Petugas menggiring tersangka pengedar cairan rokok elektrik yang mengandung tembakau gorilla saat rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/10/2019). | NOVA WAHYUDI/ANTARA FOTO

Bodetabek

12 Mar 2020, 02:00 WIB

Peredaran Tembakau Sintetis Sasar Anak-Anak

 

BOGOR -- Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya, mengatakan, peredaran narkoba jenis tembakau sintetis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah menyasar anak-anak. "Peredarannya udah sampai ke anak SD. Terakhir ada salah satu sekolahan yang menyerahkan anak SD kelas lima pada kita untuk dilakukan pembinaan," ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurut Andri, anak tersebut memperoleh barang haram dari internet dengan memesan secara daring. Karena itu, pihaknya menerjunkan tim untuk melakukan patroli dunia maya. Tujuannya guna mendeteksi akun yang disalahgunakan oleh orang tertentu untuk penjualan narkoba. Andri pun mengimbau kepada semua orang tua untuk mengawasi anak-anaknya lebih ketat agar tidak terjerumus menjadi konsumen tembakau sintesis. "Karena, kan rata-rata sudah memegang HP dan ada saja akun online yang menjual narkoba," tutur Andri.

Menurut dia, efek tembakau sintetis lebih parah dari narkoba jenis lainnya. Mereka yang mengonsumsi bisa sampai kehilangan kesadaran. Demi mencegah insiden itu berulang, Andri mengajak orang tua untuk mengawasi perilaku anak-ankanya. "Karena, hanya tiga kali sedot bisa ngefly dan tidak sadarkan diri. Memang lagi tren juga," ungkapnya.

Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor menyita 5,22 kilogram tembakau hasil dari pengembangan terhadap dua tersangka pengedar berinisial AM (19 tahun) dan DA (20) yang diringkus dikontrakannya, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (10/3). "Modusnya online jual belinya, per 3 gram dijual Rp 200 ribu," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy di Mapolres Bogor.

Roland mengatakan, Polres Bogor menggandeng jasa pengiriman barang JNE untuk melakukan pengungkapan barang yang tempat pembuatannya berlokasi di Jatisampurna, Kota Bekasi. Mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menerangkan, tembakau sintetis merupakan perpaduan antara tembakau biasa yang dicampur dengan alkolhol dan beberapa bahan kimia lainnya. "Alat produksi ada panci, microwave, ada timbangan, saringan itu alat untuk membuat tembakau sinte," kata Roland.

Selain mengungkap perkara narkoba jenis tembakau sintesis, Polres Bogor secara keseluruhan mengungkap 13 kasus narkoba dalam kurun waktu 12 hari ke belakang dengan jumlah 14 tersangka. Beberapa barang bukti yang diamankan dari 14 tersangka itu, antara lain, 5,22 kilogram tembakau sintetis, tiga bungkus narkotika langka jenis key magic drug, 507,72 gram sabu, 210 butir obat jenis tramadol, 588 butir trihexpenidyl dan 514 butir hexymer, satu buah golok, serta satu buah senjata api rakitan jenis revolver.

"Terhadap para tersangka ini dikenakan ancaman pidana yang diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," ujar Roland. n 


×