Ketua Umum INATKF Muhammad Muchlas Rowi saat menghadiri Kongres Dunia TAFISA ke-28 di Jerman pada November 2023. | Istimewa

Olahraga

Muchlas Rowi Perkuat Tata Kelola Karate Tradisional di Indonesia

Sejak dipimpin Muchlas Rowi, karate tradisional Indonesia tercatat beberapa kali meraih medali emas di kejuaraan internasional.

Oleh Satria Kartika Yudha

JAKARTA -- Ada yang menarik dari Kongres Dunia TAFISA ke-28 yang dihelat di Dusseldorft, Jerman, pada pengujung tahun 2023. Seribuan orang berkumpul di sana. Mereka yang merupakan pemangku kepentingan dari beragam sektor, berkumpul untuk membahas dan mempromosikan olahraga untuk semua (sport for all).

Tema ini mencerminkan komitmen TAFISA untuk mempromosikan olahraga sebagai alat untuk pembangunan sosial dan ekonomi, khususnya dalam konteks pemulihan pasca pandemi Covid-19. TAFISA atau Association for International Sport for All merupakan sebuah organisasi yang mengelola olahraga di seluruh dunia. Anggotanya sekira 380 dan memiliki perwakilan di 170 negara. Organisasi ini merupakan mitra resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC), UNESCO, WHO, dan IAKS.

Sisi menarik lain dari gelaran Kongres TAFISA ke-28 di Jerman tersebut adalah hadirnya delegasi dari Indonesia yang mewakili International Traditional Karate Federation (ITKF). Dia adalah Muhammad Muchlas Rowi, Ketua Umum Indonesia Traditional Karate Federation (INATKF) sekaligus Sekretaris Jenderal ITKF Regional Asia/Oceania.

Tonggak sejarah         

 Pendelegasian tersebut merupakan tonggak sejarah bagi karate tradisional di Indonesia, karena TAFISA adalah salah satu lembaga pengelola olahraga paling dihormati di dunia. Muchlas, sapaan akrabnya, melalui karate tradisional dan kepengurusannya di tingkat Asia/Oceania telah membawa nama Indonesia ke kancah dunia.

“Saya sangat senang ITKF diakui oleh organisasi internasional ternama seperti TAFISA. Ini merupakan momen bersejarah yang memberikan kita kesempatan untuk semakin bersemangat menjaga persatuan dan menjaga ITKF yang semakin baik di masa depan,” kata Muchlas saat berbincang dengan Republika

Muhammad Muchlas Rowi terpilih sebagai Sekjen ITKF Regional Asia/Oceania di ITKF pada 16 November 2022 bersamaan dengan Kejuaraan Karate Tradisional Dunia di Slovenia, yang melibatkan 35 negara. Menurut Presiden ITKF Gilberto Gaertner, dipilihnya Muchlas Rowi sebagai Sekjen ATKF karena dirinya telah mengukir banyak prestasi saat menakodai INATKF.

“Sensei Muchlas sukses menggelar Kejurnas Karate Tradisional di Surabaya di tahun 2022. Dia juga sukses membawa Indonesia menempati urutan ketiga perolehan medali di kejuaraan karate tradisional Afro-Asia Online 2020,” ujar Gilberto.

Hampir semua orang setuju pada pentingnya olahraga, baik di ranah prestasi maupun rekreasi. Dengan olahraga tidak hanya fisik yang terjaga, mental pun akan sehat. Dan kesehatan menjadi kunci kualitas hidup sebuah bangsa. Pemahaman ini sangat penting bagi Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kesadaran inilah yang hidup pada sosok Muchlas. Olahraga menjadi bagian dari hidupnya. Sehingga aktivitasnya yang padat di ranah sosial dan bisnis bisa dijalani dengan baik. Staminanya terjaga, pengambilan keputusan dan eksekusi berbagai program dapat dilakukan dengan baik pula.

Tidak hanya untuk dirinya, kepedulian pada olahraga juga ditularkannya pada orang lain. Dukungannya pada olahraga sangat serius. Hal itu dibuktikannya dengan keterlibatan dalam organisasi olahraga di dalam negeri dan luar negeri.

Pengembangan suatu cabang olahraga disadarinya membutuhkan tata kelola, promosi, pengembangan, sarana-prasarana, dan tentu saja pembiayaan.

Sejak ia pimpin, karate tradisional Indonesia tercatat beberapa kali meraih medali emas di kejuaraan internasional. Di Kejuaraan Asia Oceania/Asian Cup ke-3 di Tashkent, Uzbekistan akhir Desember 2022, misalnya, kontingen Indonesia berhasil memboyong 5 medali emas, dan dua medali perak.

Raihan medali tersebut tentu bukan yang utama. Karena tujuan sesungguhnya adalah mengolahragakan masyarakat agar mereka mencintai olahraga.

Selain di karate tradisional, Muchlas ternyata juga pernah berkecimpung di kepengurusan sepak bola. Ia pernah berjibaku mengembangkan sepak bola saat tergabung dalam Asporv PSSI DKI. Posisi terakhirnya di Asprov PSSI DKI adalah sebagai Sekretaris Jenderal.

Di masa kepemimpinannya, Muchlas pernah memperjuangan DKI untuk menjadi tuan rumah PON. Itulah mengapa, saat itu Muchlas mulai melempar ide tentang pentingnya DKI Jakarta memiliki stadion berkapasitas internasional.

Karena bagi Muchlas, ketersediaan lapangan yang memadai menjadi prasyarat utama jika sepak bola di DKI Jakarta ingin maju. Tidak saja menjadi home base Persija, tapi untuk kegiatan lain di Jakarta. Belakangan, ide tersebut direalisasikan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 menjadi Jakarta International Stadium (JIS).

