Anggota Karang Taruna Kelurahan Nyengseret memberi pakan larva lalat black soldier fly (BSF) dengan sampah organik di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Anggota Karang Taruna Kelurahan Nyengseret memeriksa kandang lalat black soldier fly (BSF) di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Karang Taruna Kelurahan Nyengseret bersama warga berinisiatif melakukan jemput bola pengambilan sampah organik dari rumah warga. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Anggota Karang Taruna Kelurahan Nyengseret menunjukkan larva lalat black soldier fly (BSF) di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga membawa sampah organik dari rumah warga di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). K | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga mengambil sampah organik dari rumah warga di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Peristiwa

Pengolahan Sampah Mandiri di Kelurahan Nyengseret

Warga mampu mengolah sedikitnya 100 kilogram sampah organik atau sampah dapur.

BANDUNG -- Anggota Karang Taruna Kelurahan Nyengseret memberi pakan larva lalat black soldier fly (BSF) dengan sampah organik di Liogenteng, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/12/2023).

Karang Taruna Kelurahan Nyengseret bersama warga berinisiatif melakukan jemput bola pengambilan sampah organik dari rumah warga.

Selain itu mereka juga mengolah sampah organik menggunakan metode ternak maggot atau larva lalat black soldier fly (BSF).

Dalam satu hari, warga mampu mengolah sedikitnya 100 kilogram sampah organik atau sampah dapur. Sampah dapur ini menjadi pakan larva lalat black soldier fly.

Dengan pengolahan ini dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA. ';