bertujuan untuk menghindari keramaian masyarakat di tempat pelayanan, seperti tertuang dalam imbauan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Dengan begitu, petugas jaga yang melayani masyarakat juga bisa bekerja dengan tenang dan tidak takut tertular Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, semua warga yang memasuki kantor Puspemkab Tangerang diwajibkan melalui tahapan pemeriksaan suhu tubuh. Bahkan, petugas menyuruh warga yang mendatangi semua kantor pelayanan publik untuk membersihkan tangan dengan cairan beralkohol mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Pemohon menurun

Jumlah pemohon surat izin mengemudi (SIM) di kantor Satuan Penyelenggara Layanan (Satpas) Satlantas Polrestro Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan sejak ditetapkannya Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Desease 2019 di Kota Depok pada Kamis (19/3). "Turun 50 persen dari rata-rata 200 pemohon SIM setiap harinya pada situasi normal," kata Kasatlantas Polrestro Depok Kompol Sutomo di Mapolrestro Depok, Jumat (20/3).

Menurut Sutomo, penurunan tersebut imbas dari merebaknya virus korona yang saat ini mewabah. Pihaknya juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk menjaga kebersihan di tempat pelayanan SIM. "Kami setiap harinya, melakukan diteksi dini dengan menjaga kebersihan lingkungan kantor," katanya.

Dia mengatakan, untuk mengambil langkah taktis dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di area pelayanan, setiap pemohon diperiksa kesehatannya satu per satu menggunakan termometer elektrik. Sutomo mengimbau kepada warga untuk tetap selalu menjaga kebersihan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. "Kami siapakan juga hand sanitizer dan wastafel cuci tangan berikut sabunnya," ujarnya.


×