Pengemudi truk menunggu untuk melintasi Perbatasan Rafah, antara Mesir dan Jalur Gaza, di Rafah, Kegubernuran Sinai Utara, Mesir, 24 Februari 2025. | EPA-EFE/MOHAMED HOSSAM

Internasional

Rafah Dibuka: Keluar Mudah Masuk Sukar

Warga Gaza masih skeptis soal pembukaan penyeberangan Rafah.

GAZA -- Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Ahad (25/1/2026) malam bahwa Israel menyetujui pembukaan kembali secara terbatas Penyeberangan Rafah. Mekanisme pembukaan itu akan memudahkan warga Palestina keluar dari Gaza namun sukar masuk kembali.

Pembukaan kembali ini sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Jalur Gaza.

“Sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump, Israel telah menyetujui pembukaan kembali terbatas Penyeberangan Rafah untuk lintasan pejalan kaki saja, dengan syarat mekanisme pemeriksaan penuh oleh Israel,” tulis kantor Netanyahu dalam pernyataan di platform X, Ahad.

Pernyataan tersebut menegaskan pembukaan kembali penyeberangan itu dikondisikan pada pemulangan seluruh sandera Israel yang masih hidup, serta upaya penuh Hamas untuk menemukan dan mengembalikan seluruh sandera yang telah meninggal dunia.

Israel juga menyebut pembukaan kembali Penyeberangan Rafah baru akan dilakukan setelah operasi pencarian jenazah prajurit Israel Ran Gvili selesai dilaksanakan.

photo
Terpenjara di Gaza - (Republika)

Israel menutup sepenuhnya sisi Palestina Penyeberangan Rafah sejak Mei 2024 sebagai bagian dari ofensif militernya di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, agresi tersebut telah menewaskan lebih dari 71.400 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel mengaitkan pembukaan kembali sisi Palestina Penyeberangan Rafah dengan pemulangan jenazah sandera terakhirnya dari Gaza.

Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir sejatinya dijadwalkan dibuka kembali pada Oktober dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Namun, Israel disebut tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Dalam rencana terbaru, pintu keluar melalui penyeberangan Rafah tidak akan diperiksa langsung oleh keamanan Israel, melainkan diawasi oleh misi Uni Eropa dan pejabat Palestina, sebuah laporan media mengatakan.

Para pengawas akan “beroperasi atas nama Otoritas Palestina” sementara “pengawasan Israel terhadap proses keluar akan dibatasi hanya pada pemantauan jarak jauh”, kata Radio Tentara Israel.

photo
Tenda darurat keluarga pengungsi Palestina di tepi pantai sebelah barat Kota Gaza pada, 6 Januari 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Namun, “mereka yang memasuki Jalur Gaza kemudian akan dipindahkan melalui koridor khusus yang didirikan di wilayah di bawah kendali Israel, di mana mereka akan menjalani pemeriksaan oleh badan keamanan Israel untuk mencegah penyelundupan barang terlarang atau masuknya orang yang tidak berwenang”, lapornya.

Jumlah orang yang diizinkan untuk menyeberang belum ditentukan, “tetapi perkiraan menunjukkan beberapa ratus orang setiap hari, sesuai dengan kapasitas penyeberangan dan prosedur pemeriksaan”, kata laporan itu.

Sejak fase pertama gencatan senjata, faksi-faksi Palestina telah membebaskan 20 sandera Israel dalam keadaan hidup serta mengembalikan jenazah 27 sandera lainnya. Hingga kini, jenazah Ran Gvili masih belum ditemukan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran yang menyebabkan sedikitnya 484 warga Palestina syahid dan 1.321 lainnya terluka.

Sementara, pasukan Israel telah membunuh seorang pria di timur laut Kota Gaza, menurut kantor berita Palestina Wafa. Mohammad Khaled Abdel Moneim syahid Senin pagi akibat tembakan di kepala oleh pasukan Israel di daerah az-Zarqa di lingkungan Tuffah, kata sumber medis kepada badan tersebut.

photo
Pengungsi Palestina bergerak di antara reruntuhan bangunan yang hancur di jalan Al Rashid di barat Kota Gaza pada, 6 Januari 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Di tempat lain, seorang gadis muda terluka oleh tembakan tentara Israel di daerah al-Mawasi sebelah barat Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Wafa melaporkan.

Setidaknya tiga warga Palestina syahid pada Ahad dalam serangan pesawat tak berawak Israel meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS.

Aljazirah melaporkan, tidak ada cara yang jelas bagaimana proses mengizinkan warga Palestina masuk dan keluar melalui Rafah akan terjadi. Rafah saat ini tetap berada di bawah kendali Israel, dan ini merupakan ketakutan bagi banyak warga Palestina. 

Selain itu, ada pertanyaan bagaimana warga Palestina bisa mencapai perlintasan Rafah karena jalur tersebut berada di “garis kuning” yang berada di bawah kendali penuh militer Israel.

Warga Palestina skeptis dan frustrasi mengenai hal ini karena ini bukan pertama kalinya diumumkan bahwa penyeberangan akan dibuka kembali.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat