Para pemain Bayer Leverkusen merayakan gelar juara Bundesliga, Ahad (14/4/2024). | AP Photo/Martin Meissner

Olahraga

Bayer Leverkusen Memburu Treble

Bayer Leverkusen menyabet gelar Bundesliga dengan lima pertandingan tersisa.

LEVERKUSEN - Pelatih Bayer Leverkusen Xabi Alonso menegaskan perjuangan timnya belum berakhir meski berhasil meraih gelar perdana Bundesliga seusai menang 5-0 atas Werder Bremen di BayArena, Ahad (14/4/2024). Alonso yakin timnya bisa mengamankan tiga gelar (treble), mengawinkan piala Bundesliga dengan menjuarai Piala Jerman melawan Kaiserslautern juga Liga Europa yang baru masuk babak perempat final dengan melawan West Ham.

"Ini belum berakhir. Kita lihat sampai sejauh mana kami bisa melangkah. Saya punya firasat bagus mengenai hal itu," kata Alonso dalam konferensi pers seusai laga, dikutip AFP pada Senin (15/4/2024). "Ini belum berakhir dan kami memiliki target besar yang masih ingin dicapai. Tapi kami baru memikirkannya pada Selasa karena hari ini dan besok kami ingin berpesta," kata Alonso.

Pelatih asal Spanyol berumur 42 tahun itu mengukir sejarah dengan mempersembahkan piala Bundesliga pertama untuk Leverkusen dengan masih menyisakan lima pertandingan dan rekor 43 laga tak terkalahkan dalam semua kompetisi musim ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bayer 04 Leverkusen (@bayer04fussball)

Alonso menyatakan akan tetap melatih Leverkusen musim depan. Ia menyebut kunci keberhasilannya pada musim kedua bersama Leverkusen nanti adalah komunikasi dengan para pemain serta pengalaman pernah memperkuat tim besar seperti Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen.

“Saya ingin berada di dekat para pemain, berbicara dengan mereka dan sebagai seseorang yang bermain, saya tahu apa yang mereka rasakan," kata dia.

"Saya punya empati dan koneksi dengan para pemain, yang penting di ruang ganti. Saya berusaha menjaga koneksi ini dengan tim," kata mantan pelatih Real Sociedad B itu.

Kemenangan ini, sambung Alonso, membuat Bundesliga yang sebelumnya didominasi Bayern Muenchen menjadi liga yang lebih atraktif. “Mungkin sehat bagi Bundesliga dan sepak bola Jerman jika ada tim lain menang dan merupakan kebahagiaan besar bagi kami,” kata Alonso. "Trofi ini milik banyak orang dan kami harus menikmatinya."

Pemain Bayer Leverkusen Granit Xhaka tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ia bagian dari tim Bayer Leverkusen yang sedang mengukir prestasi mentereng.

Dengan mengantongi 79 poin, anak asuh Xabi Alonso unggul 16 angka atas Bayern Munchen di urutan kedua. Meski kalah di semua partai tersisa, secara matematis poin Leverkusen tak bisa disamai FC Bayern.

Sejarah pun tercipta. Pertama kalinya Leverkusen meraih trofi ini. Sebuah penantian panjang. Klub tersebut bakal berumur 120 tahun pada Juli 2024. 

Xhaka kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan emosinya. Ia baru menjalani musim perdana di BayArena. Sebelumnya, ia malang melintang bersama Arsenal.

"Ketika Anda menendang bola di usia muda, Anda memimpikan momen seperti ini. Itu buah kerja keras hari demi hari, dengan semua orang yang terkait dengan klub ini. Dalam 14 tahun karier sepak bolaku, ini hal yang spesial bagiku, tapi lebih spesial bagi klub ini. Sekarang kami menginginkan lebih," kata Xhaka, dikutip dari dailymail.co.uk, Senin (15/4/2024).

Leverkusen mencapai posisi tertinggi dengan penampilan ciamik. Alonso membuat pasukannya berani bermain menekan. Sesekali ia mengatur skema dengan garis pertahanan rendah, tapi Die Werkself lebih sering menunjukkan sepak bola positif.

Artinya, Leverkusen tidak seperti tim papan tengah lainnya yang di suatu musim tertentu menjadi juara karena pendekatan pragmatis. Alonso membentuk sebuah sistem yang fleksibel secara taktik. Itu membuat siapa pun yang diturunkan bermain sesuai pakem yang sudah terbentuk.

"Semua orang sangat penting musim ini. Semua orang berperan. Kami juga belum terkalahkan. Itu hal lain yang kami tandai," ujar bek Leverkusen Nathan Tella.

Die Schwarzroten tak terkalahkan dalam 43 pertandingan beruntun. Pesta sesungguhnya bakal terlihat di akhir musim. Setelah ini, anak asuh Alonso harus segera mengalihkan fokus ke agenda terdekat.

Leverkusen akan menghadapi tuan rumah West Ham United pada leg kedua perempat final Liga Europa. Duel tersebut berlangsung di London Stadium, Jumat (19/4/2024) pukul 02.00 WIB.

Adapun dalam pertandingan melawan Werder Bremen, kemenangan Leverkusen terjadi berkat tiga gol Florian Wirtz dan masing-masing satu gol dari Victor Boniface dan Granit Xhaka, demikian catatan Bundesliga. Leverkusen pun tak mungkin terkejar oleh pesaing-pesaing terdekat, yaitu Bayern Muenchen di peringkat kedua dan VFB Stuttgart di posisi ketiga.

Leverkusen menempati posisi pertama klasemen Liga Jerman dengan total 79 poin dari 29 laga ketika menyisakan lima pertandingan. Sementara itu, Bremen masih di papan tengah klasemen pada posisi 12 dengan 31 poin.

Keberhasilan menjadi kampiun Liga Jerman musim ini turut mengakhiri penantian panjang Leverkusen. Sebelumnya, pencapaian terbaik Die Schwarzroten adalah posisi kedua.

Leverkusen mendominasi pertandingan melawan Bremen dengan 56 persen penguasaan bola dan 19 percobaan gol yang lima diantaranya tepat sasaran. Memiliki misi menyegel gelar juara di hadapan publik sendiri, Leverkusen langsung menyerang, tapi baru dapat menciptakan gol pada menit 25 lewat tendangan penalti Victor Boniface.

Justin Hofmann dilanggar Julian Malatini di kotak penalti. Boniface sukses menaklukkan kiper Bremen Michael Zetterer. Pesta Leverkusen berlanjut pada menit 60 melalui tendangan jarak jauh Granit Xhaka yang membobol gawang Bremen.

Dua menit kemudian, Florian Wirtz membawa Leverkusen unggul tiga gol melalui tendangan kaki kanannya setelah memanfaatkan umpan Robert Andrich. Wirtz tampil brilian dengan mencatatkan gol ketiga setelah kembali membobol gawang Bremen pada menit 83 dan 90.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat