|

Ekonomi

Wapres: Ekonomi Syariah Kedepankan Aspek Keberlanjutan

Pengembangan ekonomi syariah diyakini akan membawa kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan.

KENDARI -- Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal sebagai daerah dengan limpahan kekayaan alam bernilai ekonomi tinggi, mulai dari nikel, aspal, hingga potensi pertanian, perikanan, dan wisata bahari. Ia berharap penerapan ekonomi syariah di Sultra dapat terus ditingkatkan karena mengedepankan konsep keberlanjutan.

Ia pun meyakini dengan hadirnya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sultra, berbagai sumber daya unggulan tersebut, dapat dikapitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, melalui pengelolaan yang optimal dengan berprinsip syariah. 

“Melalui KDEKS, prinsip-prinsip kebaikan ekonomi syariah akan semakin membumi, dan menjadi bagian dari gerak pembangunan ekonomi di berbagai daerah di Tanah Air,” kata Ma’ruf Amin saat mengukuhkan KDEKS Provinsi Sultra di Hotel Claro, Kendari, Kamis (21/03/2024). 

photo
Warga mengikuti kegiatan bimbingan teknis sertifikasi halal di RPTRA Asoka, Jakarta, Senin (18/9/2023). - (Republika/Thoudy Badai)

Wapres menerangkan upaya pengelolaan sumber daya alam sejatinya harus dilakukan melalui praktik-praktik ekonomi yang bertanggung jawab dan mengedepankan konsep keberlanjutan. Hal ini terutama untuk menghindari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan seperti cuaca ekstrem dan bencana alam. 

“Demi menyelamatkan bumi dari kerusakan, transformasi ekonomi yang lebih adil, seimbang dan berkelanjutan adalah keniscayaan. Di sinilah konsep ekonomi syariah hadir sebagai jawaban,” ujarnya. 

Menurut Wapres, prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan, inklusivitas, universalitas, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga keberlangsungan lingkungan adalah sebuah solusi untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ma’ruf menyebut dalam berbagai kesempatan ia kerap menyampaikan bahwa ekonomi syariah dibangun di atas hikmah dan kemaslahatan. Oleh sebab itu, Wapres optimistis, pengembangan ekonomi syariah yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah, akan membawa kebaikan bagi umat, masyarakat, dan lingkungan, tak terkecuali bagi wilayah Sultra.

“Hari ini saya bangga dan bersyukur atas pengukuhan KDEKS Provinsi Sultra, wilayah dengan beragam sektor unggulan ekonomi syariah yang potensial untuk dikembangkan,” katanya.

Wapres pun meyakini, kehadiran KDEKS akan terus menjadi katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di berbagai wilayah di Tanah Air. 

Wapres yang juga Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), mengatakan sejauh ini sudah ada 25 daerah provinsi di Indonesia membentuk KDEKS.

“Sudah 25 KDEKS, ini penting dalam rangka membangun ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air. KDEKS itu justru menjadi motor penggerak ekonomi syariah di wilayah daerah. Tanpa komite daerah,  penggerakan ekonomi syariah tidak maksimal,” kata Ma’ruf.

Dengan terbentuknya KDEKS Sultra, berarti menyisakan 13 daerah provinsi lagi yang belum membentuk KDEKS. Dalam waktu dekat, tepatnya pekan depan, juga akan dikukuhkan KDEKS Kalimantan Barat. Berikutnya adalah pengukuhan KDEKS Sulawesi Utara.

“Dan kita harapkan terus akan kita lanjutkan sisa-sisanya sampai Oktober. Dengan begitu, semua daerah punya komite daerah ekonomi syariah,” ucap Ma’ruf.

photo
Pelaku usaha mengajukan permohonan serfikasi halal dalam festival syariah di atrium Bencollen Indah Mall Kota Bengkulu, Bengkulu, Sabtu (01/7/2023). - (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi)

Ma’ruf menjelaskan masing-masing daerah di Indonesia memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pertumbuhan ekonomi. Kata dia,  semua komoditas unggulan yang ada semestinya dikapitalisasi agar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, upaya ini harus dilakukan melalui praktik-praktik ekonomi yang bertanggung jawab dan mengedepankan keberlanjutan, sehingga dampak negatif seperti cuaca ekstrem dan bencana alam, bisa kita hindari. 

“Demi menyelamatkan bumi dari kerusakan, transformasi ekonomi yang lebih adil, seimbang dan berkelanjutan adalah keniscayaan. Di sinilah konsep ekonomi syariah hadir sebagai jawaban. Prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan, inklusivitas, universalitas, pemerataan kesejahteraan, dan menjaga keberlangsungan lingkungan adalah sebuah solusi untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Ma’ruf. 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat