Diet dengan nasi shirataki (ilustrasi) | Unsplash/Diana Polekhina

Gaya Hidup

Shirataki, Si Nasi Nol kalori

Umumnya manusia membutuhkan sekitar 2.000 sampai 2.500 kalori per hari.

Beragam program ataupun menu diet, telah banyak beredar di masyarakat dalam rangka menurunkan berat badan. Industri makanan pun telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini dalam menghadirkan makanan rendah kalori untuk kesehatan. 

Tren ini termasuk juga dengan kehadiran beras shirataki yang juga disebut sebagai nasi 0 kalori. Nasi shirataki menjadi populer belakangan ini dalam program diet masyarakat. Jenis nasi yang satu ini diketahui memiliki nilai kalori yang nyaris mendekati nol sehingga dijuluki dengan panggilan nasi 0 kalori.

Namun, bagaimana pandangan ini dalam kesehatan? Tubuh kita membutuhkan kalori setiap harinya untuk bisa bergerak dan menjalani aktivitas. Dengan beralih ke nasi dengan nol kalori, ini pastinya juga akan berpengaruh pada asupan kalori yang kita terima, sehingga apakah hal tersebut aman dan efektif untuk program diet?

photo
Diet untuk penurunan berat badan (ilustrasi) - (Unsplash/I Yunmai)

Dokter Spesialis Gizi Klinik Eka Hospital Bekasi, dr I Yuwanda Chrissander, SpGK menjelaskan setiap orang memiliki asupan kalori harian yang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor, seperti umur hingga kondisi tubuhnya. Namun, pada umumnya manusia membutuhkan sekitar 2.000 sampai 2.500 kalori per harinya untuk bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kalori merupakan nilai jumlah energi yang bisa didapatkan melalui makanan dan minuman. Kalori juga bisa disebut sebagai jumlah energi yang dibakar dan dibutuhkan oleh tubuh pada saat beraktivitas sehari-hari.

Tubuh kita setiap harinya membutuhkan kalori untuk bisa mendapatkan energi dalam beraktivitas. Namun, terkadang kita bisa kekurangan juga kelebihan kalori akibat dari pola makan yang buruk, dan ini yang bisa menjadi masalah kesehatan pada masa depan.

Lalu apa manfaat dari nasi 0 kalori? Ia menjelaskan, beras shirataki atau nasi 0 kalori memiliki beberapa manfaat yang berguna untuk kesehatan, seperti membantu menjaga berat badan, karena memiliki nilai kalori yang sangat rendah bahkan nyaris mencapai nol.

Selain itu, nasi ini baik untuk menjaga kadar gula darah. Shirataki, dijelaskan Yuwanda, memiliki kandungan karbohidrat yang terbilang cukup rendah sehingga cocok untuk menjaga maupun menurunkan kadar gula darah. "Nasi ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus, shirataki juga memiliki kandungan serat yang berguna untuk menjaga kesehatan usus," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (28/11/2023).

Apakah nasi 0 kalori aman dan efektif untuk diet? Menurut dia, nasi 0 kalori sudah sering menjadi rekomendasi orang-orang saat menentukan menu diet yang cocok, terutama yang ingin menurunkan berat badannya. Namun, apakah shirataki baik dan efektif untuk diet? 

"Jawabannya secara umum adalah ya. Tetapi apakah secara khusus dapat diterapkan pada setiap kasus yang ada, jawabannya adalah tidak, karena perlu dilakukan telaah lebih jauh oleh ahli dan disesuaikan kondisi kasus per kasusnya," ujar Yuwanda.

Nilai kalori dan karbohidrat yang rendah pada shirataki membuat menu ini cocok pada program diet umum yang ditujukan untuk menurunkan berat badan seperti orang kelebihan berat badan. Termasuk juga, menurunkan dan menjaga kadar gula darah seperti pasien diabetes.

Namun, jika tujuan diet Anda adalah untuk meningkatkan massa otot atau menaikkan berat badan, shirataki mungkin juga tidak apa-apa untuk dikonsumsi. Tetapi mungkin bukanlah pilihan yang tepat dalam mencapai tujuan tersebut.

 

Siapa Sebaiknya yang Mengonsumsi Nasi 0 Kalori?

photo
Diet halal (ilustrasi) - (Freepik/Jcomp)

Nasi shirataki menjadi populer belakangan ini dalam program diet masyarakat. Jenis nasi yang satu ini diketahui memiliki nilai kalori yang nyaris mendekati nol sehingga dijuluki dengan panggilan nasi 0 kalori.

Menurut Yuwanda, siapa pun dapat mengonsumsi nasi shirataki karena makanan tersebut memiliki banyak manfaat terlepas dari pola hidup dan kondisi kesehatan Anda. Namun, beberapa orang tertentu mungkin akan lebih dianjurkan untuk mulai mengganti nasi biasanya ke nasi shirataki karena beberapa alasan tertentu, seperti:

1. Orang dengan diabetes atau berisiko untuk mengalami diabetes

Nilai karbohidrat yang rendah serta kandungan glukomanan yang ada di dalam nasi shirataki membuat makan ini cocok untuk dikonsumsi oleh pengidap ataupun orang yang berisiko untuk mengalami diabetes.

2. Orang yang memiliki berat badan berlebih

Nasi shirataki memiliki nilai kalori yang sangat rendah sehingga cocok digunakan untuk menurunkan berat badan. Selain itu, nasi shirataki juga memiliki kandungan serat yang berguna dalam membantu menurunkan berat badan karena serat dapat membuat seseorang merasa lebih kenyang lebih lama, dengan itu makanan yang dikonsumsi juga akan semakin menurun.

"Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi nasi shirataki, konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik sebaiknya dilakukan terutama jika Anda berencana untuk mengonsumsi shirataki dalam jangka waktu yang panjang," katanya menyarankan.

Shirataki, lanjut Yuwanda, mungkin bisa menyebabkan masalah pencernaan bagi sebagian orang hingga mengurangi penyerapan obat-obatan tertentu. Untuk menentukan menu dan program diet terbaik, sebaiknya konsultasikan diri Anda dengan dokter terlebih dahulu.

Setiap tubuh memiliki respons yang berbeda-beda terhadap suatu program diet hingga menu makan tertentu. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter akan membantu Anda untuk menemukan diet yang cocok.

 

 
Nasi shirataki juga memiliki kandungan serat yang berguna dalam membantu menurunkan berat badan. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mengenal Konsep Diet untuk Kesehatan Jantung, Diet Portofolio

Diet portofolio lebih mengutamakan nabati dan lebih tidak mengonsumsi protein hewani

SELENGKAPNYA

Bijak Memilih Diet, Hindari yang Ekstrem

Pelaku diet Mediterania disinyalir berisiko 29 persen lebih rendah mengalami kematian dini.

SELENGKAPNYA