Tata kelola organisasi

Kini Muchlas menekuni dan mengasuh cabang olahraga karate tradisional. Sebuah cabang olahraga yang cukup unik meski perlu lebih luas diperkenalkan di Tanah Air.

Karate tradisional kental dengan semangat mengembalikan karate ke pakem awalnya. Fokus pada teknik dan pergerakan serta minim kontak fisik. Olahraga ini sangat cocok bagi pembinaan SDM sejak usia dini.

Mengembangkan sebuah cabang olahraga tentu banyak tantangannya. Muchlas memulai langkahnya dengan pendirian organisasi INATKF. Organisasi ini menjadi bagian dari ITKF yang memiliki eksistensi dan jejaring yang kuat di berbagai negara.

Di dalam negeri, INATKF adalah anggota penuh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) bersama 70 organisasi induk lainnya. Bagi Muchlas Rowi, keanggotaan INATKF di KORMI meneguhkan eksistensinya dalam upaya membugarkan masyarakat. Selain itu, banyak peluang untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan anggota lainnya dalam mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan di dunia olahraga dapat diciptakan.

Aturan organisasi disepakati dan dijalankan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Saat ini, menurut Muchlas, INATKF telah memiliki 13 Pengurus Daerah (Pengda). Harapannya organisasi ada di setiap provinsi di Tanah Air. Muchlas rajin menyapa dan menyambangi para pegiat INATKF baik pengurus maupun atlet di berbagai daerah.

Data kepengurusan, atlet, wasit, dan sertifikasi di INATKF dikembangkan dengan rapi. Dengan basis data inilah berbagai program yang berorientasi melayani anggota dapat dirancang dan dilakukan dengan terukur. Pembenahan dalam penyelenggaraan ujian bagi anggota berikut administrasi dan distribusi sertifikat menjadi salah satu layanan kunci bagi anggota. Dan INATKF sangat serius dalam menanganinya.

Sekjen INATKF Bachtiar Effendy mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan Muhammad Muchlas Rowi selama ini telah membuat tim Indonesia memiliki kualitas seni karate tradisional yang mumpuni di kancah internasional. Itu, kata dia, dibuktikan dengan raihan medali di beberapa ajang kejuaraan.

“Sejak dipimpin Sensei Muchlas, karate tradisional Indonesia bisa memberi bukti dan prestasi. Saat ini tim Indonesia punya kualitas seni karate tradisional yang mumpuni. Buktinya, banyak medali yang sudah kita raih hingga saat ini,” ujar Bachtiar.

Contohnya, kata Bachtiar, saat tim Indonesia ikut di Turnamen Traditional Karate Asia Oceania ke-3 di Uzbekistan. Dari 5 atlit yang dikirim, Indonesia bisa meraih 4 emas 2 perak.

“Tim karate Indonesia masih mempertahankan gaya karate tradisional asli Jepang, sehingga menambah nilai plus para atlit di dalam kejuaraan. Ini buah dari konsistensi Inatkf dalam menjalankan organisasi,” pungkas Bachtiar.

Hidup matinya sebuah cabang olahraga, menurut Muchlas, juga terkait kemampuannya menyelenggarakan ajang kompetisi. Dari ajang tersebut perkembangan prestasi dapat diukur. Lalu, langkah-langkah pembenahan dan upaya peningkatan prestasi dapat dilakukan. Salah satu kompetisi yang diselenggarakan adalah Kejuaraan Nasional Piala Erick Thohir.

“Di tahun 2022 INATKF sukses menyelenggarakan Kejurnas Piala Erick Tohir di Surabaya,” kata Muchlas.

photo
Pelaksanaan Kejurnas Karate Tradisional INATKF yang memperebutkan Piala Erick Thohir di Surabaya pada 2022. - (Istimewa)

Kompetisi di dalam negeri yang diikuti antara lain dalam Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Timur pertama. Dalam event itu, INATKF menghadirkan atlet dari 4 kabupaten. Sementara dalam event di luar negeri lima atlet INATKF membawa pulang 7 medali dan menyabet peringkat kedua dalam ajang turnamen Traditional Karate Asia Oceania Ke 3 tahun 2022 di Uzbekistan.

Di sela-sela ajang kompetisi karate tradisional berbagai kegiatan konferensi dan pengembangan jejaring internasional terkait juga diikuti oleh Muchlas Rowi dan jajarannya. Tukar pikiran dengan para pegiat karate tradisional dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan olahraga ini ke depan.

Salah satu kegiatan yang memungkinkan proses tukar pikiran dan pengalaman tersebut adalah ITKF Asia-Oseania Summer Camp 2023 di Surabaya pada 12-13 Agustus 2023. Sebanyak 50 peserta dari Indonesia, Mesir, dan Uzbekistan mengikuti kegiatan yang dihadiri oleh Chikashi Hayashida Sensei Instruktur dari Jepang, Ibrahim Al Bakr Sensei ITKF – Asia Oceania President.

Kini, INATKF makin dikenal di dalam dan luar negeri. Muhammad Muchlas Rowi meneguhkan visinya agar karate tradisional akan menjadi salah satu olah raga yang digemari masyarakat Indonesia.

Melalui olahraga ini, ia berharap makin banyak generasi muda yang tumbuh sehat secara fisik dan mental. Lebih dari itu, seluruh proses membangun dan menata organisasi INATKF dapat menghasilkan prestasi unggul di masa kini dan masa yang akan datang.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat