Pialang mengamati pergerakan harga Sukuk di Delaing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta, Selasa (18/2). | Wihdan Hidayat/Republika

Ekonomi

20 Mar 2020, 02:00 WIB

Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga

 

JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) sebesar 25 basis poin ke level 4,5 persen. Hal itu merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Maret 2019.

"RDG BI pada 18-19 Maret 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-DRRR sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen, kemudian deposit facility sebesar 3,75 persen dan lending facility menjadi 5,25 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks BI, Jakarta, Kamis (19/3).

Perry menyampaikan, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat.

Bank Indonesia juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia setelah ketidakstabilan meningkat karena penyebaran virus korona baru atau Covid-19. Perry menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi seiring dengan penurunan proyeksi ekonomi dunia.

"BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dari 5,0-5,4 persen menjadi 4,2-4,6 persen," katanya.

Perry mengatakan, Covid-19 sebelumnya diprediksi akan berakhir Maret 2020. Namun, hal itu diperpanjang menjadi Mei atau sesuai dengan perkiraan pemerintah yang menetapkan masa darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020.

BI memperkirakan, setelah berakhirnya wabah Covid -19, pertumbuhan ekonomi 2021 kembali meningkat menjadi 5,2-5,6 persen. Hal itu antara lain dipengaruhi upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui RUU Cipta Kerja dan Perpajakan.

Perry menyampaikan, wabah Covid-19 memberikan tekanan yang cukup tinggi karena memunculkan kepanikan global. Investor asing pun menarik dananya beramai-ramai untuk ditempatkan ke instrumen yang lebih aman.

"Ada risiko tinggi karena kepanikan. Maka dari itu, kami memastikan mekanisme pasar tetap terjaga, likuiditas terjaga, dan confident pasar yang terjaga," katanya.

BI juga mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena perpanjangan ketidakstabilan. Dengan risiko ke bawah yang tetap besar, BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global 2020 turun menjadi 2,5 persen, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 2,9 persen dan juga proyeksi sebelumnya sebesar 3,0 persen.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengapresiasi keputusan BI dalam menurunkan suku bunga acuan. ?Sepertinya, penurunan suku bunga ini merupakan yang terakhir dan sudah saatnya kita berfokus pada stimulus fiskal,? kata Andry.

Menurut Andry, penurunan suku bunga oleh BI selaras dengan proyeksi tim ekonom Bank Mandiri. Andry mengatakan, ruang penurunan suku bunga didorong oleh langkah preemptive BI dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global, terutama akibat penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Pada sisi lain, katanya, laju inflasi masih relatif stabil dan terkendali. Meski begitu, ia menyoroti, beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok, seperti gula pasir dan bawang.

Inflasi sampai Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98 persen, masih dalam rentang target Bank Indonesia yang sebesar 2,0-4,0 persen. "Kami memperkirakan, sepanjang tahun ini inflasi akan berada di level 3,25 persen,? kata Andry. n


×