Petugas dari Puskesmas Pasar Minggu melakukan pengasapan (fogging) di kawasan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (26/12). | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

11 Mar 2020, 02:00 WIB

Penularan DBD di Permukiman Padat

Kasus DBD meningkat di Lampung

 

SLEMAN -- Penularan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman, DIY, disebut terjadi di permukiman padat penduduk. Di daerah itu, sejauh ini sudah terjadi 93 penularan.

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sleman, Dulzaini mengatakan, kasus DBD awal 2020 memang menurun dibanding pada 2019. Tapi, ia mengingatkan, angka bebas jentik rata-rata masih belum ideal.

Ia mengatakan, pada 2019 untuk Januari saja sudah ada 109 kasus. Sedangkan, pada 2020 sepanjang Januari tercatat cuma ada 93 kasus DBD yang ditemukan di Kabupaten Sleman tanpa kasus meninggal dunia.

Kondisi serupa ditemukan untuk periode pengamatan Januari-Maret, yang mana pada 2019 jumlah DBD yang ditemukan hampir mencapai 300 kasus. Sedangkan, tahun ini, hingga 9 Maret 2020 baru tercatat 160 kasus, hampir setengahnya.

"Penurunan yang cukup lumayan ya, tahun lalu memang tepat masuk siklus empat tahunan DBD di Kabupaten Sleman," kata Dulzaini kepada Republika, Selasa (10/3).

photo
Petugas memeriksa pasien anak penderita DBD saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020). - (Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO)

Dulzaini mengungkapkan, dari pemantauan lapangan yang dilakukan angka bebas jentik rata-rata memang belum bagus. Sebab, dari standar angka bebas jentik 95 persen Kementerian Kesehatan, Kabupaten Sleman, baru sekitar 93 persen.

Di kecamatan-kecamatan bagian selatan masih ditemukan angka bebas jentik yang sangat rendah sampai 86 persen. Biasanya, menurut Dulzaini, ditemukan di daerah-daerah yang padat penduduk.

Dulzaini mengatakan, sebagian besar kasus ditemukan di tempat-tempat kontrakan yang tidak ada induk semang atau ditinggal pemilik indekos. "Masih kurang sekali, misal kita lakukan uji petik, ditanya tentang DBD tidak paham, apalagi sampai langkah-langkah pengendalian, itu yang jadi pekerjaan rumah kami," ujar Dulzaini.

Di Lampung, kasus DBD selama Januari?Februari 2020 mengalami tren peningkatan. Tingginya jumlah kasus DBD itu menyebabkan Provinsi Lampung masuk zona merah kasus DBD.

?Memang ada peningkatan kasus dari bulan Januari ke Februari 2020, karena memang bulan ini masih hujan,? kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Media Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Lisna kepada Republika di Bandar Lampung, Selasa (10/3).

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Lampung, jumlah kasus DBD pada bulan Februari 2020 sebanyak 1.406 kasus, sedangkan Januari 2020 1.066 kasus. Jumlah tersebut menampakkan peningkatan karena masih masuk musim penghujan. Sedangkan data bulan Maret 2020 belum terakumulasi.

Menurut dia, tingginya jumlah kasus DBD di Lampung karena wilayah provinsi ini memasuki musim penghujan, yang biasanya tren timbul kasus DBD di permukiman masyarakat. "Semua wilayah kabupaten/kota di Lampung berpotensi terhadap kasus DBD," katanya.

Hingga Februari 2020, jumlah pasien DBD yang meninggal di Lampung terdata 10 kasus, di antaranya, lima kematian terjadi pada Januari dan lima kematian pada Februari. Menurut dia, segenap wilayah kesehatan di Lampung telah melakukan penanganan terbaik dalam menekan angka kematian akibat DBD.

Sedangkan Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Kota Bogor mencatat telah ada empat korban jiwa akibat DBD di Kota Bogor. Jumlah itu berasal dari 120 kasus DBD sejak Januari hingga Maret 2020. "Untuk Januari ada satu orang, Februari satu orang, Maret dua orang. Jadi total ada empat kematian tahun 2020,? kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno di Balai Kota Bogor, Selasa (10/3).

Retno menjelaskan, empat korban meninggal tersebut rata-rata berusia empat hingga lima tahun yang tersebar di sejumlah wilayah. Kasus pertama, menimpa bayi di Balungbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, yang meninggal di RS Marzuki Mahdi.

Dua pasien DBD di Kota Tangerang Selatan juga meninggal dunia. Tercatat sejak Januari 2020 hingga kemarin, ada 87 pasien yang dirawat di RSU Tangerang Selatan. Peningkatan jumlah penderita DBD di Tangsel juga disebut mengalami kenaikan signifikan sejak awal tahun 2020.

Kepala Bidang P2P Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu juga mengatakan, pada Februari memang terjadi lonjakan pasien DBD cukup tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Ini karena pada Februari juga curah hujan tinggi di Karawang. Hingga awal Maret, tercatat ada 70 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia. n 


×