Calon jemaah saat konsultasi mengenai haji dan umroh di Kantor Travel Tour Al-Wahid, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (5/2). | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

19 Mar 2020, 13:07 WIB

Sudah 17 Ribu Calon Haji Lunasi Bipih

Para calon haji diimbau untuk memaksimalkan pelunasan Bipih secara non-teller

 

JAKARTA -- Para calon anggota jamaah haji (calhaj) Indonesia mulai melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) 1441 H/2020 M pada Kamis (19/3). Tahap pertama pelunasan bipih berlangsung pada 19 Maret-17 April 2020.

Pada hari pertama pelunasan, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat lebih dari 17 ribu jamaah telah melunasi biaya haji mereka. "Alhamdulillah, per hari ini yang melakukan pelunasan berjumlah 17.244 jamaah," ujar Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag, Maman Saepullah saat dihubungi Republika, Kamis (19/3).

Maman menyebut pelunasan bipih 2020 dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada 19 Maret sampai 17 April 2020 dan tahap kedua pada 30 April sampai 15 Mei 2020.

Pelunasan bisa dilakukan setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia bagian barat pukul 08.00-15.00 WIB, Indonesia bagian tengah pukul 09.00-16.00 WITA, dan Indonesia bagian timur pukul 10.00-17.00 WIT. "Mulai tahun ini, selain datang langsung ke bank penerima setoran (BPS), pelunasan juga bisa dilakukan secara non-teller melalui internet dan mobile banking," ujarnya.

Sebelum pelunasan, jamaah perlu memeriksakan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit. Sebab, keterangan istitaah kesehatan menjadi salah satu syarat melakukan pelunasan.

Para calhaj diimbau untuk memaksimalkan pelunasan secara non-teller, baik melalui internet maupun mobile banking. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Khusus untuk jamaah haji yang masih melakukan pelunasan di bank, ia meminta agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. "Untuk jamaah yang melakukan pelunasan di bank, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar gunakan masker," lanjutnya.

Terkait siapa saja calhaj yang berhak melunasi bipih tahun ini, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis mengatakan, pihaknya telah merilis daftar nama jamaah berhak lunas pada laman haji.kemenag.go.id. Daftar nama tersebut juga bisa dicek langsung di kantor Kemenag kabupaten/kota setempat.

"Untuk memudahkan jamaah, kami juga siapkan aplikasi haji pintar sehingga jamaah bisa melakukan pengecekan dari rumah masing-masing," ungkap Muhajirin, seperti dilansir laman resmi Kemenag.

Aplikasi Haji Pintar sudah tersedia di Play Store. Aplikasi tersebut bisa diunduh dengan nama Haji Pintar dengan ikon Ka'bah dan tulisan 'Haji Pintar'. "Semoga ini bisa memudahkan jamaah haji," ujar Muhajirin.

Muhajirin menambahkan, proses persiapan ibadah haji 2020 terus berjalan. Jamaah haji Indonesia, sesuai rencana perjalanan haji, akan masuk asrama pada 25 Juni 2020 dan berangkat dari Tanah Air menuju Tanah Suci mulai 26 Juni 2020.

Sementara itu, di BNI Syariah, pada hari pertama pelunasan tercatat 2.671 jamaah telah melunasi biaya haji mereka. GM Haji Umrah BNI Syariah Endang Rosawati menyebut pelunasan terbanyak berasal dari Embarkasi Jawa Barat, yakni 831 jamaah. "Info awal pelunasan haji per hari ini 2.671 jamaah. Dominan masih membayar melalui teller," ujarnya.

Total jamaah yang terdaftar dan berhak lunas di BNI Syariah sebanyak 31.821 jamaah. Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, BNI Syariah telah mengeluarkan imbauan kepada jamaah agar melakukan pembayaran bipih 2020 secara non-teller. Imbauan ini disampaikan melalui akun resmi di media sosial dan situs BNI Syariah. Selain itu, imbauan juga digiatkan melalui pesan singkat atau SMS yang dikirimkan kepada jamaah.


×