Peluncuran Produk Virtual Terbaru Mitra Bukalapak di Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (8/3). | Abdan Syakura/Republika

X-Kisah

09 Mar 2020, 02:00 WIB

Warung Kelontong di Era Digital

 

Bagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, warung kelontong berpotensi memiliki peran yang sangat vital dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi nasional. Dia mengatakan, warung kelontong akan menjadi lebih apabila semakin akrab dengan teknologi digital. Tak hanya produk fisik, warung kini juga bisa berjualan produk-produk virtual.

Perusahaan marketplace/Bukalapak kini menggandeng warung-warung tersebut untuk menjual produk virtual, seperti kirim uang, tabungan emas, pengisian pulsa, voucer listrik, voucer gim, hingga pembayaran samsat daring nasional secara langsung.

"Warung sangat berpotensi memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional," ujar Teten dalam Peluncuran Produk Virtual Terbaru Mitra Bukalapak di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Ahad (8/3).

Menurut dia, pemberdayaan warung melalui peningkatan kapasitas bisnis dan daya saing individu sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pemanfaatan teknologi di warung dapat menjadi basis kekuatan perekonomian daerah. Dengan makin banyak warung yang menjual produk virtual, itu akan makin menguntungkan pemilik warung dan masyarakat sekitar. "Pada akhirnya tentu akan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah," katanya.

Berdasarkan data Euromonitor International 2018, mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina berbelanja di toko kelontong. Dari nilai pasar ritel senilai Rp 7,5 juta triliun, sebanyak Rp 6,85 juta triliun atau sekitar 92 persen di antaranya merupakan transaksi di warung kelontong.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Rachmat Kaimuddin, ketersediaan berbagai produk virtual di warung juga akan mempercepat realisasi masyarakat inklusif di Indonesia. Oleh karena itu, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga resistensi terhadap gejolak perdagangan global, Bukalapak meluncurkan berbagai layanan transaksi produk virtual di warung Mitra Bukalapak.

Rachmat optimistis layanan tersebut akan mengukuhkan warung sebagai pilar ekonomi daerah yang krusial. Dengan diluncurkannya produk virtual tersebut, kini 1,5 juta warung Mitra Bukalapak yang tersebar di 189 kota, kabupaten, dan desa di seluruh Indonesia dapat melayani penjualan produk-produk tersebut.

"Dengan tersedianya berbagai layanan produk virtual, mitra Bukalapak menjadi warung yang memiliki titik sentuh layanan perbankan bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan atau unbankable," ujarnya.

Menurut Rachmat, sejak 2016, Bukalapak secara konsisten memberdayakan warung tradisional melalui aplikasi Mitra Bukalapak. Melalui upaya tersebut, pihaknya berupaya untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pemilik warung dan meningkatkan kesanggupan bersaing dengan ritel modern dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

?Memasuki dekade kedua, Bukalapak memang berfokus untuk mengoptimalkan potensi UMKM yang ada di tiap daerah Indonesia," katanya. Rachmat menilai warung sebagai salah satu tempat masyarakat dalam beraktivitas ekonomi memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan perekonomian daerah dan mendorong pertumbuhan nasional.

"Tentunya inisiatif ini tidak akan berhenti di sini. Ke depannya, jangkauan Mitra Bukalapak akan semakin kami perluas, baik dari segi jumlah, cakupan, dan kapasitas bisnis," katanya. n 


×