Petani memanen padi dengan latar belakang bangunan permukiman di Sewon, Bantul, Yogyakarta, Jumat (20/10/2023). | Republika/Wihdan Hidayat

Iqtishodia

Menelisik Arah Kebijakan Pangan dan Pertanian Capres-Cawapres

Negara dengan jumlah penduduk yang besar akan sangat berisiko apabila pangannya tergantung dari luar negeri.

OLEH Wiwiek Rindayati (Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB University), Gerhana (Mahasiswa Pascasarjana IPB University)

Permasalahan pokok di bidang pangan saat ini adalah belum tercapainya swasembada pangan secara nasional. Pada tahun 2008, Indonesia telah mampu meredam dampak kenaikan harga pangan di tingkat global. Saat itu produksi pangan pokok berupa beras dan stok pangan cukup baik sehingga kenaikan harga pangan di dalam negeri tidak sedasyat yang diperkirakan.

Namun pada tahun 2011 menurut akademisi ekonomi pembangunan pertanian, dunia kembali dikhawatirkan dengan persoalan ketahanan pangan, terutama dari dimensi ketersediaan, stabilitas harga hingga perubahan iklim yang terjadi. Sedangkan selama tahun 2014-2018, jumlah ketersediaan beras mengalami kenaikan yang cukup stabil namun mengalami penurunan yang besar pada tahun 2019.

Kita ketahui saat ini, jumlah penduduk Indonesia mencapai 278,8 juta jiwa, yang artinya akan menyebabkan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Sementara dari sisi penawaran terjadinya konversi lahan pertanian yang cukup serius, terjadinya gangguan penawaran berupa perubahan iklim, kegagalan panen akibat hama dan penyakit. Tidak seimbangnya permintaan dan penawaran akan menyebabkan adanya ketergantungan pangan dari luar.

photo
Petani memanen terong di sebelah proyek pembangunan hunian, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Jumat (20/10/2023). - (Republika/Wihdan Hidayat)

Negara dengan jumlah penduduk yang besar akan sangat berisiko apabila pangannya tergantung dari luar negeri. Indonesia harus mampu berdaulat sendiri dengan mencukupi pangan dari produksi sendiri dan membatasi impor seperti kebijakan dari Kementerian Pertanian.

Produktivitas pangan dan efisiensi akan tercapai apabila didukung oleh pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dengan berbagai kebijakan yang dilakukan. Adanya percepatan laju pertumbuhan penduduk harus diikuti oleh percepatan kenaikan tingkat ketersediaan pangan melalui berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong adanya inovasi dan peningkatan teknologi. Harapannya dapat memacu pertumbuhan produktivitas pangan dan hasil-hasil pertanian.

Melihat momentum politik saat ini yang diikuti oleh tiga pasangan capres-cawapres, sudah dipastikan kebijakan kedepannya selama lima tahun kepemimpinan akan berbeda. Semua ini dapat dilihat pada visi, misi, dan program yang mereka rencanakan. Lalu, apa saja program para pasangan capres-cawapres terkait pangan?

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar
Visi dan misi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dengan visi “Indonesia Adil Makmur untuk Semua” dan pada misi pertama dari “8 Jalan Perubahan” yang diusung, ingin memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air.

photo
Capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). - (Republika/Prayogi)

Kemandirian pangan menjadi misi utama yang direncanakan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dari sini kita dapat melihat arah strategi yang direncanakan, yaitu:
1. Memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk, bibit, pestisida, pakan ternak, dan obat-obatan pertanian.
2. Memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan teknologi terkini termasuk alat pengering (dryer) serta membangun fasilitas gudang.
3. Melaksanakan “revolusi agromaritim”
4. Meminimalkan impor dan meningkatkan produksi pangan 5. Mendorong diversifikasi bahan pangan berbasis produk lokal
6. Memperkuat riset dan inovasi bibit, benih dan pupuk, serta memfasilitasi penerapan hasil riset nasional, di lapangan
7. Membangun dan merevitalisasi jaringan irigasi dan logistik.
8. Menyediakan penyuluh pertanian di setiap desa
9. Menyebarkan tenaga kerja produktif dan meningkatkan produksi pangan
10. Melaksanakan kebijakan afirmasi bagi petani
11. Melaksanakan industrialisasi sektor pertanian
12. Melaksanakan transformasi kelembagaan
13. Meningkatkan daya saing subsektor perkebunan, peternakan, perikanan budidaya dan kehutanan.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dan pada misi kedua dari “8 Asta Cita” yang diusung, Prabowo-Gibran ingin memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

photo
Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Ahad (21/1/2024). - (Republika/Prayogi)

Dalam asta cita yang direncanakan pasangan ini, khususnya untuk kemandirian bangsa, Indonesia perlu fokus pada yang mencapai swasembada dalam berbagai sektor krusial, salah satunya yaitu sektor pangan sebagai pilar kehidupan bangsa. Arah strategi yang dicanangkan dalam swasembada pangan, yaitu:
1. Menjalankan agenda reformasi agraria.
2. Merevitalisasi dan membangun sebagian besar hutan rusak dan tidak termanfaatkan menjadi lahan pertanian
3. Menjamin ketersediaan pangan pokok yang berkelanjutan 4. Menjamin ketersediaan dan akses pupuk bagi petani
5. Mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian
6. Memperpendek rantai distribusi hasil-hasil pertanian
7. Meningkatkan produktivitas pertanian
8. Memperkuat industri pupuk dalam negeri dan mendorong pengembangan industri pupuk bio
9. Menjadikan pengendalian hama terpadu (PHT) sebagai kebijakan utama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta mendorong pemanfaatan pestisida nabati dan bio
10. Memperkuat tata kelola impor pangan pokok dan utama 11. Memperkuat program program di BUMN, universitas, dan lembaga penelitian di bidang pemuliaan tanaman dan teknologi benih
12. Merevitalisasi jutaan hektare lahan yang rusak menjadi lahan produktif
13. Merehabilitasi hutan rusak menjadi hutan alam, hutan tanaman industri (HTI), dan hutan produksi
14. Memberdayakan dan memperkuat peran dan fungsi Bapanas, Bulog, bersama BUMN holding pangan ID Food
15. Mendirikan lembaga pembiayaan
16. Memodernisasi model bisnis pertanian, tata niaga agribisnis, dan sistem pemasaran sektor pertanian
17. Melanjutkan dan menyempurnakan program kawasan sentra produksi pangan atau food estate secara berkelanjutan
18. Memastikan kedaulatan pangan berbasis protein hasil laut

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD
Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan visi “Menuju Indonesia Unggul dengan Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari” dan pada misi ketiga melalui ”8 Gerak Cepat Ganjar Pranowo dan Mahfud MD”, ingin mempercepat pembangunan ekonomi berdikari berbasis pengetahuan dan nilai tambah.

photo
Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Ahad (21/1/2024). - (Republika/Prayogi)

Melalui kedaulatan pangan, arah strategi yang dicanangkan yaitu:
1. Pangan terjamin, terjaga, terjangkau, dan terdiversifikasi dengan menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan lokal serta mendukung desa mandiri pangan dan memastikan pangan murah melalui stabilisasi harga pangan.
2. Alsintan modern dan dukungan sarana prasarana dengan mendukung petani, peternak, dan nelayan dengan alat modern, benih unggul, pupuk berkualitas, murah, dan tepat waktu. Memperbanyak sistem pengairan (waduk, bendungan, embung dan irigasi), jalan usaha tani yang memadai, fasilitas cold storage, serta pengolahan dan pemasaran hasil tani, ikan, maupun ternak terintegrasi.
3. Industri pangan berkelanjutan dengan membangun industri pangan berdaya saing dengan mengutamakan sumber pangan lokal untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui fasilitasi penelitian dan teknologi pangan ramah lingkungan
4. Lahan subur untuk petani dengan menghentikan alih guna lahan untuk memastikan lahan subur dan lahan produktif diberikan kepada petani kecil dan buruh tani, serta diperkuat dengan pengelolaan tata ruang yang adil dan berkelanjutan;
5. Petani, peternak, dan nelayan sejahtera dengan meningkatkan nilai tukar petani, nilai tukar nelayan, dan kesejahteraan peternak, disertai dengan kebijakan perdagangan yang pro produksi dalam negeri.

Kesiapan Indonesia Emas
Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari pembangunan untuk pertanian, sementara keberhasilan pembangunan di sektor pertanian akan memicu sektor pembangunan lainnya. Dengan itu, melihat arah strategi kebijakan pangan dan pertanian ketiga pasangan capres-cawapres tersebut, tentunya akan menjadi fondasi kesiapan Indonesia emas 2045. Walaupun, Indonesia Emas 2045 mungkin terlihat seperti fatamorgana.

Seperti diketahui, pada tahun 2045 mendatang, Indonesia berusia 100 tahun, dimana pada tahun tersebut, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju, modern, dan sejajar dengan negara-negara adidaya di dunia.

Di sisi lain, Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia (berdasarkan PDB PPP) dan ekonomi terbesar ke-8 (berdasarkan PDB riil). Berdasarkan proyeksi tersebut, Indonesia akan menjadi ekonomi berpendapatan tinggi dan keluar dari kategori berpenghasilan menengah (middle income trap) pada tahun 2038, seperti proyeksi RPJPN 2025-2045 Bappenas.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa dalam mewujudkan Indonesia emas 2045, setidaknya ada tiga hal pokok yang akan menjadi acuan, yaitu menjaga stabilitas bangsa dan negara, keberlanjutan dan kesinambungan dalam memimpin, dan kualitas sumber daya manusia.

Rekomendasi kebijakan strategis
Menurut akademisi ekonomi pembangunan pertanian, ada tujuh rekomendasii yang tepat dalam mengambil kebijakan strategis untuk mencapai falsafah ketahanan pangan, kemandirian atau swasembada pangan. Pertama, konsisten dengan peningkatan produksi pangan dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan impor.

Kedua, menyiapkan dan memperkuat cadangan pangan yang diatur oleh pemerintah. Cadangan ini berfungsi mengatasi keadaan darurat sepanjang waktu. Ketiga, memberdayakan pertani sebagai sumber daya manusia pertanian. Keempat, meningkatkan produksi dan produktivitas pangan dengan perkembangan teknologi.

Kelima, menjamin arus distribusi pangan pokok dengan menjaga stabilitas harga dan memperbaiki kebijakan dalam dan luar negeri. Keenam, melaksanakan diverifikasi pangan secara lebih serius. Ketujuh, adanya ketegasan dalam perlindungan produk pangan dan stabilitas harga yang jelas serta kelembagaan yang perlu lebih membumi.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat